Kisah Kuli Panggul Beras, Angkut Satu Ton Demi 15 Ribu

Chandra Iswinarno

Selasa, 20 Februari 2024 | 22:47 WIB
Kisah Kuli Panggul Beras, Angkut Satu Ton Demi 15 Ribu
Kuli panggul di Pasar Induk Cipinang. [Suara.com/Muhamad Iqbal Fathurahman]

Suara.com - Tumpukan karung beras terlihat meninggi di satu sudut Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur. Cuaca panas masih terasa saat saya menjejakan kaki di pasar sentra bahan pokok yang berdiri sejak 50 tahun silam.

Sejauh mata memandang, hiruk pikuk kuli panggul terus berlalu lalang mengangkat beras yang kini menjadi sorotan.

Pasalnya, harga beras yang kian meroket kini dikeluhkan warga. Tepat di salah satu tumpukan beras, sosok pria berkumis mengenakan kaos bergambar salah satu pasangan calon pemimpin negeri tengah bersandar.

Sesekali, ia berbaring sambil melepas lelahnya memanggul beras demi upah yang jauh dari layak. Jum, begitu ia mengenalkan namanya kepada saya.

Tatapannya tak bisa lepas ke arah luar tempat truk pengangkut beras parkir sembari menunggu gilirannya memanggul beras-beras ke toko, tempatnya bekerja.

Pria berusia 45 tahun itu mengungkapkan himpitan ekonominya di tengah harga beras yang kian melambung. Bukan rahasia umum, bila kenaikan harga beras tidak berarti upahnya juga ikut bertambah.

"Nggak, masih tetap aja segitu," kata Jum katanya saat ditemui Selasa (20/2/2024).

Tenaga yang dikeluarkannya untuk mengangkuti beras 20 karung atau setara 1 ton hanya disetarakan dengan upah yang jauh dari layak, Rp 15 ribu.

"Per ton Rp 15 ribu, nggak sama (tiap tokonya) tergantung bosnya," katanya.

baca juga

Upah Murah

Upah Jum terbilang lebih murah dibandingkan kawan-kawannya yang bisa mendapatkan Rp 20 ribu per ton. Mendapat upah sebagai kuli panggul di Pasar Cipinang tidak selalu didapatinya.

Terkadang bila keadaan ramai, ia bisa mendapatkan upah bagus. Itupun bila mengangkut hingga 5 ton. Tapi kadang juga hari apesnya datang, Jum hanya mendapat kebaikan dari bos yang murah hati, berupa uang makan lantaran tidak ada pekerjaan memanggul beras.

"Tergantung, kalau sepi mah nggak manggul, paling uang makan."

Jum bahkan mengungkapkan ada sejumlah toko yang tidak memberikan uang makan kepada karyawannya.

"Kadang ada (bos toko) yang ngasih ada yang nggak," ucapnya.

Sebagai pekerja lepas, Jum mengaku kadang berharap kemurahan hati sang pemilik toko untuk memberinya sedikit upah lebih. Namun itu pun kembali kepada kemurahan sang bos yang memakai jasa panggulnya.

"Kadang-kadang sehari kalau 2 ton ya dapet Rp 30 ribu, kadang saya dilempengin gocap (Rp 50 ribu), tergantung bosnya. Yang nggak ngasih juga ada," tutur Jum.

Meski begitu, ia hanya bisa berharap mendapat upah lebih baik. Harga beras yang kian melambung saat ini sudah tidak lagi seimbang dengan upahnya yang bahkan pas-pasan untuk membeli beras kualitas sedang untuk keluarganya.

Saat ini, harga beras sudah mencapai Rp 17 ribu. Sedangkan untuk yang paling murah di kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 13 ribu. Harapan agar uang jasanya bisa naik mungkin menjadi kemewahan tersendiri baginya di tengah kesulitan ekonomi yang dihadapinya.

"Ininya aja, naikin aja harga (bayaran). Jangan 15 ribu perak lah, sekarang sekilo aja berapa duit ini beras, sekilo Rp 15 ribu, itu aja bandingannya. Jauh banget kan, Rp 15 ribu seton (bayaran saya), berasnya Rp 15 ribu sekilo," harapnya.

Kontributor : Muhamad Iqbal Fathurahman

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Rakyat Menjerit, Pedagang Beras di Jakarta Minta Harga Distabilkan: Makan Gratis Nomor Sekian!

Bikin Rakyat Menjerit, Pedagang Beras di Jakarta Minta Harga Distabilkan: Makan Gratis Nomor Sekian!

News | Selasa, 20 Februari 2024 | 17:04 WIB

Harganya Gak Ngotak Bikin Kabur Pembeli, Pedagang Beras di Jaktim Ngeluh: Keterlauan Banget!

Harganya Gak Ngotak Bikin Kabur Pembeli, Pedagang Beras di Jaktim Ngeluh: Keterlauan Banget!

News | Selasa, 20 Februari 2024 | 16:21 WIB

Fantastis! Harga Beras 10 Kg di Daerah Ini Setara 40 Gram Perak Antam

Fantastis! Harga Beras 10 Kg di Daerah Ini Setara 40 Gram Perak Antam

Bisnis | Selasa, 20 Februari 2024 | 11:36 WIB

Terkini

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Jakarta | Sabtu, 19 September 2026 | 21:32 WIB

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:18 WIB

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:05 WIB

×