Kariernya pada tahun 2018 berlanjut ke jabatan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Modal Asing II. Saat itu, kekayaan Rafael Alun Trisambodo terus meningkat, yakni sudah mencapai R p44,08 miliar. Setelahnya, ia dipromosikan ke kantor wilayah.
Rafael Alun Trisambodo resmi masuk ke dalam eselon III dengan jabatan Kepala Bagian Umum DJP Kanwil Jakarta Selatan II yang diterimanya sejak tahun 2021. Saat itulah, ia terakhir kali melaporkan harta kekayaan ke LHKPN.
Dalam laporan itu, ia tercatat memiliki harta sebesar Rp 56 miliar. Total ini terbagi atas kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp 51,93 miliar yang tersebar di Sleman, Manado, dan Jakarta. Ia juga melaporkan mobil Toyota Camry Sedan dan Toyota Kijang yang mencapai Rp425 juta.
Lalu, ada harta bergerak lainnya senilai Rp420 juta, surat berharga sebesar Rp1,55 miliar, kas dan setara kas Rp1,34 miliar, serta harta lainnya senilai Rp419 juta. Ia juga tercatat tidak memiliki utang, sehingga total hartanya mencapai Rp56 miliar.
Tetap Jadi PNS dan Terima Gaji
Meski dicopot dari jabatannya, Rafael Alun Trisambodo masih berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan menerima gaji tanpa tunjangan. Hal ini disampaikan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Awan Nurmawan Nuh.
“Status beliau masih PNS, makanya kami periksa, nanti lihat hasil pemeriksaannya,” kata Awan setelah konferensi pers, Jumat (24/2/2023).
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Baca Juga: Seputar Pasal Percobaan Pembunuhan, Diusulkan Untuk Jerat Mario Dandy Saking Biadabnya