Suara.com - Nama bidan Nur Khoiriah mendadak menjadi frasa atau kata kunci yang paling banyak dicari di media sosial. Adapun hal itu berkat viralnya sosok Dokter Wayan yang membuka praktik dokter di sebuah rumah mewah namun terbengkalai bak sebuah kapal pecah yang berlokasi di Karawang.
Usut punya usut, Nur Khoiriah merupakan istri pertama Dokter Wayan.
Seperti sang suami, Nur Khoiriah juga merupakan seorang tenaga medis, yakni seorang bidan yang mendampingi para ibu bersalin.
Profil Nur Khoiriah: Kepala Puskesmas Klari
Awalnya, Nur Khoiriah merupakan seorang warga Kalimantan, tetapi semenjak menikah dengan Dokter Wayan, ia ikut pindah ke Karawang.
Adapun Nur Khoiriah kini menjabat sebagai Kepala Puskesmas Klari, Kabupaten Karawang.
Nur Khoiriah juga sempat membuka praktik kesehatan di rumah mewah Dokter Wayan sebelum kondisinya memprihatinkan.
Sayangnya, lantaran beda agama kedua pasangan tersebut harus bercerai 15 tahun lalu atau pada 2008 silam.
Hal ini turut dibenarkan oleh perangkat desa, Sofi, saat diundang di acara Youtube Lembur Pakuan Channel, Kamis (4/5/2023).
Kendati demikian, tak diketahui apakah kedua pasangan tersebut memiliki anak.
Nur bertugas di Dinas Kesehatan dari tahun 2015 sampai 2018 setelah berpisah dengan Dokter Wayan. Meski pisah dengan suaminya, Nur tetap berkarier sebagai tenaga medis dan menjadi Kepala UPTD Puskesmas Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang hingga tahun 2021.
Akhirnya Nur dipindah ke Puskemas Klari dan menjabat sebagai kepala.
Tak mau kalah dengan sang suami yang menuai pujian dengan membuka praktik dengan cuma-cuma, Nur juga sempat menorehkan prestasi sebagai peroleh capaian pelayanan NJP terbanyak di Kabupaten Karawang saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun 2022.
Tampak dari media sosial pribadinya, Nur kini sepertinya telah memiliki pasangan baru dan dikaruniai dengan dua anak perempuan.
Wayan juga di sisi lain akhirnya menikah lagi dengan seorang perempuan muda.
Kehidupan Wayan berubah setelah ditinggal istri kedua
Diduga bahwa kondisi rumah Wayan menjadi lapuk dan terbengkalai usai ditinggal istri keduanya.
Adapun hal ini diungkap oleh Warsih, seorang warga yang tinggal di desa yang sama dengan Wayan.
Setelah cerai, Wayan tak mengurus rumah dan dirinya sendiri. Penampilan Wayan juga dinilai lebih rapih kala masih menikah dengan istri keduanya.
Tetapi di balik semua hal itu, Wayan adalah sosok yang dermawan. Warsih menceritakan bahwa Wayan melayani warga sekitar dengan cuma-cuma dan bahkan boleh mencicil dan berutang.
Kontributor : Armand Ilham