"Saya menganggap pimpinan BRIN yang ada sekarang ini tidak dapat mengkonsolidasikan lembaga-lembaga di bawah kewenangannya. Karena itu saya mengusulkan agar pimpinan BRIN sekarang diganti saja," kata Mulyanto.
Persolan di BRIN tak kunjung selesai
Dari sederet poin-poin kebobrokan BRIN tersebut, ketua sidang merekomendasikan pencopotan Handoko dari jabatannya. Menurut mereka, Laksana Tri Handoko gagal dalam menyelesaikan berbagai masalah yang ada di tubuh BRIN.
"Komisi VII DPR RI mendesak pemerintah untuk segera mengganti kepala BRIN RI mengingat berbagai persoalan yang ada di BRIN tidak kunjung selesai," kata Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto.
BRIN hentikan alat peringatan tsunami
Di bawah kepemimpinan Tri Handoko, BRIN menghentikan program pemantauan Tsunami (InaTEWS) yang menggunakan alat disebut buoy. Program yang melindungi masyarakat Indonesia dari tsunami itu kini tidak lagi beroperasi karena dihentikan oleh BRIN.
Padahal sistem peringatan dini terhadap bencana tsunami itu merupakan kemajuan dan wujud kesiapsiagaan untuk mengurangi dampak dari bahaya gempa bumi dan tsunami.
Minta Jokowi copot Tri Handoko
Mulyanto mendesak Jokowi mencopot Tri Handoko dan mencari penggantinya untuk memimpin BRIN. Ia bahkan menyebut masalah di BRIN sebagai persoalan yang krusial dan butuh penanganan cepat.
Bahkan Mulyanto minta Jokowi turun tangan langsung dalam membereskan persoalan di BRIN. Ia menilai Jokowi tidak boleh membiarkan BRIN berjalan seperti saai ini karena sudah banyak temuan pelanggaran dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi yang dikepalai oleh Tri Handoko itu.
"Presiden Jokowi harus turun tangan membereskan berbagai permasalahan BRIN ini sebelum terlambat. Presiden jangan membiarkannya berlarut-larut dan semakin terpuruk," tutur Mulyanto kepada wartawan pada Kamis (2/2/2023).
"Bukan tidak mungkin akan menyebabkan kelembagaan riset dan teknologi tersebut porak-poranda, tidak tertata dengan baik, dan kinerjanya terus merosot," pungkasnya.
Diketahui, Laksana Tri Handoko dilantik menjadi Kepala BRIN oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Rabu (28/4/2021).
Kontributor : Trias Rohmadoni