Puluhan Rekannya Ditahan Polisi Usai Tolak Pemilu Curang di DPR, Front Penyelamat Reformasi: Keluarkan Teman Kami

Dwi Bowo Raharjo, Faqih Fathurrahman

Rabu, 20 Maret 2024 | 17:49 WIB
Puluhan Rekannya Ditahan Polisi Usai Tolak Pemilu Curang di DPR, Front Penyelamat Reformasi: Keluarkan Teman Kami
Sejumlah elemen masyarakat pro demokrasi yang tergabung dalam Front Penyelamat Reformasi Indonesia mengecam aksi kekerasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian kepada massa aksi di depan Gedung DPR RI, Selasa (19/3/2023) malam kemerin. (ist)

Suara.com - Sejumlah elemen masyarakat pro demokrasi yang tergabung dalam Front Penyelamat Reformasi Indonesia mengecam aksi kekerasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian kepada massa aksi di depan Gedung DPR RI, Selasa (19/3/2023) malam kemerin.

Dalam aksinya kemarin, mereka mendesak agar DPR segera menggulirkan hak angket dan usut kecurangan Pemilu 2024.

Berdasarkan pengakuan para peserta yang berada di lokasi, para aparat melakukan tindakan represif terhadap massa saat sedang menunggu rekan lainnya yang sedang berdialog dengan Fraksi PDI Perjuangan di Lantai 7 Gedung Parlemen Senayan.

Perwakilan Front Penyelamat Reformasi Indonesia, Dhini, mengatakan sebanyak 47 orang rekan mereka ditangkap dan belum diketahui keberadaannya. Sementara, 2 orang peserta aksi harus dilarikan ke rumah sakit akibat kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

“Setidaknya, 47 orang pengunjuk rasa ditangkap, setelah sebelumnya dianiaya dengan cara ditarik, dipukul, ditendang, dan diinjak-injak,” kata Dhini, saat konferensi pers di Sekretariat Bersama Front Penyelamat Reformasi Indonesia di Jalan Diponegoro 72, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2024).

"Akibatnya, 2 orang pengunjuk rasa dilarikan ke rumah sakit dan masih menjalani perawatan. Sejumlah orang juga masih ditahan di Polda Metro Jaya," tambahnya.

Sementara itu, pihak kuasa hukum Front Penyelamat Reformasi Indonesia, Sunggul Sirait, mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membebaskan para peserta aksi yang hingga saat disebutnya masih belum tahu keberadaannya.

"Sampai saat hari ini menurut laporan yang kami terima, kurang lebih 100 orang belum pulang. Kami tim hukum aliansi memberi peringatan keras kepada Jenderal Listyo 1x24 jam, keluarkan teman-teman kami dari tahanan," kata Sunggul Sirait.

Hingga saat ini, pihak Front Penyelamat Reformasi Indonesia juga belum mendapatkan informasi keberadaan para peserta aksi yang ditangkap oleh polisi

baca juga

"Untuk saat ini kami tim hukum belum mendapat akses dan mendapat akses, teman-teman yang ditahan, kami kritik keras kepada Kapolri untuk menberikan akses kepada teman-teman perjuangan kami," ucapnya.

Adapun pihak Front Penyelamat Reformasi Indonesia menyampaikan 3 pernyataan sikap, yakni:

  1. Kami mengecam keras tindakan kekerasan dan arogansi aparat keaamanan terhadap pengunjuk rasa. Aparat polisi dan TNI mesti mengedepankan dialog dan cara-cara persuasif dalam menghadapi pengunjuk rasa.
  2. Kami mendesak agar supaya semua pengunjuk rasa yang masih ditahan dan berada di kantor kepolisian untuk segera dibebaskan.
  3. Kami menuntut kepada DPR RI untuk mengambil tindakan penting dan mendesak agar segera menggelar hak angket atas dugaan kecurangan terkait pelaksanaan pemilu 2024, dan melaksanakan hak konstitusi untuk mendesak pemerintah agar menurunkan harga bahan pokok dan biaya pendidikan.

Belasan Orang Dipulangkan

Polda Metro Jaya telah memulangkan 16 pendemo tolak kecurangan Pemilu 2024 yang sempat ditangkap di depan Gedung KPU dan DPR RI, Jakarta, pada Selasa (19/3/2024) kemarin.

