Mengenal Tradisi Sapu Koin di Jembatan Sewoharjo saat Musim Mudik Lebaran

Agatha Vidya Nariswari

Kamis, 20 April 2023 | 17:41 WIB
Mengenal Tradisi Sapu Koin di Jembatan Sewoharjo saat Musim Mudik Lebaran
Sapu Koin [tangkapan layar]

Perlakuan menjengkelkan seorang pemudik di Jembatan Sewoharjo, Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Jawa Barat menyita perhatian masyarakat. Bagaimana tidak, ia hampir saja melukai nyawa tukang sapu koin bernama Mak Iye dengan tindakan yang ia sebut dengan ‘prank’.

Kejadian bermula pada saat pemudik yang menggunakan sepeda motor tersebut melempar uang yang diduga mencapai Rp15 juta di Jembatan Sewoharjo. Tukang sapu koin, yakni Mak Iye tersebut sontak melompat ke sungai demi bisa mendapatkan uang tersebut.

Namun, betapa kesalnya Mak Iye saat ia berhasil mendapatkan uang yang dilempar pemudik tersebut, hal tersebut karena uang yang ia kira rezekinya tersebut ternyata palsu alias uang mainan.

Mak Iye pun merasa jengkel karena telah dipermainkan oleh pemudik tersebut. Menurut Mak Iye, perlakuan tersebut sangatlah tidak baik dan juga tidak terpuji. Terlebih lagi, pengendara motor tersebut ia sebut mempermainkan orang yang memang susah untuk mengais rezeki.

Mak Iye mengaku bahwa setiap hari ia memang menyapu koin di jembatan tersebut karena tidak memiliki pekerjaan lain.

Lantas, apa itu tradisi sapu koin yang dijalankan oleh Mak Iye? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Sudah bukan hal yang aneh apabila para pemudik yang melewati jalur Pantura, khususnya Jembatan Sewoharjo, Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Jawa Barat akan bertemu dengan orang-orang yang duduk di pinggir jalan sembari membawa sapu lidi panjang.

Para pemegang sapu lidi tersebut adalah para penyapu koin yang menunggu para pemudik melemparkan uang ke jalan dalam bentuk apapun, baik itu koin hingga uang kertas. Pada saat para pengendara melemparkan uang, mereka pun akan sigap berebut untuk mengambil uang yang dilempar dengan menggunakan sapu lidi yang mereka bawa.

Konon, tradisi ini sudah berlangsung sejak bertahun-tahun. Sebagian warga percaya, tentang kisah kakak beradik yang bernama Saedah dan Saeni yang setiap harinya mengemis di Jembatan.

baca juga

Namun, kejadian naas menimpa kakak beradik tersebut, mereka meninggal dunia di sekitar jembatan. Masyarakat pun kemudian berinisiatif untuk mengenang arwah kakak beradik tersebut dengan cara melakukan ritual melempar uang di jembatan tersebut.

Pada masa itu, kakak beradik tersebut kerap mementaskan seni ronggeng di daerah jembatan. Saedah bertugas sebagai penabuh genderang, sementara Saeni menjadi penarinya.

Adanya sosok Saeni dan Saedah tersebut menjadikan masyarakat percaya bahwa jembatan tersebut sangat mistis. Bahkan, kemistisan tersebut kerap kali disangkutpautkan dengan kejadian kecelakaan tragis yang terjadi di jembatan tersebut.

Kecelakaan maut yang dimaksud adalah kecelakaan yang terjadi pada 11 Maret 1974, pada saat bus pengangkut transmigran dari Boyolali dengan tujuan Sumatera Selatan tergelincir saat melintas Jembatan Sewo dan masuk ke sungai. Bus tersebut pun terbakar.

Kejadian tersebut menewaskan para penumpang yang totalnya 67 orang. Seluruh korban tewas disemayamkan di pemakaman umum yang berlokasi di dekat lokasi kejadian.

Sejak adanya peristiwa tersebut, para pengendara yang melintasi Jembatan Sewo melemparkan uang saat melintas. Sampai saat ini, ritual lempar koin tersebut masih terus dilakukan.

Begitu juga dengan warga yang ada di sekitar Jembatan Sewo, mereka memungut koin-koin tersebut dengan ritual sapu koin. Sebagian masyarakat bahkan menjadikan ritual tersebut sebagai mata pencaharian.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika Jalur Gentong Macet, Ada Jalur Alternatif untuk Menuju Tasik dan Jateng. Simak Rutenya!

Jika Jalur Gentong Macet, Ada Jalur Alternatif untuk Menuju Tasik dan Jateng. Simak Rutenya!

Garut | Kamis, 20 April 2023 | 17:16 WIB

Naksir Saudara yang Ketemu Saat Mudik, Apa Hukum Menikahi Sepupu dalam Islam?

Naksir Saudara yang Ketemu Saat Mudik, Apa Hukum Menikahi Sepupu dalam Islam?

Lifestyle | Kamis, 20 April 2023 | 17:02 WIB

2 Penumpang Mobil Pemudik yang Hanyut di Arus Sungai Tapsel Ditemukan Meninggal Dunia, Total Tewas 8 Orang

2 Penumpang Mobil Pemudik yang Hanyut di Arus Sungai Tapsel Ditemukan Meninggal Dunia, Total Tewas 8 Orang

Sumut | Kamis, 20 April 2023 | 16:57 WIB

Kisah Pemudik Motor Roda Tiga dan Bajaj, Alasan Lebih Murah Ketimbang Naik Bus

Kisah Pemudik Motor Roda Tiga dan Bajaj, Alasan Lebih Murah Ketimbang Naik Bus

News | Kamis, 20 April 2023 | 16:50 WIB

Volume Kendaraan di Tol Cikampek Terus Melonjak, Kapolri Instruksikan Rekayasa Lalu Lintas

Volume Kendaraan di Tol Cikampek Terus Melonjak, Kapolri Instruksikan Rekayasa Lalu Lintas

Metro | Kamis, 20 April 2023 | 16:49 WIB

Terkini

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

×