Kenang Perjuangan Masuk Politik hingga Ingat Pesan Ibu Mega, Tangis Puan Maharani Pecah di TV: Merasakan Berat Banget

Dany Garjito, Fita Nofiana

Jum'at, 13 Januari 2023 | 10:34 WIB
Kenang Perjuangan Masuk Politik hingga Ingat Pesan Ibu Mega, Tangis Puan Maharani Pecah di TV: Merasakan Berat Banget
Puan Maharani menangis (Tangkapan Layar/Kompas TV)

Suara.com - Ketua DPR RI Puan Maharani tampak menangis saat mengingat perjuangannya di kancah perpolitikan Indonesia. Tangis Puan pecah saat diundang di acara Rosi Kompas TV yang tayang Kamis (12/1/2023).

Pada wawancara itu, Rosi Silalahi sebagai pembawa acara menampilkan video Puan Maharani yang menangis saat pidato mendapatkan gelar honoris causa yang kembali membuat Ketua DPP PDIP Perjuangan itu kembali menangis.

"Kenapa Mbak Puan menangis?" tanya Rosi.

"Ya Alhamdulillah saya bisa memberikan satu kebanggakan pada orangtua saya, saya diberikan penghargaan sebagai doktor honoris causa, yang penting itu adalah seorang perempuan di Indonesia, dan politikus yang dianggap berkontribusi sehingga diberikan penghargaan," jawab Puan Maharani. 

Puan Maharani (Tangkapan Layar/Kompas TV)
Puan Maharani (Tangkapan Layar/Kompas TV)

Puan kemudian bercerita soal sulitnya berada di kancah politik apalagi sebagai perempuan di Indonesia.

"Karena saya merasakan, berat banget. Apa yang terasa waktu itu oh ternyata berat jadi perempuan di Indonesia, enggak semudah yang dibayangkan wah bahwa bisa jadi Menko PMK ketua DPR, untuk mencapai ke sini enggak segampang itu," kata Puan Maharani. 

Puan juga menyebutkan bahwa apa pun yang dia lakukan sering kali membuatnya dibully. Hal itu menurutnya yang juga bisa menjadi beban batin bagi Puan Maharani sendiri.  

"Itu kan hal yang tak mudah sebenarnya kalau kita mau cerna sebagai seorang manusia, kok udah berusaha kerja semampunya tapi kok kemudian salah terus kan itu beban batin juga ya, kenapa ya gini terus apa karena saya perepuan ya," ungkap Puan Maharani. 

Puan Maharani menangis (Tangkapan Layar/Kompas TV)
Puan Maharani menangis (Tangkapan Layar/Kompas TV)

"Apakah kemudian di Indonesia belum siap ya menerima perempuan sebagai pemimpin," imbuhnya. 

baca juga

Suara Puan Maharani kemudian mulai bergetar saat mengenang pesan sang ibu,  Megawati Soekarnoputri padanya sebagai sama-sama politikus perempuan.

"Ibu Mega selalu mengajarkan, ini perjuangan kamu dan mama maksudnya perjuangan saya dan Bu Mega, itu perjuangan bukan buat kita berdua saja Puan, tapi buat perempuan-perempuan Indonesia," kata Puan sambil menangis. 

"Bayangkan saya aja merasa begitu, perempuan yang lain kayak gimana," tuturnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nostalgia Perjanjian Batu Tulis PDIP dan Gerindra, Rocky Gerung: Demi Puan, Bisa Ditulis Ulang

Nostalgia Perjanjian Batu Tulis PDIP dan Gerindra, Rocky Gerung: Demi Puan, Bisa Ditulis Ulang

Cianjur | Jum'at, 13 Januari 2023 | 10:18 WIB

'Panas Banget, Bad Mood' Puan Maharani Minta Maaf Soal Video Bagi Kaos Sambil Cemberut

'Panas Banget, Bad Mood' Puan Maharani Minta Maaf Soal Video Bagi Kaos Sambil Cemberut

News | Jum'at, 13 Januari 2023 | 10:02 WIB

'Deg-degan Kok Perempuan Terus yang Disebut' Puan Maharani Tanggapi Kode-Kode Megawati Soal Capres di HUT PDIP

'Deg-degan Kok Perempuan Terus yang Disebut' Puan Maharani Tanggapi Kode-Kode Megawati Soal Capres di HUT PDIP

News | Jum'at, 13 Januari 2023 | 09:49 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×