Kronologi Kerusuhan di Kaledonia Baru, Ada Etnis Jawa , Apakah WNI Turut Jadi Korban?

Rifan Aditya

Rabu, 22 Mei 2024 | 20:06 WIB
Kronologi Kerusuhan di Kaledonia Baru, Ada Etnis Jawa , Apakah WNI Turut Jadi Korban?
Ilustrasi kerusuhan - kronologi kerusuhan di Kaledonia Baru (freepik)

Suara.com - Baru-baru ini, kerusuhan di Kaledonia Baru, wilayah Prancis di tengah Samudera Pasifik. Sejauh ini, pihak keamanan setempat sudah melaporkan lebih dari enam orang tewas dan ratusan orang terluka.

Selain itu perlu Anda tahu bahwa di sini ada ribuan orang keturunan etnis Jawa. Namun, data terkait apakah korban termasuk etnis tertentu masih belum diketahui.

Lantas, sebenarnya apa yang menyebabkan kerusuhan ini terjadi? Bagaimana kondisi terkini di sana saat ini? Simak uraian berikut untuk informasinya.

Kronologi Kerusuhan di Kaledonia Baru

Kerusuhan besar pecah di Kaledonia Baru, wilayah otonomi Prancis di Samudera Pasifik, pada tanggal 20 Mei 2024. Kerusuhan ini dipicu oleh perubahan regulasi di parlemen Paris.

Parlemen Prancis menyetujui penduduk Prancis yang tinggal di Kaledonia Baru selama sepuluh tahun diberikan hak pilih dalam pemilu.

Keputusan tersebut dikecam oleh masyarakat adat Kanak, penduduk asli Kaledonia Baru, yang merasa kebijakan ini akan mengurangi pengaruh politik mereka. Sebab, Prancis merupakan negara yang dulu sempat menjajah wilayah ini.

Akibat gejolak politik tersebut, penjarahan toko serta pembakaran gedung dan mobil terjadi di sejumlah tempat di Kaledonia Baru. Berdasarkan laporan yang beredar, enam orang dilaporkan tewas, termasuk dua anggota polisi, dan ratusan lainnya terluka. Lebih dari 200 orang telah ditangkap.

Sampai tanggal 22 Mei 2024 ini, situasi di Kaledonia Baru masih tegang. Meski demikian, upaya penanganan telah dilakukan.

baca juga

Presiden Prancis, Emmanuel Macron telah mengumumkan keadaan darurat dan mengirim pasukan militer ke Kaledonia Baru. Selain itu, polisi telah menangkap lebih dari 200 warga dan sekitar 1.050 pasukan tambahan dikirim untuk membantu 1.700 aparat yang sudah bertugas di wilayah tersebut.

Rumah dan kendaraan yang sempat terbakar kemarin juga sudah mulai dibersihkan. Meski begitu, kerusuhan ini telah menyebabkan kerusakan signifikan pada lingkungan dan infrastruktur setempat.

Sejauh ini, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Noumea, Kaledonia Baru melaporkan bahwa tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam kerusuhan tersebut.

Demikian informasi terkini mengenai kronologi kerusuhan di Kaledonia Baru, semoga konflik ini bisa segera diatasi.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusuh di Negara Produsen Nikel Terbesar Dunia, Saham ANTM, INCO, VALE dan DKFT Terbang Tinggi Hari Ini

Rusuh di Negara Produsen Nikel Terbesar Dunia, Saham ANTM, INCO, VALE dan DKFT Terbang Tinggi Hari Ini

Bisnis | Senin, 20 Mei 2024 | 11:56 WIB

Kerusuhan di Kaledonia Baru Picu Kenaikan Harga Nikel

Kerusuhan di Kaledonia Baru Picu Kenaikan Harga Nikel

Bisnis | Senin, 20 Mei 2024 | 11:37 WIB

Jimly Asshiddiqie Bagikan Video Kerusuhan Pemilu 2019: Semoga Tidak Terjadi Lagi di 2024

Jimly Asshiddiqie Bagikan Video Kerusuhan Pemilu 2019: Semoga Tidak Terjadi Lagi di 2024

News | Selasa, 19 Maret 2024 | 02:46 WIB

Raksasa Nikel Dunia Terancam Bangkrut, Indonesia Jadi Salah Satu Penyebabnya!

Raksasa Nikel Dunia Terancam Bangkrut, Indonesia Jadi Salah Satu Penyebabnya!

Bisnis | Selasa, 13 Februari 2024 | 16:59 WIB

Rusuh di Papua Nugini, Jokowi dan Prabowo Malah Disalahkan, Netizen: Ketebak Pendukung Paslon Mana

Rusuh di Papua Nugini, Jokowi dan Prabowo Malah Disalahkan, Netizen: Ketebak Pendukung Paslon Mana

News | Sabtu, 13 Januari 2024 | 08:21 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×