8 Kasus Penipuan Penggandaan Uang yang Bikin Geger: Modus Kain Kafan sampai Dukun Slamet

Agatha Vidya Nariswari

Selasa, 04 April 2023 | 19:42 WIB
8 Kasus Penipuan Penggandaan Uang yang Bikin Geger: Modus Kain Kafan sampai Dukun Slamet
Fakta Kasus Penggandaan Uang mbah Slamet di Banjarnegara (ANTARA/Sumarwoto)

Suara.com - Kasus penipuan dengan modus penggandaan uang belakangan ini kerap terjadi bahkan sampai membuat masyarakat geger. Baru-baru ini publik dihebohkan dengan temuan belasan mayat korban pembunuhan berantai dengan modus awal penggandaan uang dengan pelaku seorang dukun Slamet Tohari (45).

Pembunuhan berantai dengan korban 12 orang itu berkedok sebagai dukun sejak 2020. Kasus tersebut terungkap berawal dari laporan orang hilang. Sebelum kasus ini terungkap, ada sejumlah kasus penipuan dengan modus penggandaan uang yang menimpa masyarakat.

Berkaitan dengan kasus tersebut, berikut daftar kasus penipuan modus penggandaan uang yang bikin geger.

1. Pengusaha Sawit Tertipu Modus Penggandaan Uang

Penggandaan uang palsu di daerah ibu kota dengan barang bukti Rp7 miliar pun sempat menghebohkan. Penangkapan pelaku berawal saat korban melapor bahwa dirinya tertipu Rp300 juta.

Korban tersebut adalah seorang pengusaha sawit dari Riau. Sebelumnya, korban sempat bertemu dengan Bayu yang merupakan salah satu pelaku dan mengenalkan diri sebagai sosok yang mampu menggandakan uang.

Pertemuan itu tidak sengaja berlangsung di Yogyakarta. Kemudian pertemuan berlanjut sebanyak dua kali di Jakarta. Pelaku juga mengaku uang produknya asli karena diakui Bank Indonesia.

Agar percaya, korban pun diminta membayar makan malam di Kawasan Kelapa Gading dengan uang pelaku. Korban pun percaya setelah transaksi itu berhasil.

Akhirnya muncul kesepakatan dan korban menyerahkan Rp300 juta ke pelaku yang berjanji menggandakannya hingga Rp1,5 miliar. Korban pun tertipu dan melapor ke polisi.

baca juga

2. Daun Bisa Jadi Uang

Korban bernama Lukman Hakim dan temannya tertipu dengan tawaran penggandaan uang oleh pelaku bernama Manda Usman Ashari pada 2016. Manda merupakan warga Probolinggo, Jawa Timur.

Pelaku menggunakan modus kemampuan mengubah sekardus daun menjadi uang di depan korbannya. Pelaku meminta korban membeli minyak sakti dan membayar biaya ritual. Minyak tersebut senilai Rp16 juta.

Awalnya korban tergiur tapi semakin lama korban merasa ditipu karena uang tak kunjung cair. Akhirnya korban pun melaporkan ke polisi.

3. Kotak Pendatang Uang

INP (47) yang berasal dari Tabanan, Bali menjual kotak yang disebutnya ajaib karena dapat mendatangkan uang. Korban bernama Wayan Subawa tertarik dan pada Januari hingga Mei 2013, korban menyetor uang Rp54 juta untuk memperolehnya.

Namun, kotak itu tidak segera diberikan oleh pelaku dan INP meminta yang lagi. Korban terus bersabar karena di dalam kotak diperlihatkan ada uang sebesar Rp3 juta. Akhirnya pelaku tak memperbolehkan korban mengambil uang itu dan tidak dapat membuktikan kemampuannya menggandakan uang.

4. Modus Penggandaan Uang Pakai Kain Kafan

Empat orang pelaku penggandaan uang dengan kain kafan ini menjanjikan uang kepada korban Rp1,5 miliar dengan membayar Rp50 juta. Namun korban meminta bukti sebelum memberikan uangnya.

Tersangka pun menyanggupi dan meminta korban masuk ke sebuah kamar. Slamet selaku tersangka lain turut masuk ke kamar. Sementara Djasmani dan Waryono selaku tersangka lain menunggu di luar.

Di dalam kamar itu, Juari meminta korban menyerahkan uang Rp100 ribu. Uang itu kemudian dibakar oleh tersangka kemudian dimasukkan ke kardus air mineral dan ditutup kain kafan.

