Memandang Kemajemukan Surakarta dari Tugu Jam Pasar Gede

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Rabu, 14 Desember 2022 | 18:04 WIB
Memandang Kemajemukan Surakarta dari Tugu Jam Pasar Gede
Tugu Jam Pasar Gede. (Dok: Kemenag)

Suara.com - Surakarta atau Kota Solo memiliki sebuah tempat yang merupakan pusat perdagangan yang sangat bersejarah. Transaksi jual beli di tempat ini telah ada sejak sebelum Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Namanya adalah Pasar Gede Harjonagoro atau lebih dikenal dengan sebutan Pasar Gede. Nama pasar Gede dipilih karena bangunannya memiliki atap yang besar. Pasar yang diresmikan oleh Gusti Susuhunan Pakubuwono X pada tahun 1930 ini masih aktif dan tak pernah sepi dikunjungi pembeli.

Tepat di depan Pasar Gede terdapat sebuah tugu yang juga memiliki nilai sejarah yang erat kaitannya dengan pemerintahan Surakarta dari masa ke masa. Tugu yang merupakan salah satu cagar budaya yang dimiliki Surakarta itu bernama Tugu Jam Pasar Gede. Ada histori yang tesimpan dalam Tugu Jam Pasar Gede ini, yaitu kala Pakubuwono menambahkan jam di tugu tersebut demi membangun kesadaran serta meningkatkan kedisiplinan warga masyarakat Surakarta atau Kota Solo yang saat itu berada dibawah kepimimpinannya.

Terletak di simpang jalan tepatnya di perempatan, Tugu Jam Pasar Gede ini dapat dilihat dari berbagai arah. Begitu pula jika kita berdiri persis di dekat tugu ini, maka pemandangan sekeliling akan membuat mata siapapun yang melihanya berdecak kagum. Bagaimana tidak, dari Tugu Jam Pasar Gede ini kita bisa menikmati kekayaan budaya yang dimiliki Surakarta. Lokasinya yang strategis akan mengingatkan kita pada semboyan Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-Beda Tetapi Satu Jua. Dari sudut yang paling dekat, terdapat bangunan rumah ibadah agama Konghucu yang tetap mencolok dengan corak bangunannya yang berwarna merah ditengah himpitan gedung-gedung yang berdiri di samping kanan kirinya.

Kawasan sekitar Tugu Jam Pasar Gede juga dikenal sebagai kawasan yang tak terpisahkan dengan Pasar Candi Padurasa (sebutan Pasar Gede di masa lampau). Karena pada zaman terdahulu penganut ajaran Hindu melakukan kegiatan spritual di daerah tersebut namun tidak terganggu dengan ramainya aktifitas Pasar Candi Padurasa. Seiring perkembangan zaman, area Pasar Gede menjadi pasar tradisional Yang ditetapkan menjadi cagar budaya berdasarkan Keputusan Walikota Madya Kepala Daerah Tingkat II Surakarta bernomor 646/116/I/1997.

Dari pandangan mata tim media ini pada Minggu 11/12/2022 yang terlihat dari Tugu Jam Pasar Gede adalah banyaknya para pedagang yang masih melestarikan kuliner khas Jawa (Surakarta), seperti serabi, sego liwet, lenjongan, hingga dawet telasih. Jenis hasil bumi pun nampak dijajakan oleh para pedagang seperti sayuran, umbi-umbian, rempah-rempah bumbu dapur yang masih segar yang tidak mudah ditemukan di super market. Tak ketinggalan, mata tim media ini juga menangkap sudut Kota Surakarta menyediakan berbagai macam oleh-oleh yang khas berupa jarik-jarik bermotif batik yang berbeda dengan batik di daerah lain, yakni batik motif sidomukti.

Dengan berbagai ragam perbedaan yang dimiliki Surakarta, dapat dinikmati di satu tempat yakni ketika berdiri tepat di dekat Tugu Jam Pasar Gede. Namun disarankan agar tetap berhati-hati saat ingin berfoto disana atau sekedar mengamati, karena kawasan tersebut memiliki arus lalu lintas yang sangat sibuk di jam-jam tertentu. Tak dapat dipungkiri, Surakarta adalah miniatur Indonesia yang mewakili keberagaman budaya, kepercayaan (keyakinan pada suatu agama/ajaran) namun tetap bisa bersatu padu mewujudkan kerukunan di kehidupan dan aktifitasnya sehari-hari. Kehidupan beragama sebenarnya sesuai dengan hakikat dan naluri manusia itu sendiri, dan moderasi beragama yang diterapkan di Surakarta merupakan strategi yang tepat untuk merawat Indonesia yang multikultural ini. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenag Jelaskan Perbedaan Moderasi Beragama dengan Moderasi Agama

Kemenag Jelaskan Perbedaan Moderasi Beragama dengan Moderasi Agama

Semarang | Sabtu, 10 Desember 2022 | 18:40 WIB

Ketentuan Mahar dalam Islam: Hukum, Nilai Minimal, Cara Penyerahan, hingga Jenis-jenisnya

Ketentuan Mahar dalam Islam: Hukum, Nilai Minimal, Cara Penyerahan, hingga Jenis-jenisnya

News | Kamis, 08 Desember 2022 | 15:54 WIB

Kecam Aksi Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar, Kemenag: Teroris Musuh Agama, Negara dan Kemanusiaan

Kecam Aksi Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar, Kemenag: Teroris Musuh Agama, Negara dan Kemanusiaan

Moots | Kamis, 08 Desember 2022 | 14:18 WIB

6 Syarat Dokumen PPPK Kemenag 2022, Segera Persiapkan!

6 Syarat Dokumen PPPK Kemenag 2022, Segera Persiapkan!

News | Senin, 05 Desember 2022 | 14:55 WIB

Ini Link Daftar PPPK Kemenag 2022, Siapkan dari Sekarang!

Ini Link Daftar PPPK Kemenag 2022, Siapkan dari Sekarang!

News | Kamis, 24 November 2022 | 18:30 WIB

Besok Umat Muslim Dihimbau Salat Gaib untuk Korban Gempa Cianjur

Besok Umat Muslim Dihimbau Salat Gaib untuk Korban Gempa Cianjur

Cianjur | Kamis, 24 November 2022 | 14:22 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×