Massa aksi tolak pemilu curang bertahan hingga malam hari di depan Gedung DPR RI, Selasa (19/3/2024). [Suara.com/Faqih]
Massa aksi tolak pemilu curang bertahan hingga malam hari di depan Gedung DPR RI, Selasa (19/3/2024). [Suara.com/Faqih]

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menyebut ke 16 pendemo itu telah dipulangkan hari ini usai diperiksa penyidik.

"Pemeriksaan sudah selesai terhadap 16 orang yang dilakukan pemeriksaan. Sudah kembali (dipulangkan)," kata Ade Ary di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (20/3/2024).

Ade Ary juga mengklaim pihaknya hanya mengamankan 16 orang tersebut. Dia membantah informasi yang menyebut pendemo yang ditangkap mencapai puluhan orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP Terima Hasil Pileg, Tapi Tegas Tolak Hasil Pilpres 2024

PDIP Terima Hasil Pileg, Tapi Tegas Tolak Hasil Pilpres 2024

Kotak Suara | Rabu, 20 Maret 2024 | 17:43 WIB

Pamer Duit Cepean, Pendemo Tolak Pemilu Curang di KPU Ledek Massa Tandingan: Nih buat Makan, Pulang Sana!

Pamer Duit Cepean, Pendemo Tolak Pemilu Curang di KPU Ledek Massa Tandingan: Nih buat Makan, Pulang Sana!

News | Rabu, 20 Maret 2024 | 16:18 WIB

Politisi PDIP Sebut MK Tak Perlu Repot-repot Terima Gugatan Pilpres: Cukup Tonton Dirty Vote

Politisi PDIP Sebut MK Tak Perlu Repot-repot Terima Gugatan Pilpres: Cukup Tonton Dirty Vote

Kotak Suara | Rabu, 20 Maret 2024 | 16:07 WIB

PDIP: Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024 Siap Meluncur!

PDIP: Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024 Siap Meluncur!

Kotak Suara | Rabu, 20 Maret 2024 | 16:03 WIB

Terkini

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:31 WIB

The Storm Tayang 15 Oktober di Netflix, Komedi Gelap Josephine Bornebusch

The Storm Tayang 15 Oktober di Netflix, Komedi Gelap Josephine Bornebusch

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:30 WIB

Batas Waktu Huntara Senen Cuma 6 Bulan, Warga Cemas: Kalau Dipindah, Ke Mana Lagi?

Batas Waktu Huntara Senen Cuma 6 Bulan, Warga Cemas: Kalau Dipindah, Ke Mana Lagi?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:29 WIB

AI Bisa Masuk ke Earbud! Snapdragon Sound Elite Gen 2 Resmi Diperkenalkan

AI Bisa Masuk ke Earbud! Snapdragon Sound Elite Gen 2 Resmi Diperkenalkan

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:25 WIB

Saran Pakar ke Prabowo Soal Karhutla: Water Bombing itu Tidak Efektif, Pak Presiden

Saran Pakar ke Prabowo Soal Karhutla: Water Bombing itu Tidak Efektif, Pak Presiden

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:24 WIB

Can This Love Be Translated?: Cinta Ternyata Adalah Bahasa Paling Rumit

Can This Love Be Translated?: Cinta Ternyata Adalah Bahasa Paling Rumit

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:22 WIB

Kejagung Tetapkan Eks Pejabat ESDM dan Korporasi Jadi Tersangka Korupsi Nikel

Kejagung Tetapkan Eks Pejabat ESDM dan Korporasi Jadi Tersangka Korupsi Nikel

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:19 WIB

Jelang Indonesia vs Singapura, Polda Metro Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan

Jelang Indonesia vs Singapura, Polda Metro Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:15 WIB

Jigsaw Kembali di Saw 11! Permainan Mengerikan Kembali Dimulai

Jigsaw Kembali di Saw 11! Permainan Mengerikan Kembali Dimulai

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:10 WIB

ALVA Paparkan Tantangan Industri Motor Listrik dan TKDN Saat Dikunjungi DPR RI

ALVA Paparkan Tantangan Industri Motor Listrik dan TKDN Saat Dikunjungi DPR RI

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 18:10 WIB

×