Misteri Siapa Miss Huang di Sindikat Penjualan Ginjal Ilegal, Fasih 3 Bahasa, Mampu Rayu Puluhan Orang

Rifan Aditya | Suara.com

Senin, 24 Juli 2023 | 08:45 WIB
Misteri Siapa Miss Huang di Sindikat Penjualan Ginjal Ilegal, Fasih 3 Bahasa, Mampu Rayu Puluhan Orang
Ilustrasi sindikat penjual ginjal ilegal, siapa miss huang? (Freepick)

Suara.com - Kasus jual ginjal ilegal yang menyebut-nyebut Miss Huang sebagai tokoh utama jadi perbincangan. Siapa Miss Huang sebenarnya dan apa perannya sebenarnya dalam sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ini?

Gerakan penjualan ginjal ke Kamboja berhasil diringkus polisi. Sebanyak 12 orang sudah diamankan Polda Metro Jaya dan diperiksa. Salah satu dari mereka menyebut keterlibat sosok perempuan yang dipanggil Miss Huang. 

Siapa Miss Huang?

Identitas Miss Huang belum diketahui. Bisa jadi sebutan Miss Huang pun hanya merupakan kode panggilan dalam sindikat tersebut dan bukan nama sebenarnya. 

Kesaksian dari Hanim, salah satu pelaku yang tertangkap menyebutkan bahwa Miss Huang memiliki kemampuan berkomunikasi dalam tiga bahasa, Bahasa Indonesia, Kamboja, dan Mandarin. Itu membuatnya dapat dengan mudah berkomunikasi. 

Dengan kemampuan tiga bahasa itu, Miss Huang dapat merayu 10 sampai 20 orang untuk dibeli ginjalnya. Miss Huang ini jugalah yang mengurus komunikasi antara korban, pembeli, dan pihak rumah sakit di Kamboja. 

Hanim mengaku mengenal Miss Huang pertama kali saat menjual ginjalnya sendiri tahun 2019. Setelah menjual ginjal, Hanim diajak bergabung ke dalam sindikat. Menurut Hanim, perawakan Miss Huang seperti orang Tiongkok. 

Miss Huang berperan sangat penting dalam organisasi sindikat ini karena dia adalah penyambung lidah. Dia mengatur segala keperluan di Kamboja termasuk dengan Rumah Sakit di Kamboja.

Salah satu rumah sakit yang menjadi tempat proses pengambilan/transfer adalah RS Militer Kamboja bernama Preah Ket Mealea, di sekitar kawasan Phnom Penh. 

Miss Huang juga memegang perananan komunikasi dengan Hanim yang ditunjuk untuk mencari pendonor ginjal lainnya. 

Modus operandi jaringan ini adalah dengan cara membuka penawaran donor ginjal melalui akun Facebook. Mereka membuat komunitas Donor Ginjal Indonesia dan Donor Ginjal Luar Negeri. Selain menggunakan sosial media, pelaku juga menggunakan metode lisan untuk membujuk calon pendonor ginjal.

Jika pendonor bersedia, orang tersebut akan diberangkatkan ke Kamboja. Operasi pengambilan ginjal dilakukan di sana.

Jumlah korban sudah mencapai 122 orang. Korban berasal dari beragam profesi. Korban umumnya beralasan menjual ginjal karena mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi  Covid-19.

Hanim mengaku bahwa jaringan yang tertangkap saat ini merupakan kaki tangan Miss Huang. Sebelumnya, ketika Hanim menjadi pendonor, dia tidak menggunakan perantara untuk berkomunikasi dengan Miss Huang. Namun, setelah direkrut, dirinyalah yang menjadi perantara. 

Demikian itu informasi mengenai siapa Miss Huang yang masih menjadi misteri. Saat ini, polisi masih terus mendalami kasus dan mencari tahu siapa Miss Huang ini sebenarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negara yang Izinkan Donor Ginjal dari Jenazah atau Pasien Mati Otak

Negara yang Izinkan Donor Ginjal dari Jenazah atau Pasien Mati Otak

Health | Minggu, 23 Juli 2023 | 17:32 WIB

Omzet Bisnis Jual Beli Ginjal Capai Puluhan Miliar, Korban Paling Dirugikan

Omzet Bisnis Jual Beli Ginjal Capai Puluhan Miliar, Korban Paling Dirugikan

Bisnis | Minggu, 23 Juli 2023 | 17:27 WIB

5 Fakta Sindikat Jual Beli Ginjal, Uang Ratusan Juta Tak Sepenuhnya Milik Korban

5 Fakta Sindikat Jual Beli Ginjal, Uang Ratusan Juta Tak Sepenuhnya Milik Korban

Bisnis | Minggu, 23 Juli 2023 | 16:49 WIB

Marak Kasus TPPO, Ini 6 Modus Perdagangan Manusia yang Wajib Diwaspadai

Marak Kasus TPPO, Ini 6 Modus Perdagangan Manusia yang Wajib Diwaspadai

Your Say | Minggu, 23 Juli 2023 | 15:41 WIB

Profil Pelaku Sindikat Jual Beli Ginjal: Awalnya Donor Lalu Jadi Koordinator

Profil Pelaku Sindikat Jual Beli Ginjal: Awalnya Donor Lalu Jadi Koordinator

News | Minggu, 23 Juli 2023 | 12:03 WIB

Terkini

Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?

Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:18 WIB

Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen

Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:13 WIB

Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen

Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:08 WIB

Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres

Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:02 WIB

Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa

Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:22 WIB

Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:15 WIB

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:08 WIB

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:59 WIB

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:30 WIB

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:26 WIB