Universitas MH Thamrin Komitmen Ciptakan SDM Unggul yang Berdaya Saing

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Jum'at, 17 Mei 2024 | 20:10 WIB
Universitas MH Thamrin Komitmen Ciptakan SDM Unggul yang Berdaya Saing
Acara Media Darling dengan topik “Sejauh Mana SDM Kesehatan Indonesia Menopang Kesehatan Masyarakat (Kesehatan Masyarakat)”. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan hingga saat ini masih menjadi masalah utama dalam membangun sektor kesehatan di Indonesia. Tercatat hanya 0,65 dokter termasuk dokter spesialis per 1000 populasi Indonesia. Sedangkan menurut standar WHO yaitu 1 per 1000 populasi.

Disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, bahwa 50% puskesmas di Indonesia Timur seperti Papua tidak memiliki dokter umum dan lebih mengkhawatirkan untuk dokter spesialis.

Dari segi jumlah SDM Kesehatan, Indonesia masih kekurangan 31.481 dokter spesialis untuk melayani 277.432.360 penduduk. Sebanyak 47% RSUD di tingkat Kabupaten/Kota di Indonesia belum terpenuhi dengan 7 jenis dokter spesialis.

Terkait hal tersebut, Rektor Universitas Muhammad Husni Thamrin (UMHT), Daeng Muhammad Faqih mengatakan, kondisi ini menjadi kekhawatiran bagi Indonesia. Karena menurutnya, pemberian layanan kesehatan tentu saja akan sangat terpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

Lebih lanjut Daeng menegaskan, UMTH sebagai kampus yang mencetak SDM-SDM kesehatan, memahami akan kurangnya tenaga kesehatan dan ikut serta bertanggung jawab membangun SDM berkarakter melalui lulusan-lulusannya yang diberikan pembekalan dalam layanan kesehatan.

Ketimpangan akan SDM Kesehatan, khususnya untuk wilayah daerah tertinggal. Menurutnya, SDM Kesehatan menjadi harapan bagi masyarakat di daerah tersebut. Melalui kebijakan UMHT saat ini sedang menjajaki perekrutan SDM lokal, untuk memberikan pendidikan yang selanjutnya akan dikembalikan ke daerahnya agar bermanfaat bagi masyarakatnya.

Menjawab keseriusan kampus dalam mencetak tenaga kesehatan, ia menegaskan, UMHT saat ini sedang mempersiapkan untuk membuka fakultas kedokteran yang mana masih dalam proses perizinan. Dan untuk fasilitas pembelajarannya sudah siap.

"Komitmen ke depan UMHT ingin mengambil peran dalam menyokong ketahanan dan kemandirian kesehatan tingkat nasional," ujar Daeng dalam acara Media Darling di aula kampus UMHT, Jakarta Timur, Kamis (16/5/2024).

Bahkan lanjut Daeng, bukan hanya di tingkat nasional saja, di tingkat internasional UMHT telah menjalin kerjasama dengan lima institusi di berbagai negara, antara lain Sulaiman Al Habib Hospital Riyadh Saudi Arabia, Haror Hokushi Jepang, dan Rostocket Heimstiftunt, Berlin Jerman.

Menurutnya, SDM Kesehatan merupakan faktor penggerak yang paling penting dalam penguatan sistem kesehatan. Terlebih Indonesia yang ditetapkan sebagai negara industri sejak tahun 2014, SDM Kesehatan menjadi penyokong produktivitas kerja para SDM di dunia industri yaitu ujungnya akan berpengaruh dengan pertumbuhan ekonomi yang positif.

Dengan tersedianya Sumber Daya Manusia Bidang Kesehatam (SDMBK) yang bermutu dapat mencukupi kebutuhan, terdistribusi secara adil dan merata serta termanfaatkan untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Kembali Daeng menegaskan, UMHT mempunyai komitmen untuk berkontribusi terhadap program pelayanan kesehatan terutama tentang penyediaan sub sistem SDM Kesehatan di Indonesia.

"Lulusan kampus UMHT diharapkan melahirkan SDM untuk mencukupi termasuk juga SDM yang berkualitas di bidang kesehatan. Dan UMHT memiliki data tenaga kesehatan yang dapat dipercaya terstandarisasi lengkap, terbaharui dan berkualitas menjadi kunci pokok dalam perencanaan dan pengambilan keputusan," jelas Daeng.

Ditegaskan lagi, meskipun UMHT belum mempunyai tenaga dokter, tapi kampusnya memiliki tenaga kesehatan lainnya, yang bisa berkontribusi untuk negara. Di antaranya, perawat, bidan, ahli gizi, ahli laboratorium, dan ahli teknologi elektro medik, juga SDM di sektor kesehatan masyarakat.

