Penyebab Aksi Teror KKB di Papua Tidak Kunjung Selesai

M Nurhadi

Selasa, 02 Mei 2023 | 18:04 WIB
Penyebab Aksi Teror KKB di Papua Tidak Kunjung Selesai
Proses evakuasi prajurit korban penembakan KKB di Mugi, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. (ANTARA/HO/Dokumen Pribadi)

Suara.com - Pembunuhan yang menyeret nama oknum Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua kembali terjadi. Peristiwa ini menunjukkan Indonesia ternyata tak habis-habisan tangani KKB di Papua dengan berbagai alasan.

Untuk diketahui, salah satu pimpinan KKB Papua, Joni Botak disebut tewas ditembak dan dianiaya oleh KKB lain, yakni pimpinan Lewis Kogoya akibat dituduh sebagai mata-mata.

Melansir Antara, Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri menyebutkan peristiwa penembakan tersebut terjadi pada Senin (24/4/2023) di Intan Jaya Papua.

Sebelum kejadian ini, pada Februari 2023 lalu, KKB Papua juga sempat bikin geger di wilayah Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Saat itu, pesawat Susi Air, maskapai milik Susi Pudjiastuti diduga dibakar setelah berhasil mendarat dengan selamat di Lapangan Terbang Paro. Sang pilot, Philips Marthen, juga disandera oleh KKB Papua. 

Banyak pihak menyayangkan alasan Indonesia tak bisa bergerak cepat untuk menangani KKB di Papua. Alasan utamanya, KKB dan banyak masyarakat Papua mengalami krisis kepercayaan terhadap pemerintah Indonesia.

Akibatnya, program-program yang secara khusus mengarah pada rekonsiliasi konflik mental begitu saja. KKB Papua awalnya bernama Organisasi Papua Merdeka (OPM), kelompok yang memiliki visi menjadikan Papua sebagai negara merdeka lepas dari Indonesia. KKB termasuk dalam anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Namun, bukannya fokus pada misi kemerdekaan yang mereka gaungkan. Belakangan, KKB justru beberapa kali melakukan aksi teror kepada masyarakat sipil. Tidak hanya sekedar menebar teror, mereka juga diwartakan membunuh warga sipil.

OPM sendiri merupakan gerakan yang aktif menginginkan Papua merdeka dan berdiri sendiri. Sedangkan TPNPB merupakan anggota tentara militer dari kelompok separatis OPM. Papua sepenuhnya menjadi bagian dari wilayah Indonesia sejak 1 Mei 1963. Setelah bendera Belanda berhasil digantikan dengan bendera merah putih.

Pada tahun 1969, Pemerintah Indonesia membawa referendum act of free choice atau Pepera ke Sidang Umum PBB. Dari hasil Pepera tersebut PBB menyetujui Papua berkedudukan sebagai bagian dari wilayah Indonesia. 

baca juga

Pada awalnya Papua bernama Irian Barat. Lalu saat pemerintahan Soeharto, nama Irian Barat diganti dengan Irian Jaya. Kemudian melalui Undang-undang Nomor 21 tentang Otonomi Khusus Papua, pada tahun 2021 Irian Jaya berganti nama menjadi Papua sebagi provinsi. 

Jauh sebelum pergantian nama menjadi Papua dan keputusan sindang PBB. Papua ingin melepaskan diri dari wilayah Indonesia dan merdeka melalui OPM dengan melakukan perlawanan terhadap TNI dan Polri. Diketahui konflik telah terjadi sejak tahun 1960-an hingga saat ini. 

Berdasarkan peneliti kajian Papua di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), aksi prokemerdekaan Papua dipicu akibat dari pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh beberapa oknum tentara Indonesia di Papua Barat kala itu.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dugaan Latar Belakang Penembakan di Kantor MUI

Dugaan Latar Belakang Penembakan di Kantor MUI

Tantrum | Selasa, 02 Mei 2023 | 17:23 WIB

Anggota Komisi VIII DPR RI Kecam Penembakan di Kantor MUI Pusat: Ini Tindakan Teror

Anggota Komisi VIII DPR RI Kecam Penembakan di Kantor MUI Pusat: Ini Tindakan Teror

Joglo | Selasa, 02 Mei 2023 | 17:11 WIB

Berakhir Tewas, Mustopa sempat Ngaku Tuhan saat Tembaki Kantor MUI Pusat

Berakhir Tewas, Mustopa sempat Ngaku Tuhan saat Tembaki Kantor MUI Pusat

Dexcon | Selasa, 02 Mei 2023 | 16:50 WIB

Terjadi Penembakan di Kantor MUI! Dua Staf Jadi Korban

Terjadi Penembakan di Kantor MUI! Dua Staf Jadi Korban

Bandung | Selasa, 02 Mei 2023 | 14:52 WIB

Jadi yang Pertama di Papua, Kabupaten Sorong Selatan Berhasil Eliminasi Penyakit Malaria

Jadi yang Pertama di Papua, Kabupaten Sorong Selatan Berhasil Eliminasi Penyakit Malaria

Health | Selasa, 02 Mei 2023 | 14:40 WIB

Viral Video Pelajar di Papua Jajan Rp 5 Ribu Hanya Dapat Air Putih

Viral Video Pelajar di Papua Jajan Rp 5 Ribu Hanya Dapat Air Putih

Sumatera | Senin, 01 Mei 2023 | 18:51 WIB

Terkini

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:08 WIB

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:01 WIB

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 22:40 WIB

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:32 WIB

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan!  Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:19 WIB

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:08 WIB

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:51 WIB

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:34 WIB

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:09 WIB

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:48 WIB