![Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyampaikan pidato politiknya dalam Perayaan HUT ke-11 Partai NasDem di Jakarta, Jumat (11/11/2022). [NTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/11/11/61074-ketua-umum-partai-nasdem-surya-paloh.jpg)
Bila tahun-tahun sebelumnya Jokowi selalu hadir di tiap acara HUT Partai NasDem, acara tahun ini sang presiden tak muncul. Jangankan datang, ucapan pun tak terlontar.
Momen HUT NasDem yang digelar di JCC Senayan, Jakarta pada Jumat (11/11/2022) lalu memang terasa berbeda. Tak ada sosok Jokowi di sana. Hal itu juga diakui oleh Surya Paloh, bahkan ia menyebut Presiden belum memberikan ucapan.
Sempat beredar kabar, Jokowi bakal mengirimkan ucapan lewat video, namun hingga hari H tiba, entah videonya macet atau apa, faktanya memang tak ada ucapan apa-apa dari Jokowi.
Meski tak dihadiri sang 'adik', Surya Paloh tetap memberikan penghormatan kepada Jokowi. Ia tetap berharap persahabatannya terus terjaga.
"Presiden Jokowi secara personal adalah seorang sahabat yang saya tetap harapkan konsisten di dalam menjaga terminologi arti sesungguhnya dari persahabatan. Persahabatan dalam terminologi yang kita pahami adalah menerima segala kekuarangan dan kelebihan dari seorang sahabat," ujar Surya Paloh saat menanggapi ketidakhadiran Jokowi di acara HUT NasDem.
Surya Paloh lantas mengajak kader-kader NasDem untuk mengedepankan kejujuran. Ia menegaskan Jokowi merupakan presiden dari Partai NasDem.
"Pilihan kita berikan lah jawaban yang jujur. Jawaban yang jujur adalah saya masih beranggap bahwa sampai hari ini Presiden Jokowi adalah presidennya partai NasDem," ucapnya.
Diduga Imbas Deklarasi Anies

Meski belum ada jawaban pasti, renggangnya hubungan Jokowi-Surya Paloh diduga kuat imbas deklarasi bacapres NasDem, Anies Baswedan.
Beberapa analis juga menyebut, perang dingin antara Jokowi-Paloh mulai muncul saat Presiden berpidato di acara HUT Golkar terkait pengusungan capres.
Dalam pidatonya di HUT Golkar, Jokowi memang sempat menyinggung soal capres dan cawapres. Ia menganalogikan pemilihan presiden dan wakil presiden itu seperti sebuah perusahaan airlines memilih pilot dan co-pilot. Oleh sebab itu, Jokowi meminta dalam memilih calon pemimpin negara ini tidak boleh sembarangan.
"Jangan sembarangan menentukan calon pilot dan co-pilot yang akan dipilih oleh rakyat. Juga jangan sembarangan memilih calon presiden dan wakil presiden, tapi juga saya titip pesen jangan terlalu lama-lama," kata Jokowi dalam pidatonya di acara HUT ke-58 Golkar digelar di Hall C, Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2022).
"Saya denger-denger dan saya melihat tiap hari itu Pak Airlangga Hartarto itu rangkulan terus dengan Pak Mardiono dari PPP dan Pak Zulkifli Hasan dari PAN. Jangan hanya rangkul-rangkulan terus, tapi saya meyakini sebentar lagi pasti akan segera menentukan, kita tunggu saja," sambungnya.
Isu Reshuffle Menteri NasDem

Imbas 'perang dingin' Jokowi-Surya Paloh tampak makin melebas. Terkini, memasuki akhir 2022, panas isu reshuffle menteri. Yang paling disorot adalah kursi tiga menteri dari NasDem.
Isyarat akan adanya reshuffle kabinet sebelumnya dilontarkan Jokowi saat meresmikan Bendungan Sukamahi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat (23/12/2022).
"Mungkin" ujar Jokowi menjawab pertanyaan awak media seputar adanya hasil survei yang menyebut publik menginginkan ada evaluasi menteri.
Jokowi kembali merespons isu reshuffle tersebut tatkala dicecar awak media saat meresmikan pengembangan Stasiun Manggari Tahap I pada Senin (26/12/2022) lalu. Ia tampak memberikan respons misterius yakni dengan tersenyum dan mengangguk.
"Ya dengar (isu reshuffle)," ujarnya sembari tertawa kecil menjawab pertanyaan wartawan.
Sejumlah awak media kembali bertanya siapa saja menteri yang bakal di-reshuffle kali ini, apakah termasuk Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan juga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya?
Lagi-lagi Jokowi hanya tertawa kecil mendengar pertanyaan awak media itu.
Namun, saat ditanya soal kisi-kisi reshuffle, Jokowi menjawab dengan bahasa isyarat oke dengan kedua tangannya.
"Cluenya.... Ya udah," ucap Jokowi sembari menggerakan kedua tangannya.
Sebagai informasi, di periode kedua pemerintahannya ini, Jokowi telah melakukan reshuffle sebanyak tiga kali.
Pertama yakni pada 23 Desember 2020 dengan merombak Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Menteri Agama, Menteri Perdagangan, Menteri KKP, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Reshuffle kedua dilakukan pada 28 April 2021. Saat itu Jokowi membentuk kementerian baru dan melebur dua kementerian, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi menjadi Kemendikbudristek. Serta menunjuk Kepala BRIN dan juga Menteri Investasi/Kepala BKPM.
Lalu reshuffle ketiga pada 15 Juni 2022 yakni merombak Menteri Perdagangan, Menteri ATR/Kepala BPN, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Wakil Mendagri, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan.