Dampak Positif Implementasi Kurikulum Merdeka: Siswa Ikut Merancang Pembelajaran, Belajar Jadi Lebih Menyenangkan

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Rabu, 22 Maret 2023 | 10:42 WIB
Dampak Positif Implementasi Kurikulum Merdeka: Siswa Ikut Merancang Pembelajaran, Belajar Jadi Lebih Menyenangkan
Ilustrasi penerapan Kurikulum Merdeka. (Dok: Kemendikbudristek)

Suara.com - Sejumlah satuan pendidikan sudah merasakan dampak positif dari implementasi Kurikulum Merdeka yang mulai diterapkan secara bertahap. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan untuk merancang pembelajaran yang melibatkan partisipasi pendidik dan peserta didik.

Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas dan dukungan pendidik untuk bersama menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pelajar dan kondisi satuan pendidikan.

Pada tahun ajaran 2022-2023, implementasi Kurikulum Merdeka menjadi salah satu pilihan kurikulum yang dapat digunakan sekolah, serta dibuka secara sukarela bagi satuan pendidikan yang ingin melaksanakannya. Pada periode tersebut, ada lebih dari  140.000 sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Salah satunya Sekolah Dasar (SD) Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kepala SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan, Baharudin mengungkapkan, Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi peserta didik untuk fokus pada materi esensial dan pengembangan kompetensi mereka sesuai dengan fasenya. Terlebih lagi, peserta didik dilibatkan dalam proses perencanaan hingga tujuan pembelajaran.

“Anak-anak menikmati implementasi Kurikulum Merdeka karena mereka dapat belajar lebih mendalam dan bermakna. Kurikulum Merdeka didesain sedemikian rupa agar anak-anak lebih nyaman dan senang ketika belajar,” kata Baharudin dalam diskusi daring belum lama ini.

Pada tahap implementasi, Baharudin melanjutkan, sekolahnya berfokus pada  transformasi tiga pilar pendidikan, yaitu siswa, guru, dan orang tua, agar berkomitmen menjalankan Kurikulum Merdeka. Tujuannya agar pendidik dan orang tua juga ikut turut serta dalam pendidikan anak-anak mereka, terutama dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

“Otomatis kami harus sama-sama belajar, bergerak, dan digerakkan,” katanya.

Dalam diskusi yang sama dan senada dengan Baharudin, Kepala SDN Mampang Prapatan 02 Pagi, Yeyet Husnawati, menjelaskan bahwa para guru di sekolahnya selama ini fokus menyelesaikan materi dalam satu semester maupun satu tahun. Berkat implementasi Kurikulum Merdeka, guru dan peserta didik menjadi lebih fokus pada materi esensial dan capaian pembelajaran yang disepakati bersama. 

“Dengan capaian pembelajaran, waktu penuntasan pembelajaran lebih panjang, sehingga guru bisa bereksplorasi dan siswa dapat mendalami pembelajaran secara lebih bermakna,” kata Yeyet.

baca juga

Keunggulan lain dari Kurikulum Merdeka adalah projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5). Melalui program tersebut, satuan pendidikan dan guru bisa mengembangkan kompetensi dan menanamkan karakter bagi peserta didik secara berkelanjutan.

“Sebelumnya, penanaman karakter hanya kita lakukan melalui pembiasaan saja. Tetapi saya lihat anak-anak sangat menyukai kegiatan ini karena pembelajaran bisa di dalam kelas maupun di luar kelas,” tutur Yeyet.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo menjelaskan, Kurikulum Merdeka adalah salah satu upaya agar berbagai pihak dapat bersama-sama menransformasi sistem pendidikan untuk meningkatkan karakter dan kompetensi semua murid di Indonesia.

Ia berharap, satuan pendidikan dan pendidik dapat mempelajari terlebih dahulu Kurikulum Merdeka sebelum mengimplementasikannya. Salah satu caranya dengan mengakses Platform Merdeka Mengajar dan membuka modul pelatihan Kurikulum Merdeka.

“Kerangka berpikir yang paling penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka adalah menggunakan kesempatan ini untuk memperbaiki kualitas pembelajaran, karena itu yang utama,” kata Anindito atau yang akrab disapa Nino.

Setelah 140.000 memilih untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022-2023, Kemendikbudristek saat ini sedang membuka pendaftaran bagi satuan pendidikan yang ingin mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2023-2024.

