Cara Orang Dulu Melihat Awal Syawal Idul Fitri, Gus Baha: Tidak Perlu Belajar Falak

Rifan Aditya Suara.Com
Rabu, 12 April 2023 | 08:35 WIB
Cara Orang Dulu Melihat Awal Syawal Idul Fitri, Gus Baha: Tidak Perlu Belajar Falak
Tangkapan layar Gus Baha [TikTok] - Cara Orang Dulu Melihat Awal Syawal Idul Fitri, Gus Baha: Tidak Perlu Belajar Falak

Suara.com - Kita sering menedengar penentuan awal syawal menggunakan ilmu hisab. Akan tetapi, ada yang menarik dari ceramah Gus Baha tentang cara orang dulu melihat awal syawal.

Menyimak ceramah Gus Baha yang dipublikasikan melalui channel Santri Gayeng, cara orang dulu melihat awal Syawal menurut Gus Baha itu menarik karena hanya dengan mengamati bentuk bulan.

Mengawali kisah dengan menyinggung kakek buyutnya yang juga sosok yang berilmu tinggi dalam agama, Gus Baha menyampaikan kembali apa yang kakek buyutnya pernah katakan kepadanya. 

Cara orang dulu melihat awal syawal jika terjadi polemik syawal adalah dengan melihat rembulan. Gus Baha lalu mengilustrasikan, misalnya menurut Mustofa awal Ramadhan itu hari Ahad, menurut Rukhin hari Senin, dan menurut Mas Abu hari Selasa. Bagaimana menyikapi hal ini?

Bagi Gus Baha orang-orang yang tidak mau menekuni ilmu falak hanya bisa berkata, "Sama-sama Islam kok berbeda?" 

Gus Baha pun menyindir, "Memangnya kalau sama-sama Islam pikirannya harus sama?" 

Pertanyaan berupa sindiran ini menyindir cara pandang masyarakat pada umumnya yang secara ilmu demokrasi saja sudah salah. Sampai-sampai berpikir kalau sama-sama Islam, pikirannya harus sama.

Gus Baha mengingatkan secara teori falak, Allah itu membuat bulan itu bisa saja 29 hari atau 30 hari. "Berarti sejak awal, potensi itu memang sama-sama ada," tegas Gus Baha.

Kembali ke cara orang dulu melihat awal Syawal menurut Gus Baha yang merefleksikan kembali ilmu dari buyutnya bahwasanya sebetulnya untuk mentukan awal syawal dan hari raya Idul Fitri itu mudah. 

Baca Juga: Beda Hari Raya Idul Fitri Muhammadiyah dan NU, Gus Baha: Tidak Usah Nimbrung Jika Tak Tahu Ilmunya

"Orang yang meributkan hal itu, disuruh saja melihat tanggal 15. Sekarang dihitung saja. Cobalah kalian percaya ilmu, model awam saja, tidak perlu belajar falak. Cari saja tanggal 15 dimulai dari hari Ahad (Minggu), hitung saja!" kata Gus Baha.

Gus Baha melanjutkan, setelah menghitung dengan cara awam tersebut nanti akan kelihatan. Ternyata pas tanggal 15 bulan itu posisinya masih belum sepenuhnya purnama. Ini berarti pendapat Mustofa keliru. 

Kemudian, kita pastikan bulan Purnamanya kapan. Jika ternyata purnama jatuh pada hari Senin, berarti teori Rukhin ada benarnya. 

Demikian itu cara orang dulu melihat awal Syawal menurut Gus Baha. Menurutnya cara orang dulu itu menunjukkan bahwa polemik perbedaan dan kebingungan Idul Fitri jatuh tanggal berapa telah terjadi sejak dahulu dan sangat dimaklumi. 

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI