UNHCR: Indonesia Bukan Negara Penerima Terbanyak Pengungsi Rohingya

Chandra Iswinarno | Faqih Fathurrahman | Suara.com

Kamis, 28 Desember 2023 | 20:16 WIB
UNHCR: Indonesia Bukan Negara Penerima Terbanyak Pengungsi Rohingya
Para pengungsi Rohingya. [ANTARA]

Suara.com - Perwakilan Komisioner Tinggi untuk pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) untuk Indonesia, Mitra Salima Suryono menyayangkan banyak masyarakat Indonesia yang belakangan ini mengeluhkan soal masuknya pengungsi Rohingya ke Indonesia.

Padahal, ia mengatakan bahwa Indonesia bukan negara terbanyak yang menampung pengungsi Rohingya.

Menurutnya, pengungsi Rohingya tersebut merupakan korban kekerasan, intimidasi, dan pengusiran junta militer Myanmar. Mereka tak berupaya mencari keamanan di negara lain setelah tak mendapatkannya di negara sendiri.

"Banyak pertanyaan terkait kenapa mereka datangnya ke Indonesia saja? kenapa hanya Indonesia sendiri yang menerima beban dari kedatangan pengungsi rohingya ini? Itu juga sesuatu yang saya klarifikasi," ujar Mitra dalam diskusi daring, Kamis (28/12/2023).

Mitra menjelaskan, sejak awal kedatangan hingga sekarang, jumlah pengungsi Rohingya di Indonesia mencapai 2.000 orang. Memang, terjadi penambahan signifikan dalam sebulan terakhir.

"Saat ini jumlah pengungsi yang baru-baru ini datang sejak pertengahan bulan lalu, adalah mungkin sekitar 1.500-an orang pengungsi Rohingya. Secara total jumlah pengungsi Rohingya yang ada di Indonesia mungkin ada 2.000 orang," ucapnya.

Terbilang Sedikit

Kendati demikian, jumlah pengungsi Rohingya yang ada di Indonesia masih terbilang sedikit. Negara lain seperti India, Malaysia, dan Bangladesh menampung lebih banyak.

"Contohnya di Malaysia. Di Malaysia itu ada 105 ribu pengungsi. Di India juga ada sekitar 22 ribu pengungsi Rohingya," katanya.

"Apalagi kalau kita bicara Bangladesh yang berbatasan langsung dengan Myanmar di sana jumlah pengungsi Rohingya yang ditampung hampir berjumlah 1 juta orang," tambahnya menjelaskan.

Dalam hal ini, negara-negara di Asia Tenggara yang berdekatan dengan Myanmar sudah melakukan pembagian tanggung jawab atau sharing responsibility. Setiap negara harus yang menjadi tujuan para pengungsi harus memberikan perlindungan.

"Jadi di sinilah seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, di sinilah Indonesia memainkan peran sharing responsibility dalam hal penanganan dan pemberian bantuan terhadap pengungsi Rohingya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pindahkan Pengungsi Rohingya yang Terusir, Mahfud MD Ungkit Bantuan Tsunami Aceh: Masak Sekarang Gak Mau Nolong?

Pindahkan Pengungsi Rohingya yang Terusir, Mahfud MD Ungkit Bantuan Tsunami Aceh: Masak Sekarang Gak Mau Nolong?

Kotak Suara | Kamis, 28 Desember 2023 | 18:56 WIB

Yakin Mahasiswa Pengusir Pengungsi Rohingya Terorganisir, Akademisi Duga Ada Unsur Politik

Yakin Mahasiswa Pengusir Pengungsi Rohingya Terorganisir, Akademisi Duga Ada Unsur Politik

News | Kamis, 28 Desember 2023 | 18:39 WIB

Alasan Pengusiran Pengungsi Rohingya dari BMA Aceh, Mahasiswa Ungkap Hal Ini

Alasan Pengusiran Pengungsi Rohingya dari BMA Aceh, Mahasiswa Ungkap Hal Ini

News | Kamis, 28 Desember 2023 | 18:05 WIB

Terkini

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pengacara Pastikan Tetap Akan Kooperatif

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pengacara Pastikan Tetap Akan Kooperatif

News | Senin, 23 Maret 2026 | 14:42 WIB

Kelelahan Ekstrem Berujung Maut, Kisah Brigadir Fajar Permana Gugur Kawal Arus Mudik 2026

Kelelahan Ekstrem Berujung Maut, Kisah Brigadir Fajar Permana Gugur Kawal Arus Mudik 2026

News | Senin, 23 Maret 2026 | 14:25 WIB

Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung

Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:38 WIB

Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan

Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:25 WIB

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:17 WIB

Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran

Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:13 WIB

Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?

Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:04 WIB

Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel

Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:52 WIB

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:39 WIB

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:30 WIB