Kasus Pelecehan Lettu AAP ke Prajurit, Pengamat Soroti Risiko Disorientasi Seksual Sistem Pendidikan Asrama

Chandra Iswinarno, Muhammad Yasir

Jum'at, 22 September 2023 | 15:45 WIB
Kasus Pelecehan Lettu AAP ke Prajurit, Pengamat Soroti Risiko Disorientasi Seksual Sistem Pendidikan Asrama
Ilustrasi prajurit TNI AD. Pengamat militer menyoroti disorientasi seksual dalam kasus pelecehan seksual yang dilakukan Lettu AAP. [Istimewa]

Suara.com - Kasus pelecehan hingga penyimpangan seksual kembali terjadi di lingkungan TNI. Terbaru, perwira pertama Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) berinisial Lettu AAP (31) dilaporkan melakukan pelecehan seksual sesama jenis terhadap tujuh bawahannya yang berpangkat prajurit dua atau Prada.

Pengamat militer sekaligus Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyebut persoalan pelanggaran hukum kesusilaan termasuk LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di lingkungan TNI memang sedemikian serius.

Menurutnya perlu sanksi tegas terhadap prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran agar tidak semakin meluas hingga memengaruhi kesiapsiagaan serta mengganggu soliditas prajurit.

"Persoalan ini memang tak boleh dibiarkan dan harus menjadi salah satu agenda prioritas dalam pembinaan personel TNI," kata Khairul kepada Suara.com, Jumat (22/9/2023).

Fenomena penyimpangan seksual hingga LGBT di lingkungan TNI, lanjut Khairul, semata-mata juga bukan karena lemahnya sistem perekrutan. Tetapi memang menurutnya perlu diakui praktik disorientasi seksual mudah terjadi dalam sistem pendidikan berasrama.

"Praktik disorientasi seksual memang mudah terjadi dalam proses pendidikan dan merupakan salah satu risiko dan kerentanan dari sistem pendidikan berasrama," ungkapnya.

Atas hal itu, Khairul menyatakan evaluasi terkait pembinaan mental prajurit di lingkungan TNI perlu dilakukan untuk mengantisipasi sejak dini munculnya potensi perubahan perilaku seksual tersebut.

Selain juga diperlukan sebuah kurikulum baku, metode bimbingan, pengasuhan dan pengawasan yang antisipatif di lingkungan asrama maupun di lingkungan kedinasan.

"Secara faktual menurut saya persoalan orientasi seksual juga sangat besar pengaruhnya pada soliditas dan kesiapsiagaan. Di lingkungan militer, soliditas dibangun hingga satuan terkecil dan merupakan salah satu nilai yang menjadi prioritas untuk ditanamkan dalam pembinaan personel. Soliditas personel menjadi salah satu aspek penting dalam hal kesiapsiagaan pasukan. Hal ini juga berkaitan erat dengan korsa," jelasnya.

baca juga

Khairul kemudian menuturkan bahwa LGBT pada satu sisi di lingkungan TNI dianggap sebagai perilaku menyimpang dan berbeda dari mayoritas prajurit yang lain. Karena itu mereka yang memiliki penyimpangan seksual tersebut memiliki kecenderungan untuk membentuk komunitas agar bisa merasa kuat dan eksis.

"Seperti saya katakan tadi, di lingkungan militer, soliditas erat kaitannya dengan korsa. Ada banyak komunitas yang terbangun dengan korsa yang kuat. Semisal menggunakan kesamaan daerah asal, tempat penugasan, angkatan pendidikan, minat atau hobi dan lain-lain," tuturnya.

"Bayangkan jika ini berkaitan dengan LGBT. Korsanya dibangun atas dasar kesamaan orientasi seksual yang sebenarnya merupakan minoritas. Kemungkinannya kemudian adalah mereka bisa dianggap ancaman karena berpotensi meluas, padahal mayoritas menganggap perilaku mereka menyimpang," imbuh Khairul.

Saat Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Laut atau KSAL, Khairul mengungkap yang bersangkutan sebenarnya pernah memberi peringatan keras, tegas dan terbuka pada para prajurit. Hal semacam ini menurutnya juga perlu dilakukan oleh pimpinan atau Kepala Staf TNI lainnya dan ditekankan pada jajaran pimpinan lembaga/satuan, perwira tinggi hingga perwira menengah.

"Dan kelak, Panglima TNI yang baru harus mampu menjawab tantangan bagaimana membangun pola pembinaan personel yang tak membuka peluang terjadinya praktik disorientasi seksual dalam kehidupan prajurit. Karena bagaimanapun, konsep asrama tak mungkin dihindari di lingkungan TNI," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lettu AAP Kabur Lewat Jendela Saat Proses Interogasi, Diduga Takut Hadapi Proses Hukum Kasus Pelecehan Ke Anak Buah

Lettu AAP Kabur Lewat Jendela Saat Proses Interogasi, Diduga Takut Hadapi Proses Hukum Kasus Pelecehan Ke Anak Buah

News | Jum'at, 22 September 2023 | 11:57 WIB

Terungkap! Renteran Waktu Lettu AAP Lecehkan 7 Anak Buah: Dari November 2021 Hingga Juli 2023

Terungkap! Renteran Waktu Lettu AAP Lecehkan 7 Anak Buah: Dari November 2021 Hingga Juli 2023

News | Jum'at, 22 September 2023 | 11:26 WIB

Kronologi Terbongkarnya Kasus Pelecehan Seksual Lettu AAP Ke Anak Buah, Bermula Dari Pesan Anonim

Kronologi Terbongkarnya Kasus Pelecehan Seksual Lettu AAP Ke Anak Buah, Bermula Dari Pesan Anonim

News | Jum'at, 22 September 2023 | 11:02 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×