Pendaftaran dibuka sejak tanggal 6 Februari 2023 sampai Jumat, 31 Maret 2023 melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM). Publik yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang berbagai kebijakan kurikulum dan mengunduh regulasi juga panduan terkaitnya dapat mengakses laman kurikulum.kemdikbud.go.id

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejati Bali Tepis Ada Titipan Mahasiswa dari Oknum Jaksa ke Unud: Pasca Menyeruaknya Kasus Dugaan Korupsi SPI

Kejati Bali Tepis Ada Titipan Mahasiswa dari Oknum Jaksa ke Unud: Pasca Menyeruaknya Kasus Dugaan Korupsi SPI

Denpasar | Senin, 20 Maret 2023 | 10:49 WIB

Unud Panik? Kembalikan Dana SPI dan Langkah Praperadilan: Pasca Rektor Jadi Tersangka Dugaan Korupsi SPI

Unud Panik? Kembalikan Dana SPI dan Langkah Praperadilan: Pasca Rektor Jadi Tersangka Dugaan Korupsi SPI

Ntb | Sabtu, 18 Maret 2023 | 13:43 WIB

Perusahaan Edukasi Teknologi Kelas Pintar Komitmen Dukung Implementasi Kurikulum Merdeka

Perusahaan Edukasi Teknologi Kelas Pintar Komitmen Dukung Implementasi Kurikulum Merdeka

Bisnis | Kamis, 16 Maret 2023 | 21:19 WIB

Siswa SMAN Kemangkon Gelar Bazar Kuliner Hasil Penerapan P5 Kewirausahaan

Siswa SMAN Kemangkon Gelar Bazar Kuliner Hasil Penerapan P5 Kewirausahaan

Purwokerto | Kamis, 16 Maret 2023 | 13:06 WIB

Mewujudkan Generasi Bangsa yang Pandai Melalui Literasi

Mewujudkan Generasi Bangsa yang Pandai Melalui Literasi

Your Say | Kamis, 02 Maret 2023 | 17:36 WIB

Gubernur NTT Minta Anak SMA Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Komisi X Desak Kemendikbud Turun Tangan: Itu Tepat Gak Sih?

Gubernur NTT Minta Anak SMA Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Komisi X Desak Kemendikbud Turun Tangan: Itu Tepat Gak Sih?

News | Selasa, 28 Februari 2023 | 17:06 WIB

Terkini

Investor Masih Senang Ambil Cuan, IHSG Tersungkur ke Level 6.300

Investor Masih Senang Ambil Cuan, IHSG Tersungkur ke Level 6.300

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 17:07 WIB

Kejati Geledah Kantor Dinas Pendidikan Riau, Bawa Tiga Boks Dokumen

Kejati Geledah Kantor Dinas Pendidikan Riau, Bawa Tiga Boks Dokumen

Riau | Kamis, 23 Juli 2026 | 17:05 WIB

Krisis Air dan Perubahan Iklim Mengintai, Amdatara Desak Pabrik AMDK Segera Jadi Industri Hijau

Krisis Air dan Perubahan Iklim Mengintai, Amdatara Desak Pabrik AMDK Segera Jadi Industri Hijau

Jawa Tengah | Kamis, 23 Juli 2026 | 17:04 WIB

Jakarta Mau Pungut Pajak Mobil Listrik, Penjualan Mobil Nasional Tetap Aman

Jakarta Mau Pungut Pajak Mobil Listrik, Penjualan Mobil Nasional Tetap Aman

Otomotif | Kamis, 23 Juli 2026 | 17:02 WIB

Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Tanamkan Karakter dan Wawasan Anak

Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Tanamkan Karakter dan Wawasan Anak

Surakarta | Kamis, 23 Juli 2026 | 17:00 WIB

Gen Z dan Sertifikat Online: Investasi Skill atau Sekadar Koleksi?

Gen Z dan Sertifikat Online: Investasi Skill atau Sekadar Koleksi?

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 17:00 WIB

BRI Gelontorkan Rp70 Juta untuk Korban Kebakaran Pasar Parluasan

BRI Gelontorkan Rp70 Juta untuk Korban Kebakaran Pasar Parluasan

Bri | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:56 WIB

PKB Soroti Penurunan Jumlah Santri, Ijtima Ulama Bahas Masa Depan Pesantren

PKB Soroti Penurunan Jumlah Santri, Ijtima Ulama Bahas Masa Depan Pesantren

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:56 WIB

BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Lewat Edukasi untuk Siswa SD

BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Lewat Edukasi untuk Siswa SD

Sumbar | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:53 WIB

Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Bekali Siswa SD dengan Edukasi Karakter

Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Bekali Siswa SD dengan Edukasi Karakter

Sumut | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:50 WIB

×