"Jadi kita ingin berkontribusi dengan memproduksi SDM unggul lewat pendidikan kita di kampus UMHT.Sehingga lulusan kita tidak hanya dihargai di dalam negeri, tapi juga luar negeri. Terbukti kita punya pengalaman dan rekam jejak dengan mengirim lulusan untuk bekerja di negara lain," urainya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendidikan Antikorupsi Penting untuk Lahirkan Generasi Masa Depan dan SDM Berkualitas

Pendidikan Antikorupsi Penting untuk Lahirkan Generasi Masa Depan dan SDM Berkualitas

Bisnis | Jum'at, 17 Mei 2024 | 05:42 WIB

PT GMM Serap 85% SDM Lokal Jadi Karyawan

PT GMM Serap 85% SDM Lokal Jadi Karyawan

Bisnis | Kamis, 16 Mei 2024 | 10:57 WIB

Usai Hancurkan Rumah Sakit, Tentara Israel Tulis Hujatan Kasar ke Indonesia

Usai Hancurkan Rumah Sakit, Tentara Israel Tulis Hujatan Kasar ke Indonesia

News | Selasa, 14 Mei 2024 | 22:56 WIB

BPJS Diganti KRIS, Akses Peserta JKN ke Ruang Perawatan Terancam Makin Terbatas!

BPJS Diganti KRIS, Akses Peserta JKN ke Ruang Perawatan Terancam Makin Terbatas!

Lifestyle | Selasa, 14 Mei 2024 | 13:54 WIB

Apa Itu KRIS, Apakah Menghapus Sistem Kelas Pasien di Rumah Sakit?

Apa Itu KRIS, Apakah Menghapus Sistem Kelas Pasien di Rumah Sakit?

News | Senin, 13 Mei 2024 | 15:45 WIB

Keanehan Parkiran di Rumah Sakit: Ada SPKLU tapi Mobil Listrik Tak Boleh Masuk

Keanehan Parkiran di Rumah Sakit: Ada SPKLU tapi Mobil Listrik Tak Boleh Masuk

Otomotif | Senin, 13 Mei 2024 | 13:59 WIB

Terkini

Ilmuwan Ungkap Molekul Tersembunyi Fitoplankton, Kunci Siklus Karbon Laut

Ilmuwan Ungkap Molekul Tersembunyi Fitoplankton, Kunci Siklus Karbon Laut

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:48 WIB

Hari Ini, 35 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Gambir dan Pasar Senen

Hari Ini, 35 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Gambir dan Pasar Senen

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:39 WIB

Jakarta Gelar Car Free Night di Sudirman-Thamrin Saat Malam Takbiran

Jakarta Gelar Car Free Night di Sudirman-Thamrin Saat Malam Takbiran

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:35 WIB

Wamen HAM Soroti Perbedaan Informasi Polri-TNI dalam Kasus Penyiraman Andrie Yunus

Wamen HAM Soroti Perbedaan Informasi Polri-TNI dalam Kasus Penyiraman Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:32 WIB

Afghanistan Rayakan Idulfitri Hari Ini, Hilal Telah Terlihat di Beberapa Provinsi

Afghanistan Rayakan Idulfitri Hari Ini, Hilal Telah Terlihat di Beberapa Provinsi

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:59 WIB

Tradisi 200 Tahun, Ribuan Jemaah Syattariyah Nagan Raya Rayakan Idul Fitri Hari Ini

Tradisi 200 Tahun, Ribuan Jemaah Syattariyah Nagan Raya Rayakan Idul Fitri Hari Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:47 WIB

Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1447 H Tanggal 20 Maret 2026, Indonesia Tunggu Sidang Isbat

Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1447 H Tanggal 20 Maret 2026, Indonesia Tunggu Sidang Isbat

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:45 WIB

Koalisi Sipil Desak Tersangka Prajurit TNI Kasus Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum

Koalisi Sipil Desak Tersangka Prajurit TNI Kasus Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:32 WIB

Perantau Bangka Belitung Bahagia Mudik Gratis Pakai Kapal Perang TNI AL

Perantau Bangka Belitung Bahagia Mudik Gratis Pakai Kapal Perang TNI AL

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:24 WIB

Babak Baru Kasus Air Keras Aktivis KontraS: Siapkah TNI Bongkar Dalang atau Cuma Cari Kambing Hitam?

Babak Baru Kasus Air Keras Aktivis KontraS: Siapkah TNI Bongkar Dalang atau Cuma Cari Kambing Hitam?

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:15 WIB