Fahri Hamzah Sentil Ada Tokoh Perubahan Mulai Siapkan Karier Barunya, Sindir Siapa?

Baehaqi Almutoif | Suara.com

Senin, 18 Maret 2024 | 10:47 WIB
Fahri Hamzah Sentil Ada Tokoh Perubahan Mulai Siapkan Karier Barunya, Sindir Siapa?
Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah [SuaraSulsel.id/Dokumentasi Gelora]

Suara.com - Politikus Partai Gelora Fahri Hamzah menyentil peran tokoh perubahan pada permasalahan hak angket.

Hal itu disampaikannya saat hadir di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) yang dipandu Karni Ilyas. Dalam salah satu segmen yang diunggahnya ulang di akun X @Fahrihamzah, Fahri menyindir mengenai hak angket dan manuver politik yang tidak ada relevansinya, meski itu konstitusional.

Dalam video tersebut Fahri menyampaikan sebagai pihak yang berada di kubu Prabowo-Gibran mengaku punya kepentingan agar tema rekonsiliasi diteruskan.

"Sehingga kita membayangkan sudahlah oke kita ada kekecewaan, tapi boleh nggak kita mencoba bersatu untuk melihat peluang yang baik bagi masa depan Indonesia secara baik ke depan. Saya lebih fokus pikirannya ke sana sekarang ini karena hasilnya sudah ada kan sebentar lagi," ujarnya dikutip pada Senin (18/3/2024).

Menurutnya, hasil Pilpres baik yang quick count atau exit poll semuanya telah dilakukan secara scientific. Fahri yang pernah menolak itu sebelumnya akhirnya mengakuinya.

"Marilah kita melihat bahwa inilah yang disebut dengan kehendak rakyat dan menghormati itu karena faktanya demikian itu," kata Fahri Hamzah.

Dia kemudian menyinggung soal konsistensi partai-partai oposisi.

"Oke kalau ada partai-partai (oposisi) misalnya, okelah kita mesti perbaiki ini, tadi yang diinginkan oleh saudara Haris (Azhar) apa namanya kita mau oposisi kuat. Betul nggak partai-partai ini berani mengumumkan sekarang, karena kami kalah kami tidak mau menjadi bagian dari pemerintah misalnya," kata Fahri Hamzah.

Jangan sampai itu justru menjadi negosiasi di antara partai politik. Karena itu, menurutnya, jika ingin menyehatkan sistem politik di Indonesia harus berani bertindak dan bersikap tegas.

Fahri lantas menyentil mengenai tema perubahan yang didengungkan beberapa kelompok saat Pilpres.

"Dari awal saya katakan itu kalau bicara perubahan itu paling tidak 3 aspek yang harus kita penuhi ide perubahannya apa, jaringan dan institusi perubahannya itu apa saja sebagai alternatif, yang ketiga tokoh perubahannya itu siapa. Betul nggak mereka ini punya mental untuk berubah menjadi apa pemimpin oposisi yang bertahan," bebernya.

Mantan anggota DPR RI tersebut menyindir sosok-sosok yang disebut tokoh perubahan, namun sudah tidak lagi muncul.

"Ada yang mulai siap-siap mempersiapkan karier barunya, ada yang mau maju Pilkada dan sebagainya. Nggak begitu bang, kalau kita ini betul-betul serius gitu harus ada dedikasi dan setia juga kepada cita-cita kita. Jangan ini semua adalah menjelang deal semuanya kita disuruh ribut di belakang layar," katanya.

"Jadi saya tidak percaya ada yang namanya angket ya karena saya tahu betul ini masalahnya sedalam apa, partai politik tidak akan berani mengambil risiko kalau ada investigasi hukum. Masyarakat sipil ini bisa-bisa nanti bilang bubarkan semua partai politik yang ada sekarang. Karena semua sudah terlibat dalam kerusakan ini berani nggak kalau kesimpulannya begitu," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekapitulasi Suara Pilpres 2024 di 33 Provinsi Tuntas, Tak Terlihat Kemenangan Ganjar-Mahfud

Rekapitulasi Suara Pilpres 2024 di 33 Provinsi Tuntas, Tak Terlihat Kemenangan Ganjar-Mahfud

Kotak Suara | Senin, 18 Maret 2024 | 08:53 WIB

Rekap Suara Nasional KPU: Prabowo-Gibran Unggul Di Papua Tengah

Rekap Suara Nasional KPU: Prabowo-Gibran Unggul Di Papua Tengah

Kotak Suara | Senin, 18 Maret 2024 | 04:47 WIB

Koalisi Perubahan Tak Bubar, Siap Bersatu Di Pilkada DKI, Calonnya Anies Lagi?

Koalisi Perubahan Tak Bubar, Siap Bersatu Di Pilkada DKI, Calonnya Anies Lagi?

Kotak Suara | Minggu, 17 Maret 2024 | 11:12 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!

Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 17:12 WIB

Soal 'Orang Desa Tak Pakai Dolar', Purbaya: untuk Menghibur Rakyat, Presiden Mengerti Rupiah

Soal 'Orang Desa Tak Pakai Dolar', Purbaya: untuk Menghibur Rakyat, Presiden Mengerti Rupiah

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:54 WIB

Obrolan Prabowo dan Menkeu Purbaya di Lanud Halim: Dari Dolar sampai Rencana Naik Haji

Obrolan Prabowo dan Menkeu Purbaya di Lanud Halim: Dari Dolar sampai Rencana Naik Haji

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:44 WIB

Hari Ini Rupiah Keok-IHSG Jeblok, Prabowo Panggil Menkeu hingga Gubernur BI ke Istana

Hari Ini Rupiah Keok-IHSG Jeblok, Prabowo Panggil Menkeu hingga Gubernur BI ke Istana

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:43 WIB

Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila

Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:24 WIB

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:20 WIB

Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK

Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:18 WIB

Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar

Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:12 WIB

Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha

Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:10 WIB

Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya

Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:05 WIB