- Sejumlah ibu di Jakarta menggelar aksi dukungan program Makan Bergizi Gratis pada Senin, 22 Juni 2026.
- Program ini membantu ekonomi keluarga karena mampu mengurangi pengeluaran uang jajan anak secara signifikan setiap hari.
- Peserta aksi meminta pemerintah meningkatkan kualitas kebersihan serta rasa makanan agar lebih layak dikonsumsi siswa sekolah.
Suara.com - Sejumlah emak-emak yang mengikuti aksi dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta mengaku merasakan manfaat ekonomi dari program tersebut. Namun, di balik dukungan itu, mereka juga menyuarakan catatan serius terkait kualitas makanan yang diterima anak-anak di sekolah.
Dalam aksi yang digelar, para peserta membawa berbagai peralatan dapur seperti panci, wajan, hingga alat masak lainnya. Selain menyampaikan aspirasi, suasana aksi juga diwarnai antusiasme peserta yang berebut masuk dalam konten TikTok.
Salah seorang peserta aksi, Wulan, warga Halim, Jakarta Timur, mengatakan program MBG sangat membantu kondisi keuangan keluarganya. Sebagai ibu dari tiga anak, ia mengaku pengeluaran untuk uang jajan anak kini jauh berkurang.
"Manfaat yang dirasakan ya memang bermanfaat sekali, lebih irit. Anak saya tiga, jadi uang jajan mereka sekarang utuh dan bisa ditabung karena sudah mendapatkan jatah makan di sekolah," ujar Wulan di lokasi aksi, Senin (22/6/2026).
Meski demikian, Wulan mengaku anak-anaknya beberapa kali mengeluhkan kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG.
"Anak saya sering komplain. Pernah bilang, 'Mama tadi aku di sekolah dapat MBG tapi ada ulatnya di sayuran, di seladanya'. Atau pernah juga kebagian tomat yang rasanya sudah tidak enak," jelasnya.

Menurut Wulan, aspek kebersihan dan kualitas bahan pangan dalam program MBG harus menjadi perhatian serius. Ia mengatakan anak-anak cenderung menyukai makanan yang diolah segar dan menyerupai masakan rumahan.
"Lebih yang mereka sukai itu yang seperti yang fresh. Makanan seperti ayam atau daging yang benar-benar seperti masakan ibunya di rumah," ucap Wulan.
Kendati menyampaikan berbagai keluhan, Wulan berharap program MBG tidak dihentikan karena dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi para siswa dan keluarga.
"Sebenarnya sih kalau distop jangan ya, karena memang dampaknya untuk anak-anak itu sudah bagus. Hanya mohon untuk diperbaiki saja. Makanannya lebih dienakin lagi, lebih yang bergizi lagi dan tidak asal-asalan. Harus benar-benar bergizi untuk anak sekolah," tuturnya.