Marak Kasus Kendaraan Mati Mesin di Rel Kereta Api, Apa Penyebabnya?

Farah Nabilla Suara.Com
Rabu, 19 Juli 2023 | 13:41 WIB
Marak Kasus Kendaraan Mati Mesin di Rel Kereta Api, Apa Penyebabnya?
Rangkaian KA barang melintas di jalur KA lokasi kecelakaan KA Brantas di persimpangan Jalan Madukoro Semarang, Rabu (19/7/2023). [ANTARA/ HO-KAI Daop Semarang]

Suara.com - Kasus tabrakan antara kereta Brantas dengan sebuah mobil truk di jembatan Jalan Madukoro, Semarang, Jawa Tengah pada Selasa malam (18/07/2023) menjadi perhatian publik. Pasalnya, tabrakan ini terjadi ketika sebuah truk kontainer macet di perlintasan kereta.

Berbagai video tabrakan ini pun tersebar di media sosial. Kejadian tabrakan ini pun menyebabkan terjadinya ledakan dan satu orang penumpang dikabarkan menjadi korban luka-luka dalam insiden ini.

Kasus ini pun kini ditangani oleh pihak Polrestabes Semarang. Dari pengakuan supir yang membawa truk tersebut, truk mendadak mati mesin dan mogok saat akan melintas di jalur kereta.

Panik karena mesin truk tak kunjung menyala, supir dan kernet truk tersebut pun turun dan meminta bantuan petugas yang sedang berjaga di dekat rel kereta.

Namun nahas, kereta Brantas yang melaju kencang kian dekat dan sulit dihentikan. Hal ini membuat kereta Brantas tersebut menabrak truk tersebut.

Insiden kendaraan yang mati mesin saat berada di rel kereta api ini kerap kali terjadi di Indonesia. Tak jarang, kecelakaan pun terjadi akibat kereta yang sulit dihentikan saat melaju kencang di jalurnya.

Lalu, apa sebenarnya penyebab dari hal tersebut? Simak inilah selengkapnya.

Penyebab kendaraan yang mati mesin di rel kereta api ini sendiri pernah diungkap oleh Kepala Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI, Harry Harjadi. Menurut Harry, mesin kendaraan yang mati saat berada di rel kereta api terjadi akibat adanya reaksi elektromagnetik antara kendaraan dan rel kereta api.

"Sumber dari masalah itu adalah adanya emisi elektromagnet di palang kereta atau kabel penyalur arus listrik di sepanjang rel kereta yang tidak kompatibel. Hal ini awalnya disebabkan karena adanya paparan emisi kelistrikan dari benda lain selain badan kereta itu sendiri sehingga menimbulkan kekacauan dalam sistem kelistrikan di rel kereta api," ungkap Harry. Tak hanya itu, hubungan elektromagnetik ini juga berkaitan dengan palang kereta.

Baca Juga: Sederet Fakta Tabrakan KA Brantas vs Truk di Semarang

Adanya emisi elektromagnetik yang berasal dari palang kereta api membuat injektor dari kendaraan tak bisa digunakan sebagai mestinya, sehingga inilah yang membuat kendaraan sering mati mendadak saat melewati perlintasan kereta api.

Oleh karena itu, perawatan dari komponen elektrik di perlintasan kereta api serta komponen pendukung lain seperti palang kereta perlu dilakukan agar menghindari adanya paparan emisi elektromagnetik yang menyebabkan kejadian kendaraan mati mendadak di perlintasan kereta api.

Terlebih lagi kebanyakan perlintasan kereta api melewati banyak jalan-jalan padat pengendara mobil atau sepeda motor.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI