Soal Banjir di Hek Jaktim, Heru Budi Bantah Gegara Tanggul Jebol: Lagi Diturap

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 25 Maret 2024 | 12:14 WIB
Soal Banjir di Hek Jaktim, Heru Budi Bantah Gegara Tanggul Jebol: Lagi Diturap
Soal Banjir di Hek Jaktim, Heru Budi Bantah Gegara Tanggul Jebol: Lagi Diturap. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono angkat bicara soal informasi mengenai banjir di kawasan Hek, Jakarta Timur karena tanggul jebol pada Senin (25/3/2024). Ia membantah ada tanggul jebol di lokasi itu.

Heru mengatakan, pada Senin pagi, air yang mengalir di Kali Baru begitu deras lantaran hujan deras dan air kiriman dari daerah sekitar Jakarta. Saat itu, sedang dilakukan pengerjaan perbaikan tanggul di salah satu titik.

Lantaran volume air yang begitu besar, air dari Kali Baru pun juga melimpas hingga ke titik tanggul yang masih dalam perbaikan itu.

"Enggak (jebol). Jadi ada yang sedang diturap, sedang ada penurapan. Enggak jebol sih, sedang dalam pembangunan," ujar Heru di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Senin (25/3/2024).

Tanggul kawasan Hek Kramat Jati, Jakarta Timur. (Suara.com/Muhamad Iqbal Fathurahman)
Tanggul kawasan Hek Kramat Jati, Jakarta Timur. (Suara.com/Muhamad Iqbal Fathurahman)

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Sumber Daya Air (SDA) Nugraharyadi juga membantah adanya tanggul jebol.

"Terkait hal ini, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta memastikan bahwa kabar jebolnya tanggul HEK tidak benar. Dipastikan pula bahwa tidak ada tanggul di HEK yang jebol," ujarnya kepada wartawan.

Ia juga menyampaikan alasan sama mengenai air yang melimpas hingga ke titik pengerjaan tanggul. Untuk mengantisipasi terjadinya banjir, ia juga sudah menyiagakan personel ke lokasi.

Tanggul kawasan Hek Kramat Jati, Jakarta Timur. (Suara.com/Muhamad Iqbal Fathurahman)
Tanggul kawasan Hek Kramat Jati, Jakarta Timur. (Suara.com/Muhamad Iqbal Fathurahman)

Saat ini, banjir di kawasan Hek itu sudah surut dan jalan sudah bisa dilewati warga.

"Luapan air tersebut terjadi bukan karena tanggul Kali Baru yang jebol. Limpasan air yang meluap di titik (lokasi) yang sedang ada pengerjaan pembangunan tanggul, dimana air tersebut berasal dari banjir kiriman dari Bogor usai hujan," pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah warganet mengeluhkan banjir yang terjadi di simpang lampu merah Hek, Jakarta Timur. Banjir yang meluap ke jalan ini mengakibatkan kemacetan karena membuat kendaraan tak bisa lewat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Jebol, Tanggul Kali Hek di Kramat Jati Belum Selesai Dibangun

Bukan Jebol, Tanggul Kali Hek di Kramat Jati Belum Selesai Dibangun

News | Senin, 25 Maret 2024 | 11:52 WIB

Kali Ciliwung Luber, Tanggul Hek Kramat Jati Ditutup Tumpukan Batu usai Jebol

Kali Ciliwung Luber, Tanggul Hek Kramat Jati Ditutup Tumpukan Batu usai Jebol

News | Senin, 25 Maret 2024 | 10:33 WIB

Kali Ciliwung Meluap, Tanggul di Hek Kramat Jati Jebol

Kali Ciliwung Meluap, Tanggul di Hek Kramat Jati Jebol

News | Senin, 25 Maret 2024 | 10:12 WIB

Kapan Jakarta Kehilangan Status Ibu Kota? Heru Budi Jawab Begini

Kapan Jakarta Kehilangan Status Ibu Kota? Heru Budi Jawab Begini

News | Senin, 18 Maret 2024 | 20:50 WIB

Terkini

Irlandia Diteror Bom Mobil di Depan Kantor Polisi

Irlandia Diteror Bom Mobil di Depan Kantor Polisi

News | Senin, 27 April 2026 | 14:36 WIB

Pengamat Ingatkan Risiko Selat Malaka Jadi Arena Konflik, ASEAN Diminta Bertindak Cepat

Pengamat Ingatkan Risiko Selat Malaka Jadi Arena Konflik, ASEAN Diminta Bertindak Cepat

News | Senin, 27 April 2026 | 14:35 WIB

Bocoran Reshuffle Kabinet Merah Putih: Hasan Nasbi hingga Kadir Karding Bakal Dilantik Sore Ini?

Bocoran Reshuffle Kabinet Merah Putih: Hasan Nasbi hingga Kadir Karding Bakal Dilantik Sore Ini?

News | Senin, 27 April 2026 | 14:25 WIB

Tomsi Tohir Desak Pemda Turun ke Lapangan Kendalikan Inflasi, Bukan Hanya Rapat

Tomsi Tohir Desak Pemda Turun ke Lapangan Kendalikan Inflasi, Bukan Hanya Rapat

News | Senin, 27 April 2026 | 14:04 WIB

Fadli Zon Jajaki Pendirian Rumah Budaya Indonesia di Beijing

Fadli Zon Jajaki Pendirian Rumah Budaya Indonesia di Beijing

News | Senin, 27 April 2026 | 14:03 WIB

Pasokan Terancam di Selat Hormuz, Tren Kenaikan Harga Minyak Belum Reda

Pasokan Terancam di Selat Hormuz, Tren Kenaikan Harga Minyak Belum Reda

News | Senin, 27 April 2026 | 13:56 WIB

Bos Perusahaan Rokok PT Gading Gadja Mada Dipanggil KPK untuk Kasus Bea Cukai

Bos Perusahaan Rokok PT Gading Gadja Mada Dipanggil KPK untuk Kasus Bea Cukai

News | Senin, 27 April 2026 | 13:54 WIB

Isu Reshuffle Sore Ini, Bahlil: Ya Nanti Kita Lihat

Isu Reshuffle Sore Ini, Bahlil: Ya Nanti Kita Lihat

News | Senin, 27 April 2026 | 13:48 WIB

Soal Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu, Hensa: Harus Tegas dan Bisa Ditegakkan

Soal Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu, Hensa: Harus Tegas dan Bisa Ditegakkan

News | Senin, 27 April 2026 | 13:44 WIB

Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi

Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi

News | Senin, 27 April 2026 | 13:41 WIB