Serangan Umum 7 Oktober, Ini Taktik Hamas Kelabui Intelijen Israel

Liberty Jemadu | Suara.com

Selasa, 10 Oktober 2023 | 09:24 WIB
Serangan Umum 7 Oktober, Ini Taktik Hamas Kelabui Intelijen Israel
Roket yang ditembakkan Hamas dicegat oleh sistem rudal pertahanan Iron Dome Israel di Kota Gaza, Palestina, Sabtu (7/10/2023). [Mohammed ABED / AFP]

"Mereka membuat kami mengira, bahwa mereka hanya menginginkan uang," kata sumber Israel yang lain.

Salah satu faktor terpenting dari taktik Hamas adalah selama dua tahun terakhir, kelompok bersenjata itu selalu menghindar untuk berkonfrontasi dengan Israel. Bahkan ketika kelompok milisi Jihad Islam, yang juga bermarkas di Gaza, melancarkan serangan, Hamas memilih untuk diam.

Taktik Hamas ini sempat membuatnya dikritik oleh para pendukungnya sendiri. Mereka menilai Hamas kini lembek, karena lebih mementingkan uang ketimbang perjuangan kemerdekaan Palestina.

Dari Tepi Barat, yang dikuasai oleh Fatah, muncul suara yang menghina Hamas. Mereka menuding para petinggi Hamas hidup foya-foya di negara-negara Arab seperti Qatar, sementara rakyat kecil hidup menderita di Gaza.

Sumber dari pihak militer Israel mengatakan pihaknya sampai percaya bahwa pemimpin Hamas, Yahya Al-Sinwar kini lebih sibuk mengurus kehidupan publik di Gaza ketimbang memerangi Yahudi.

Di saat yang sama, Israel mulai mengalihkan fokus untuk membangun hubungan diplomatik dengan negara-negara Arab, terutama Arab Saudi.

Salah satu kunci taktik Hamas adalah mencegah kebocoran informasi. Faktanya banyak pimpinan Hamas sendiri yang tak tahu soal rencana serangan umum ke Israel pada 7 Oktober kemarin.

Empat fase serangan

Saat hari yang ditentukan tiba, serangan umum Hamas dibagi dalam empat fase.

Pertama adalah gempuran 3.000 roket yang ditembakan dari Gaza. Hujan roket ini dibarengi oleh pendaratan pasukan dari darat, laut dan udara. Dari udara, pasukan komando Hamas menggunakan paralayang.

Setelah pasukan paralayang mendarat, mereka bertugas mengamankan jalur yang digunakan pasukan elite Hamas yang datang untuk menghancurkan tembok perbatasan.

Para pejuang Hamas itu meruntuhkan tembok tinggi Israel menggunakan bahan peledak dan buldozer.

Pasukan komando Hamas lalu menggunakan sepeda motor dan kendaraan lain untuk menyerang markas militer Israel di selatan Gaza dan merusak sistem komunikasinya, sehingga musuh tak bisa memanggil bala bantuan.

Fase terakhir kemudian dilaksanakan, yakni membawa para tawanan - baik tentara Israel maupun warga sipil - ke Gaza.

Israel lengah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tabuh Genderang Perang Israel, Hamas Dipasok Senjata Militer dari Mana?

Tabuh Genderang Perang Israel, Hamas Dipasok Senjata Militer dari Mana?

Hits | Senin, 09 Oktober 2023 | 19:53 WIB

Ini Cara Hamas Kalahkan Iron Dome Israel yang Terkenal Canggih

Ini Cara Hamas Kalahkan Iron Dome Israel yang Terkenal Canggih

Tekno | Senin, 09 Oktober 2023 | 17:25 WIB

Video Pasukan Hamas Terjun Payung saat Serbu Israel adalah Hoaks!

Video Pasukan Hamas Terjun Payung saat Serbu Israel adalah Hoaks!

News | Senin, 09 Oktober 2023 | 16:04 WIB

Penyerbuan Hamas ke Israel Dirayakan di Australia, Inggris hingga Jerman: Palestina Akan Bebas

Penyerbuan Hamas ke Israel Dirayakan di Australia, Inggris hingga Jerman: Palestina Akan Bebas

News | Senin, 09 Oktober 2023 | 11:32 WIB

Israel Resmi Deklarasikan Perang Lawan Hamas! Hezbollah Lancarkan Mortir Dukung Palestina

Israel Resmi Deklarasikan Perang Lawan Hamas! Hezbollah Lancarkan Mortir Dukung Palestina

News | Senin, 09 Oktober 2023 | 10:30 WIB

Pemerintah Thailand Minta Hamas Bebaskan 11 Warganya yang Ditawan

Pemerintah Thailand Minta Hamas Bebaskan 11 Warganya yang Ditawan

News | Minggu, 08 Oktober 2023 | 18:05 WIB

Terkini

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:24 WIB

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:11 WIB

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:06 WIB