Mensesneg Pratikno dan Menag Yaqut Mendadak Datangi Kantor PBNU Siang Ini, Ada Apa?

Chandra Iswinarno | Rakha Arlyanto | Suara.com

Kamis, 25 Mei 2023 | 14:35 WIB
Mensesneg Pratikno dan Menag Yaqut Mendadak Datangi Kantor PBNU Siang Ini, Ada Apa?
Mensesneg Pratikno mendadak datangi Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakpus pada Kamis (25/5/2023). [Suara.com/Rakha Arlyanto]

Suara.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mendatangi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat pada Kamis (25/5/2023) siang. Lalu apa tujuan keduanya mendatangi kantor PBNU siang ini?

Pantauan Suara.com di kantor PBNU, Yaqut Cholil atau yang kerap disapa dengan Gus Yaqut tiba di kantor PBNU sekira pukul 13.00 WIB. Ketika ditanyai perihal kedatangannya Gus Yaqut enggan berkomentar.

Sementara itu, Pratikno tiba di kantor PBNU sekitar pukul 14.00 WIB. Ia tidak membeberkan secara detail mengenai maksud kedatangannya ke PBNU siang ini.

"Aku diundang sama Pak Ketum (PBNU)," ujar Pratikno kepada wartawan.

Sebelumnya, PBNU kedatangan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah. Dalam kesempatan itu, hadir Ketua Umum (PP) Muhammdidyah Haedar Nashir, Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu'ti, Ketua PP Muhammdiyah Anwar Abbas beserra rombongan.

Mereka ditemui langsung oleh jajaran PBNU termasuk Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. Selepas pertemuan, jajaran PBNU dan PP Muhammadiyah menggelar konferensi pers.

Salah satu topik yang dibahas, yakni soal politik identitas menjelang ajang Pemilu 2024. Gus Yahya dengan tegas menolak politik identitas pada Pemilu 2023. Khususnya, politik identitas yang membawa nama besar NU.

"Saya sering katakan, bahwa kita tidak mau ada politik berdasarkan identitas Islam. Bahkan kita tidak mau ada politik berdasarkan identitas NU," ucap Gus Yahya.

Gus Yahya menilai, politik identitas berbahaya karena berpotensi memecah belah masyarakat. Selain itu, dia menilai praktik politik identitas pada akhirnya hanya akan menguntungkan kelompok tertentu. Lantaran itu, PBNU mendorong adanya upaya politik yang lebih rasional dibandingkan politik identitas.

"Mengutamakan identitas primordial tanpa ada kompetisi yang lebih rasional, menyangkut hal yang lebih visioner dan tawaran agenda yang bisa dipersandingkan antar kompetitor," jelas Gus Yahya.

Sementara itu, Haedar Nashir menilai politik identitas akan menimbulkan polarisasi di masyarakat saat musim politik.

"Karena menyandarkan, maka sering terjadi politisasi sentimen atas nama agama ras suku golongan yang akhirnya membawa ke arah polarisasi," ujar Haedar.

Dia berharap para calon yang ikut kompetisi dalam Pemilu 2023 tidak memakai cara politik identitas untuk mendulang suara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Nahdliyin Tak Bawa-bawa NU Jadi Modal Politik, Gus Yahya: Harus Punya Tawaran dan Prestasi Sendiri

Minta Nahdliyin Tak Bawa-bawa NU Jadi Modal Politik, Gus Yahya: Harus Punya Tawaran dan Prestasi Sendiri

News | Kamis, 25 Mei 2023 | 12:53 WIB

Sejumlah Kader NU Masuk Bursa Cawapres 2024, Gus Yahya: Kami Mau Lihat Tawaran Konkretnya

Sejumlah Kader NU Masuk Bursa Cawapres 2024, Gus Yahya: Kami Mau Lihat Tawaran Konkretnya

News | Kamis, 25 Mei 2023 | 12:42 WIB

Rombongan PP Muhammadiyah Datangi Kantor PBNU Pagi Ini, Ada Apa?

Rombongan PP Muhammadiyah Datangi Kantor PBNU Pagi Ini, Ada Apa?

News | Kamis, 25 Mei 2023 | 10:28 WIB

Terkini

Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral

Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral

News | Minggu, 26 April 2026 | 17:27 WIB

Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul

Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul

News | Minggu, 26 April 2026 | 17:25 WIB

Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan

Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan

News | Minggu, 26 April 2026 | 16:37 WIB

Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli

Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli

News | Minggu, 26 April 2026 | 16:27 WIB

Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta

Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta

News | Minggu, 26 April 2026 | 16:25 WIB

Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi

Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi

News | Minggu, 26 April 2026 | 16:10 WIB

Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital

Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital

News | Minggu, 26 April 2026 | 16:00 WIB

KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!

KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!

News | Minggu, 26 April 2026 | 15:11 WIB

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:28 WIB

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:25 WIB