Kilas Balik Sederet Sanksi FIFA untuk Sepak Bola Indonesia

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Kamis, 30 Maret 2023 | 13:38 WIB
Kilas Balik Sederet Sanksi FIFA untuk Sepak Bola Indonesia
Relawan membawa logo FIFA menjelang pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar antara Argentina vs Australia di Stadion Ahmad Bin Ali di Al-Rayyan, barat Doha pada 3 Desember 2022. Kirill KUDRYAVTSEV / AFP

Suara.com - FIFA mengeluarkan pernyataan resmi soal penyelenggaraan Piala Dunia U-20 yang dijadwalkan akan digelar di Indonesia pada 20 Mei hingga 11 Juni mendatang. Setelah melakukan pertemuan dengan Ketua PSSI Erick Thohir, FIFA akhirnya memutuskan untuk membatalkan penyelenggaraan drawing Piala Dunia U-20 yang seharusnya digelar pada Jumat, (31/03/2023) dan juga secara resmi membatalkan Indonesia selaku tuan rumah Piala Dunia U-20.

Pernyataan yang diunggah langsung di situs resmi fifa.com ini menjadi tamparan keras bagi penyelenggara sepakbola di Indonesia, terutama timnas Indonesia U-20 yang sudah melakukan persiapan menuju Piala Dunia U-20 sejak tahun 2020 lalu.

Sanksi berat ini harus dipatuhi Indonesia selaku negara anggota yang memiliki lisensi resmi dari FIFA dalam penyelenggaraan kompetisi sepakbola di Indonesia. Sanksi FIFA ini juga bukan pertama kali yang diterima Indonesia.

Tercatat, Indonesia pernah beberapa kali menerima sanksi hingga sanksi dicabut sebagai anggota FIFA. Lalu, apa saja sanksi yang pernah diterima Indonesia? Simak inilah selengkapnya.

1. Sanksi dalam kualifikasi Piala Dunia 1958

Konflik penolakan kepada Israel sebelumnya juga pernah dialami oleh Indonesia yang berakhir dengan sanksi berat dari FIFA. Hal ini terjadi dalam kualifikasi Piala Dunia tahun 1958 saat Indonesia dengan keras menolak melaksanakan laga bersama Israel dalam laga kualifikasi Piala Dunia.

Penolakan ini didasari karena Israel sendiri sudah ditolak oleh 14 negara Timur Tengah dan Indonesia sendiri masih membutuhkan dukungan dari negara Timur Tengah dalam menyelesaikan konflik wilayah Papua Barat untuk direbut dari Belanda.

Awalnya, PSSI masih bersikeras mengajukan proposal kepada Israel agar laga tuan rumah dan tandang dilaksanakan di tempat yang netral, namun pihak Israel menolak proposal untuk laga tuan rumah itu sendiri. Kesepakatan antara kedua negara ini tak kunjung menemui titik tengah.

Hal ini membuat pihak FIFA akhirnya mengeluarkan sanksi kepada Indonesia karena dianggap gagal menyelenggarakan laga karena alasan politik. Sanksi ini membuat Indonesia didiskualifikasi dari kualifikasi Piala Dunia 1958 dan dikenakan denda sebesar 5.000 franc.

2. Cabut keanggotaan Indonesia dari negara anggota FIFA

Sanksi berat juga pernah dijatuhi FIFA ke Indonesia pada 30 Mei 2015 lalu. Sejarah sanksi FIFA ini pernah membuat dunia sepak bola Indonesia terpuruk. Hal ini awalnya disebabkan oleh interverensi yang dilakukan oleh Kemenpora kepada PSSI dengan membekukan operasional PSSI akibat adanya kepemimpinan ganda di dua klub sepakbola Arema Cronus dan Persebaya.

Hal ini membuat pengaturan PSSI menjadi kacau, termasuk hubungan dengan FIFA. Melihat situasi yang tidak kondusif, FIFA akhirnya mengeluarkan tiga poin sanksi. 

Sanksi pertama yaitu mencabut keanggotaan PSSI sebagai anggota FIFA. Kedua, semua klub Indonesia dilarang mengikuti kompetisi internasional yang dinaungi FIFA dan UFC. Ketiga, semua anggota PSSI tidak diperbolehkan mengikuti pelatihan, kursus, atau program pengembangan yang diselenggarakan FIFA dan UFC.

Sanksi terbaru yang diterima Indonesia juga menjadi fokus PSSI agar tidak terjadi sanksi lainnya. Kini, PSSI hanya dapat berlapang dada dan menerima sanksi dari FIFA yang tidak bisa diganggu gugat.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PSSI Fokus Pikirkan Sanksi FIFA ke Sepak Bola Indonesia

PSSI Fokus Pikirkan Sanksi FIFA ke Sepak Bola Indonesia

Bola | Kamis, 30 Maret 2023 | 13:26 WIB

3 Kerugian Timnas Indonesia usai Batal Tampil di Piala Dunia U-20 2023

3 Kerugian Timnas Indonesia usai Batal Tampil di Piala Dunia U-20 2023

Bola | Kamis, 30 Maret 2023 | 13:30 WIB

Jika Indonesia Kena Banned FIFA, Kru Liga Indonesia Terancam Menganggur

Jika Indonesia Kena Banned FIFA, Kru Liga Indonesia Terancam Menganggur

Bola | Kamis, 30 Maret 2023 | 13:01 WIB

3 Sanksi FIFA yang Mungkin Diterima PSSI usai Indonesia Batal Gelar Piala Dunia U-20 2023

3 Sanksi FIFA yang Mungkin Diterima PSSI usai Indonesia Batal Gelar Piala Dunia U-20 2023

Bola | Kamis, 30 Maret 2023 | 12:50 WIB

Zainudin Amali Sebut Jika Indonesia Dibanned FIFA, Kompetisi Liga Indonesia Bisa Terhenti

Zainudin Amali Sebut Jika Indonesia Dibanned FIFA, Kompetisi Liga Indonesia Bisa Terhenti

Bola | Kamis, 30 Maret 2023 | 12:48 WIB

Bukan soal Boikot Timnas Israel, Ono PDIP Justru Salahkan PSSI usai Indonesia Dicoret jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Bukan soal Boikot Timnas Israel, Ono PDIP Justru Salahkan PSSI usai Indonesia Dicoret jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

News | Kamis, 30 Maret 2023 | 12:08 WIB

Terkini

Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak

Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:03 WIB

Analisa: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

Analisa: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:55 WIB

Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin

Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:49 WIB

Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan

Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39 WIB

Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM

Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:30 WIB

Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran

Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:26 WIB

KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?

KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:03 WIB

Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran

Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:02 WIB

Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim

Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:56 WIB

Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret

Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:55 WIB