Ada Usul Referendum di Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina dari Prabowo, Pakar: Tidak Ada Wilayah Sengketa di Sini

Chandra Iswinarno, Dea Hardiningsih Irianto

Senin, 05 Juni 2023 | 19:59 WIB
Ada Usul Referendum di Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina dari Prabowo, Pakar: Tidak Ada Wilayah Sengketa di Sini
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto di International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit, Singapura, Sabtu (3/6/2023). (ANTARA/HO-Tim Media Prabowo Subianto)

Suara.com - Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Airlangga Radityo Dharmaputra menilai proposal perdamaian yang diajukan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk mengurai konflik Rusia dan Ukraina tidak masuk akal.

Menurutnya, usulan-usulan Prabowo tidak sesuai dengan kondisi di lapangan yang berkonflik, tidak mempertimbangkan konteks sejarah dan politik kawasan Eropa Timur, serta tidak sesuai dengan prinsip Indonesia sendiri.

Radityo menjelaskan, salah satu usulan Prabowo ialah gencatan senjata. Mengenai usulan ini, dia menyebut tidak akan ada yang bisa menjamin Rusia benar-benar menghentikan serangan bersenjata.

"Sejak awal perang, sudah ada banyak upaya gencatan senjata terutama oleh Turki. Tercatat sejak 28 Februari 2022 sudah ada belasan kali upaya tersebut. Hasilnya, nihil!" kata Radityo dalam pernyataannya yang dikutip pada Senin (5/6/2023).

Dia menyebut ada tiga halangan terjadinya gencatan senjata yaitu Rusia yang tidak menghentikan serangan meski negosiasi sedang berlangsung, adanya Tragedi Bucha yang membuat Ukraina trauma, dan kebiasaan Rusia yang disebut tidak pernah menepati janji.

"Jadi, seruan gencatan senjata harusnya ditekankan dulu pada Rusia agar menghentikan serangan dan menarik mundur pasukannya. Perlu ada jaminan keamanan dari negara-negara lain. Setelah itu, baru bisa ada komitmen lanjutan perundingan dalam bentuk apapun," tutur Radityo.

Usulan Prabowo selanjutnya ialah penarikan mundur pasukan sejauh 15 km dan pembentukan zona demiliterisasi (DMZ).

Radityo mengatakan, usulan tersebut masuk akal jika disampaikan pada awal terjadinya konflik.

Namun saat ini, Ukraina sudah menyiapkan serangan balik sehingga usulan tersebut menjadi tidak relevan.

baca juga

"Selain itu, berdasarkan kondisi sekarang, DMZ mau didasarkan pada posisi yang mana? Kalau asumsinya serangan di Belgorod juga bagian dari serangan balik, maka sebagian akan berada di wilayah Rusia. Kalau tidak, maka seluruh wilayah DMZ akan berada di wilayah Ukraina," papar dia.

"Parahnya, proposal ini juga menawarkan referendum bagi wilayah sengketa. Perlu dicatat, tidak ada wilayah sengketa di sini. Yang ada adalah wilayah Ukraina yang diambil secara ilegal oleh Rusia sejak 2014. Wilayah yang mana yang dimaksud oleh Prabowo?" sambungnya.

Sebelumnya, Menhan Ukraina yang berada di bahwa komando Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut usulan Prabowo sebagai hal yang aneh.

Usulan tersebut disampaikan oleh sang Menhan RI di pertemuan menhan sedunia di International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit, Singapura, Sabtu (3/6/2023).

Prabowo menyampaikan lima poin solusi damai yang terdiri atas gencatan senjata, penarikan mundur pasukan Rusia dan Ukraina sejauh 15 kilometer dari posisi serangan masing-masing pihak, dan pembuatan DMZ (zona demiliterisasi) di wilayah antara pasukan Rusia dan Ukraina.

Dia juga mengusulkan pasukan penjaga perdamaian dan pemantau PBB, referendum di wilayah sengketa.

Referendum tersebut diperuntukan demi menentukan bagi warga di zona demiliterisasi tersebut ingin bergabung ke Rusia atau Ukraina.

Tak lupa, Prabowo menuntut agar dialog Shangri-La menemukan modus deklarasi sukarela yang bertujuan mendesak Ukraina dan Rusia untuk segera memulai negosiasi perdamaian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Proposal Damai Ditolak Ukraina, Komisi I DPR Minta Menhan Prabowo Hati-hati Beri Opini Agar Tak Dianggap Aneh

Proposal Damai Ditolak Ukraina, Komisi I DPR Minta Menhan Prabowo Hati-hati Beri Opini Agar Tak Dianggap Aneh

News | Senin, 05 Juni 2023 | 18:45 WIB

Ukraina Ogah Ikuti Resolusi Perdamaian Usulan Prabowo, Menhan Reznikov: Seperti Rencana Rusia

Ukraina Ogah Ikuti Resolusi Perdamaian Usulan Prabowo, Menhan Reznikov: Seperti Rencana Rusia

News | Senin, 05 Juni 2023 | 18:41 WIB

Menengok Solusi Damai Prabowo yang Ditolak Ukraina: sampai Dibilang Aneh

Menengok Solusi Damai Prabowo yang Ditolak Ukraina: sampai Dibilang Aneh

News | Senin, 05 Juni 2023 | 17:28 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×