Kilas Balik Sejarah Perbedaan Penentuan Idul Fitri Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Jum'at, 21 April 2023 | 13:05 WIB
Kilas Balik Sejarah Perbedaan Penentuan Idul Fitri Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Kilas Balik Sejarah Perbedaan Penentuan Idul Fitri NU Dan Muhammadiyah [SuaraSulsel.id/Kemenag Sulsel]

Suara.com - Perbedaan penentuan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia tahun ini kembali terjadi. Setelah Sidang Isbat dilaksanakan pada Kamis, (20/04/2023) kemarin, pemerintah melalui Kementerian Agama mengumumkan bahwa 1 Syawal 1444 H jatuh di hari Sabtu, 22 April 2023. Sedangkan, organisasi Muhammadiyah sudah mengumumkan bahwa 1 Syawal 1444 H jatuh di hari Jumat, 21 April 2023 hari ini. Perbedaan penentuan Hari Raya Idul Fitri ini pun bukan hanya sekali terjadi di nusantara.

Sejarah pun mencatat bahwa Indonesia pernah beberapa kali merayakan Idul Fitri dengan waktu yang berbeda, yaitu pada tahun 2006, 2007, 2011, dan kembali berbeda di tahun 2023 ini. Sedangkan, kebanyakan perbedaan ini terjadi pada penentuan 1 Ramadhan atau hari puasa pertama.

Secara ilmiah, penentuan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri ini dapat dilakukan dengan beberapa metode. 

Cara penentuan 1 Syawal dari pemerintah Indonesia sendiri merujuk kepada Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004. Di dalam fatwa tersebut, pemerintah dapat memutuskan hari Idul Fitri dengan menggabungkan dua metode penentuan awal bulan Kamariyah, yaitu dengan metode hisab atau perhitungan serta metode rukyat atau pemantauan dalam menetapkan awal masuknya bulan Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.

Sedangkan, untuk Muhammadiyah sendiri penentuan Idul Fitri menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Metode ini pun dilakukan dengan memperhitungkan gerak faktual Bulan di angkasa, sehingga penentuan awal bulan atau akhir bulan Kamariah berdasarkan kedudukan atau posisi Bulan tersebut.

Dalam menentukan awal bulan, pihak Muhammadiyah sendiri melakukan perhitungan dengan melihat apakah Matahari terbenam lebih dulu daripada Bulan walaupun hanya berselang satu menit atau kurang sesuai perhitungan. Muhammadiyah juga menggunakan cara ijtimak atau konjungsi dimana jika ijtimak terjadi sebelum matahari tenggelam pada malam tersebut, maka malam tersebut dan keesokan harinya sudah dapat ditentukan sebagai bulan baru.

Untuk penentuan Idul Fitri tahun 2023 ini, Kemenag bersama MUI pun mengambil data dengan melakukan perhitungan dan pemantauan sesuai metode yang disyaratkan. Pada Kamis, (20/04/2023) malam, Kemenag pun membenarkan bahwa hilal sudah berada di atas ufuk, namun ketinggian hilal masih berada di bawah standar minimal visabilitas yaitu sebesar 3 derajat dan elongasi sebesar 6,4 derajat.

Hal ini jelas berbeda dengan perhitungan Muhammadiyah. Pihak Muhammadiyah sendiri sudah memantau pergerakan Bulan dan Matahari beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Hasil penentuan 1 Syawal ini pun tertulis di Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/1.0E/2023 tentang Penetaan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1444 H.

"Tanggal 1 Syawal 1444 H jatuh di hari Jumat Pahing, 21 April 2023 M," tulis maklumat tersebut pada Selasa, (18/04/2023) lalu.

Untuk itu, tahun 2023 ini kembali menorehkan sejarah perbedaan hari raya Idul Fitri pada keputusan pemerintah dan organisasi Muhammadiyah. 

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Ada Maaf Jelang Lebaran, Nursyah Tega Aminkan Doa Agar Hidup Indah Permatasari Tidak Berkah

Tak Ada Maaf Jelang Lebaran, Nursyah Tega Aminkan Doa Agar Hidup Indah Permatasari Tidak Berkah

| Jum'at, 21 April 2023 | 12:55 WIB

Tak Cuma Indonesia, 7 Negara Ini Juga Punya Tradisi Mudik Saat Hari Raya Lho

Tak Cuma Indonesia, 7 Negara Ini Juga Punya Tradisi Mudik Saat Hari Raya Lho

Lifestyle | Jum'at, 21 April 2023 | 13:00 WIB

3 Amalan Sunah sebelum Salat Idul Fitri, Muslim Wajib Tahu

3 Amalan Sunah sebelum Salat Idul Fitri, Muslim Wajib Tahu

Lifestyle | Jum'at, 21 April 2023 | 12:40 WIB

Jangan Ugal-ugalan di Jalan! Tilang Elektronik Tetap Aktif saat Lebaran

Jangan Ugal-ugalan di Jalan! Tilang Elektronik Tetap Aktif saat Lebaran

News | Jum'at, 21 April 2023 | 12:31 WIB

Bolehkah Berhubungan Intim Saat Hari Raya Idul Fitri? Begini Penjelasan Buya Yahya

Bolehkah Berhubungan Intim Saat Hari Raya Idul Fitri? Begini Penjelasan Buya Yahya

| Jum'at, 21 April 2023 | 11:08 WIB

Dapat Ucapan Hari Raya Idul Fitri Dari Orang Lain, Bagaimana Cara Balas yang Baik Dalam Islam?

Dapat Ucapan Hari Raya Idul Fitri Dari Orang Lain, Bagaimana Cara Balas yang Baik Dalam Islam?

Lifestyle | Jum'at, 21 April 2023 | 11:55 WIB

Terkini

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB