Dubes Israel Klaim Wilayah Palestina Pakai Ayat Al Quran, Singapura Berang

M Nurhadi

Selasa, 26 Maret 2024 | 15:19 WIB
Dubes Israel Klaim Wilayah Palestina Pakai Ayat Al Quran, Singapura Berang
Tentara Israel berjaga-jaga di dekat Masjid Kubbah Shakhrah di Kompleks Masjid Al-Aqsha. [Antara/Anadolu]

Suara.com - Pemerintah Singapura telah mengeluarkan protes dan meminta Kedutaan Besar Israel di Singapura untuk menghapus satu unggahan di Facebook yang dianggap merugikan Palestina. Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam, menyatakan bahwa unggahan tersebut harus dihapus karena berisi pernyataan yang "benar-benar tidak dapat diterima" terkait Palestina.

Pada Minggu (24/3), Kedubes Israel di Singapura memposting konten di Facebook yang membandingkan jumlah penyebutan Israel dan Palestina dalam Al-Qur'an.

"Israel disebutkan sebanyak 43 kali dalam Al-Qur'an, sementara Palestina tidak disebutkan sama sekali," tulis unggahan di akun Facebook Kedubes Israel.

"Setiap bukti arkeologi, seperti peta, dokumen, dan koin, menghubungkan tanah Israel dengan orang-orang Yahudi sebagai penduduk asli tanah tersebut," lanjut unggahan tersebut.

Setelah menerima protes, unggahan tersebut akhirnya dihapus pada hari yang sama.

Menteri Shanmugam menyatakan kekesalannya setelah mengetahui tentang unggahan tersebut. Ia segera meminta Kementerian Luar Negeri Singapura untuk mengingatkan Kedubes Israel agar menghapus unggahan tersebut.

"Unggahan tersebut memiliki banyak kekurangan. Pertama, itu tidak sensitif dan tidak pantas. Ini berpotensi merusak keselamatan, keamanan, dan kedamaian di Singapura," ungkap Shanmugam, seperti yang dikutip dari Bloomberg.

Menurutnya, unggahan tersebut dapat memicu ketegangan, terutama membahayakan komunitas Yahudi di Singapura.

"Kami bertanggung jawab atas keselamatan semua orang di Singapura, baik mayoritas maupun minoritas, termasuk komunitas Yahudi dan Muslim," tambahnya.

baca juga

Selain itu, ia menjelaskan bahwa pemerintah Singapura telah dengan tegas menyampaikan pandangannya kepada Kedubes Israel.

"Menggunakan teks-teks agama secara tidak tepat untuk kepentingan politik adalah tindakan yang salah. Lebih lanjut, dalam konteks ini, penggunaan Al-Qur'an oleh Kedubes Israel untuk tujuan tertentu adalah hal yang sangat tidak pantas," tambahnya.

Sebagai informasi, hingga kini, Israel terus menyerang wilayah Gaza. Setidaknya lebih dari 31.000 orang meninggal dunia akibat serangan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menlu Israel: Tak Akan Ada Gencatan Senjata Di Gaza!

Menlu Israel: Tak Akan Ada Gencatan Senjata Di Gaza!

News | Selasa, 26 Maret 2024 | 12:11 WIB

Hidayat Nur Wahid Sesalkan Pernyataan Sekjen PBB Tak Bisa Hentikan Perang di Gaza

Hidayat Nur Wahid Sesalkan Pernyataan Sekjen PBB Tak Bisa Hentikan Perang di Gaza

News | Senin, 25 Maret 2024 | 19:17 WIB

Pilot Vincent Raditya Idap Flu Singapura, Apa Penyebabnya?

Pilot Vincent Raditya Idap Flu Singapura, Apa Penyebabnya?

Health | Senin, 25 Maret 2024 | 18:56 WIB

Di Tengah Isu Boikot, McDonald's Sri Lanka Resmi Bangkrut

Di Tengah Isu Boikot, McDonald's Sri Lanka Resmi Bangkrut

Bisnis | Senin, 25 Maret 2024 | 14:53 WIB

Usai Dibilang Pro Zionis, Ria Ricis Kini Dituding Penista Agama: Ada Apa?

Usai Dibilang Pro Zionis, Ria Ricis Kini Dituding Penista Agama: Ada Apa?

Lifestyle | Senin, 25 Maret 2024 | 14:29 WIB

Ribuan Bayi dan Ibu di Palestina Kelaparan, Israel Kembali Halangi Bantuan ke Gaza

Ribuan Bayi dan Ibu di Palestina Kelaparan, Israel Kembali Halangi Bantuan ke Gaza

News | Minggu, 24 Maret 2024 | 21:49 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×