Korut Disebut Ingin Donald Trump Jadi Presiden AS Lagi, Alasannya?

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 29 Februari 2024 | 12:57 WIB
Korut Disebut Ingin Donald Trump Jadi Presiden AS Lagi, Alasannya?
Mantan Presiden AS, Donald Trump. [Reuters]

Suara.com - Korea Utara berharap Donald Trump memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat pada 5 November, kata mantan Duta Besar Jerman untuk Korut, Thomas Schafer dalam sebuah artikel di media setempat pada Rabu (28/2/2024).

Dia juga mengatakan bahwa Korea Utara ingin terus memelihara ketegangan dengan Korea Selatan dan AS.

Dalam artikel yang ditulisnya untuk National Public Radio (NPR), Schafer mengatakan bahwa Korut ingin “menguji lagi” negosiasi dengan Trump jika mantan Presiden AS itu terpilih kembali, meski perundingan nuklir antara dia dan pemimpin Korut Kim Jong-un gagal pada pertemuan puncak di Hanoi pada 2019.

Schafer menjabat sebagai Dubes Jerman di Korut pada 2007-2010 dan 2013-2018.

“Korea Utara berharap mantan Presiden Donald Trump menang dalam pemilihan presiden AS mendatang, karena rezim di Pyongyang melihatnya lebih menerima keinginan mereka dibandingkan Presiden Joe Biden,” katanya dalam artikel berjudul “Mengapa Korea Utara menginginkan kesempatan lain dengan Donald Trump."

“Sampai pemilu, ketegangan dengan Korea Selatan dan AS akan terus meningkat,” tambahnya.

Pandangannya itu muncul di tengah meningkatnya spekulasi bahwa Korut kemungkinan akan melakukan provokasi besar menjelang pemilihan presiden AS untuk menyoroti kegagalan Biden dalam mencegah meningkatnya ancaman Korut.

Schafer mencatat bahwa dalam pandangan Pyongyang, kebijakan Seoul-Washington terhadap Korut saat ini “jauh lebih buruk” ketimbang kebijakan Trump.

“Presiden Biden dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol telah sepakat untuk memulai kembali manuver bersama, memperkuat aliansi negara mereka, dan bahkan memasukkan Jepang ke dalam kerja sama trilateral,” ujarnya.

“Meski pertemuan Trump-Kim di Hanoi, Vietnam, pada 2019 tidak memberikan semua yang diminta Kim, Pyongyang yakin bahwa kemenangan Trump dalam pemilihan presiden akan memberikan Korea Utara kesempatan kedua untuk mencapai tujuannya,” kata dia.

Schafer juga menyebut "tujuan-tujuan Korut", termasuk penarikan pasukan AS dari Semenanjung Korea, melemahnya hubungan aliansi Korsel-AS, dan pada akhirnya, mengendalikan Korsel.

“Jadi, ketika Trump muncul kembali sebagai kandidat terdepan dari Partai Republik, saya yakin Pyongyang akan dengan senang hati mencoba melakukan negosiasi lagi dengan Trump jika dia memenangi kursi kepresidenan lagi pada akhir tahun ini,” katanya.

Schafer memprediksi bahwa Korut akan terus meningkatkan ketegangan dengan Korsel untuk memberi kemungkinan “keberhasilan” bagi Trump jika ia kembali ke Gedung Putih.

“Pemikiran mereka (Korut) adalah: Semakin kita meningkatkan ketegangan, semakin banyak konsesi yang didapatkan dari perundingan, dan semakin banyak keuntungan yang bisa diklaim oleh Presiden Trump karena telah menyelamatkan perdamaian. Trump, menurut pemikiran Pyongyang, mungkin akan memberikannya kali ini,” ujar dia.

Selama kampanye, Trump membanggakan dirinya bahwa ia dan Kim “rukun” satu sama lain, sebuah pernyataan yang meningkatkan kemungkinan bahwa mantan presiden itu berusaha menjalin hubungan lagi dengan pemimpin Korut itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinyal Donald Trump Kembali Jadi Presiden AS, Ungguli Biden Di Hasil Survei

Sinyal Donald Trump Kembali Jadi Presiden AS, Ungguli Biden Di Hasil Survei

News | Sabtu, 24 Februari 2024 | 16:32 WIB

Survei Pilpres AS 2024: Donald Trump Bakal Tumbangkan Joe Biden

Survei Pilpres AS 2024: Donald Trump Bakal Tumbangkan Joe Biden

News | Sabtu, 24 Februari 2024 | 14:37 WIB

Kim Jong Un Dapat Hadiah Limosin dari Putin, Tapi Masih Ngutang 1000 Unit Volvo dari Swedia

Kim Jong Un Dapat Hadiah Limosin dari Putin, Tapi Masih Ngutang 1000 Unit Volvo dari Swedia

Otomotif | Rabu, 21 Februari 2024 | 16:33 WIB

Putin Hadiahkan Limosin Kebal Peluru untuk Kim Jong Un

Putin Hadiahkan Limosin Kebal Peluru untuk Kim Jong Un

Otomotif | Rabu, 21 Februari 2024 | 06:15 WIB

Joe Biden Batal Deportasi Warga Palestina di AS, Ini Alasannya

Joe Biden Batal Deportasi Warga Palestina di AS, Ini Alasannya

News | Kamis, 15 Februari 2024 | 14:37 WIB

Geram Pemerintah AS Gegara Ucapan Pedas Donald Trump Soal NATO: Mengerikan!

Geram Pemerintah AS Gegara Ucapan Pedas Donald Trump Soal NATO: Mengerikan!

News | Senin, 12 Februari 2024 | 05:28 WIB

Bikin Netizen Geram, BTS dan BLACKPINK Dianggap Budak oleh Korea Utara

Bikin Netizen Geram, BTS dan BLACKPINK Dianggap Budak oleh Korea Utara

Your Say | Minggu, 11 Februari 2024 | 10:12 WIB

Terkini

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:30 WIB