Bahlil Lahadalia SE

Baehaqi Almutoif

Sabtu, 08 Juni 2024 | 19:51 WIB
Bahlil Lahadalia SE
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Nama Bahlil Lahadalia mulai terkenal luas sejak menjabat sebagai Menteri Investasi Indonesia/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal di Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo.

Karena itu, dia kerap muncul dalam beberapa kesempatan untuk mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelum menjadi menteri, ternyata Bahlil sudah aktif berorganisasi sejak masa remaja. Berikut ini profil Bahlil Lahadalia lengkap.

Profil Bahlil Lahadalia

Bahlil lahir di Kolaka Sulawesi Tenggara, 7 Agustus 1976. Masa kecilnya dihabiskan di Maluku.

Dia menempuh pendidikan sekolah dasar di SD Negeri 1 Seram Timur hingga SMP Negeri 1 Seram Timur. Menginjak remaja, Bahlil kemudian pindah ke Fakfak, Papua Barat. Di sana melanjutkan pendidikan SMA YAPIS Fakfak.

Lulus dari SMA, Bahlil melanjutkan ke Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay di Jayapura. Beberapa sumber menyebutkan Bahlil juga pernah berkuliah di Universitas Cendrawasih.

Jejak organisasi

Sejak masa kuliah tersebut Bahlil telah aktif berorganisasi. Dia tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI di Papua hingga akhirnya menjabat sebagai Bendahara Umum PB HMI.

baca juga

Dalam beberapa kesempatan, dia mengakui lulus kuliah sangat terlambat pada usia 26 tahun karena pendidikannya terhenti akibat keterlibatannya dalam kerusuhan Mei 1998.

Bahlil juga pernah tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI). Pada 2015 Bahlil menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat HIPMI.

Karier Bahlil

Karier Bahlil konon dimulai dari bawah. Dia pernah menjadi penjual, kondektur bus, hingga sopir angkot sewaktu SMA.

Kerja keras tersebut berhasil mengantarkannya sekolah hingga menyelesaikan gelar sarjana. Setelah lulus dari Port Numbay, dia bekerja di perusahaan BUMN Sucofindo.

Sebelum akhirnya memutuskan untuk terjun di dunia bisnis. Bersama teman-temannya, Bahlil mendirikan tiga perusahaan bernama PT Rifa Capital, PT Bersama Papua Unggul, dan PT Dwijati Sukses.

Tercatat dia memiliki PT Rifa Capital Holding Company dan 10 perusahaan lainnya, dan sebagian besar aktif di sektor transportasi dan properti.

Politik

Bahlil ternyata pernah tercatat sebagai anggota Partai Golkar pada 2009. Kemudian pada 2019, Bahlil menyatakan dukungan kepada Joko Widodo.

Dia menjadi Direktur Direktorat Penggalang Pemilih Muda tim kampanye presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri Tangkap ASN Pemasok Senjata Api ke KKB di Papua

Polri Tangkap ASN Pemasok Senjata Api ke KKB di Papua

Kotak Suara | Sabtu, 08 Juni 2024 | 17:16 WIB

Jelang Idul Adha 2024, Ini Ketersediaan Stok Minyak PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku

Jelang Idul Adha 2024, Ini Ketersediaan Stok Minyak PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku

Bisnis | Sabtu, 08 Juni 2024 | 15:40 WIB

Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti

News | Sabtu, 08 Juni 2024 | 14:21 WIB

Terkini

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50 WIB

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:06 WIB

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:49 WIB

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:36 WIB

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:29 WIB

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:08 WIB

×