5. Simpan Rp1,2 Triliun Uang Palsu

Umriyah (46) selaku ibu rumah tangga melakukan penggandaan dan peredaran uang palsu. Umriyah menyimpan Rp1,2 triliun uang palsu yang terdiri dari uang rupiah palsu, uang Brasil, dan dolar Singapura palsu.

Polisi bahkan menemukan bukti lain yakni plat sertifikat palsu dari Bank Swiss yang dibuat dari tembaga. Bahkan Umriyah tergiur dengan penipuan itu lagi meski sudah dipenjara selama 1 tahun pada 2010 karena keuntungan yang besar.

6. Pria Ngaku Kiai

Seorang kyai viral pada 2014 karena mampu menggandakan uang. Kemampuan itu dipamerkan melalui YouTube. Dalam video itu, tampak seorang pria bergamis putih dan sorban hitam duduk di atas kursi.

Kemudian ia menaruh tangan ke belakang korban. Seketika uang itu hadir begitu saja. Uang pecahan yang terlihat di video itu pun dihamburkan. 

Terdapat lima hingga enam orang pria yang memamerkan uang itu. Hingga kini, identitas pelaku belum diketahui dan belum ditindaklanjuti.

7. Kasus Wowon Cs

Kasus serial killer dengan modus penggandaan uang dengan korban TKW sebanyak 9 orang sempat menjadi perbincangan. Wowon (60) bersama Duloh dan Dede Solehudin menipu korbannya dan satu persatu korban dibunuh ketika menagih uang hasil penggandaan.

Aksi ini dilakukan bertahun-tahun. Kerugian yang ditimbulkan dari para korban sekitar Rp1 miliar lebih. Beberapa korban juga merupakan kerabat Wowon.

8. Kasus Dukun Slamet

Kasus penipuan modus penggandaan uang berikutnya adalah dari Slamet Tohari. Slamet bersama asistennya BS melakukan penipuan melalui media sosial yang kemudian mengundang korbannya datang.

Aksi ini telah dilakukan sejak tahun 2020 dan terdapat 11 korban. Korban terbaru adalah korban berinisial PO. Aksinya diketahui setelah anak korban PO melaporkan Slamet ke polisi.

Para korban ditemukan oleh pihak kepolisian terkubur di kebun milik tersangka. Beberapa mayat dikubur dalam satu lubang dan tinggal tulang belulang. Salah satu korban terbaru yakni berinisial PO.

Pihak kepolisian pun masih terus melakukan pengembangan kasus ini. Pihaknya juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui jumlah pasti korban yang bermunculan.

"Untuk jumlah pasti (korban pembunuhan Mbah Slamet) belum bisa kami pastikan. Namun kami terus melakukan pengembangan terkait kasus ini," ujar AKP Bintoro Thio Pratama di lokasi kejadian pada Senin (3/4/2023).

Kontributor : Annisa Fianni Sisma

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas Ketipu! Ibu Ida Dayak Ingatkan Banyak Penipuan, Ini Cara Ikut Pengobatannya

Awas Ketipu! Ibu Ida Dayak Ingatkan Banyak Penipuan, Ini Cara Ikut Pengobatannya

Denpasar | Selasa, 04 April 2023 | 19:14 WIB

Detik-detik Terbongkarnya Aksi Keji Dukun Slamet: Berawal dari Laporan Orang Hilang, 12 Korban Ditemukan

Detik-detik Terbongkarnya Aksi Keji Dukun Slamet: Berawal dari Laporan Orang Hilang, 12 Korban Ditemukan

News | Selasa, 04 April 2023 | 19:04 WIB

Dukun Slamet Ditangkap Polisi atas Aksi Kejinya, Istri justru Bahagia karena Dibuat Sakit Hati selama Berumah Tangga

Dukun Slamet Ditangkap Polisi atas Aksi Kejinya, Istri justru Bahagia karena Dibuat Sakit Hati selama Berumah Tangga

Joglo | Selasa, 04 April 2023 | 18:35 WIB

Dukun Penggandaan Uang dan Serial Killer, Ini Deretan Kasus yang Sempat Heboh di Indonesia!

Dukun Penggandaan Uang dan Serial Killer, Ini Deretan Kasus yang Sempat Heboh di Indonesia!

Bandung | Selasa, 04 April 2023 | 18:15 WIB

Ragam Kelakuan Sadis Mbah Slamet: Tipu Daya Korban Berawal dari Pasang Iklan di Facebook

Ragam Kelakuan Sadis Mbah Slamet: Tipu Daya Korban Berawal dari Pasang Iklan di Facebook

News | Selasa, 04 April 2023 | 17:42 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×