Tolak Pindah ke Rest Area Gunung Mas, PKL Puncak Bogor Bicara Keberlangsungan Hidup, Pemerintah Bisa Jamin?

Andi Ahmad S | Suara.com

Minggu, 23 Juni 2024 | 20:17 WIB
Tolak Pindah ke Rest Area Gunung Mas, PKL Puncak Bogor Bicara Keberlangsungan Hidup, Pemerintah Bisa Jamin?
Puluhan lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar Satpol PP. [Suarabogor.id/Satpol PP Kab. Bogor]

Suara.com - Sejumlah Pedagang Kaki Lima atau PKL Puncak Bogor, Jawa Barat menolak keras bujukan Pemkab Bogor untuk pindah ke Rest Area Gunung Mas, Kecamatan Cisarua.

Untuk diketahui, Senin (24/6/2024) besok rencananya Pemkab Bogor melalui Satpol PP akan melakukan penertiban sejumlah PKL di kawasan Puncak.

Tujuan penertiban itu agar Rest Area Gunung Mas yang sudah dibangun itu bisa ditempati oleh para PKL. Namun hal itu nampaknya berseberangan dengan keinginan para pedagang.

Penolakan keras itu diungkapkan sejumlah PKL Puncak Bogor, Yadi sapaan akrabnya. Dia sangat khawatir jika nanti pindah ke Rest Area Gunung Mas, pendapatan akan berkurang.

Pasalnya kata dia, para PKL Puncak Bogor sebelumya pernah melakukan percobaan untuk berjualan di Rest Area Gunung Mas selama tiga bulan.

Menurut Kang Yadi, saat pindah ke Rest Area, para PKL bukannya mendapatkan keuntungan, malah sebaliknya.

"Bukan khawatir lagi, kami ini sudah mengalami percobaan selama 3 bulan, apa yang kami dapatkan tidak ada, karna malah habis yang ada," tegasnya kepada Suara.com, Minggu (23/6/2024).

Para PKL di kawasan Puncak Bogor kata dia akan menolak keras, rencana penertiban yang bakal dilaksanakan besok pagi tersebut.

"Ya kami akan melindungi tempat usaha kami yang telah sekian lama dipertahankan. Karna cuma itulah yang ada sebagai penunjang keberlangsungan hidup kami," tegasnya.

Rest area Gunung Mas di Kawasan Wisata Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Bogor)
Rest area Gunung Mas di Kawasan Wisata Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Bogor)

Hal yang sama diutarakan Ketua Himpunan Pedagang Puncak (HPP) Desa Tugu, Mumuh.

Dia mengaku ratusan pelaku PKL menolak direlokasi dikarenakan pendapatan mereka akan menurun secara drastis jika dibandingkan dengan lokasi yang saat ini mereka tempati.

Bahkan Mumuh menantang kepada Pemkab Bogor jika nekat melakukan pembongkaran lapak mereka, agar memenuhi semua keinginan dari pedagang, salah satunya untuk pemukiman juga.

"Untuk persiapan besok pedagang belum siap untuk pembongkaran. Karena mesti ada Res Area sebagian pedagang sudah mukim disitu selain berjualan, andai tejadi pembongkaran semua pedagang pindah ke Rest Area. Apakah Rest Area sanggup untuk menampung PKL sekaligus pemukiman?," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 250 petugas gabungan mulai dari TNI, Polisi, Dishub hingga Satpol PP akan melakukan pengamanan saat penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat.

Penertiban PKL Puncak Bogor yang berlokasi di Kecamatan Cisarua itu akan dilaksanakan pada Senin (24/6/2024) besok.

Kepala Bidang Ketertiban Umum (Kabid Tibum) Satpol PP Kabupaten Bogor, Rhama Kodara mengatakan, pihaknya akan melakukan penertiban kepada 287 lapak PKL di Puncak Bogor besok.

Penertiban dilakukan sesuai tanggal waktu yang sudah ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Besok anggota akan melaksanakan apel terlebih dahulu,” kata Rhama Kodara kepada wartawan.

"Kemungkinan penertiban baru akan dilaksanakan pada pukul 08:00 WIB pagi hari," ujar dia.

Sebelumnya, Satpol PP Kabupaten Bogor mengaku bakal menurunkan sebanyak 250 personel untuk menertibkan PKL yang berjualan di kawasan Puncak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penertiban PKL Puncak Bogor Dimulai Besok, 250 Petugas Gabungan Siap Turun

Penertiban PKL Puncak Bogor Dimulai Besok, 250 Petugas Gabungan Siap Turun

News | Minggu, 23 Juni 2024 | 15:15 WIB

Apa Itu Frugal Living? Gaya Hidup Hemat dan Cerdas ala Anak Muda Masa Kini

Apa Itu Frugal Living? Gaya Hidup Hemat dan Cerdas ala Anak Muda Masa Kini

Lifestyle | Minggu, 23 Juni 2024 | 11:24 WIB

Terapkan Hidup Sehat, Cara Dion Wiyoko Agar Jadi 'Ayah Keren' Untuk Anak di Masa Depan

Terapkan Hidup Sehat, Cara Dion Wiyoko Agar Jadi 'Ayah Keren' Untuk Anak di Masa Depan

Health | Minggu, 23 Juni 2024 | 07:23 WIB

Terkini

Sentil Budaya Rangking, Menteri Abdul Muti: Membandingkan Nilai Murid Itu Pemicu Bullying

Sentil Budaya Rangking, Menteri Abdul Muti: Membandingkan Nilai Murid Itu Pemicu Bullying

News | Senin, 25 Mei 2026 | 19:24 WIB

Sapi Kurban Jumbo Prabowo-Gibran Tiba di Istiqlal Besok, Menag: Ini Kelas Berat Satu Ton Lebih!

Sapi Kurban Jumbo Prabowo-Gibran Tiba di Istiqlal Besok, Menag: Ini Kelas Berat Satu Ton Lebih!

News | Senin, 25 Mei 2026 | 19:19 WIB

Takut Teror Susulan, Ahmad Bahar Minta Perlindungan LPSK Usai Konflik dengan Hercules

Takut Teror Susulan, Ahmad Bahar Minta Perlindungan LPSK Usai Konflik dengan Hercules

News | Senin, 25 Mei 2026 | 19:13 WIB

'Saya Mengaku Bersalah', Penyesalan Noel ke Buruh dan Keluarga di Sidang Korupsi K3

'Saya Mengaku Bersalah', Penyesalan Noel ke Buruh dan Keluarga di Sidang Korupsi K3

News | Senin, 25 Mei 2026 | 19:05 WIB

TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?

TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 18:50 WIB

Jembatan dan Sekolah Masih Jadi PR, Muzakir Manaf Buka-bukaan Soal Kondisi Terkini Aceh Pascabencana

Jembatan dan Sekolah Masih Jadi PR, Muzakir Manaf Buka-bukaan Soal Kondisi Terkini Aceh Pascabencana

News | Senin, 25 Mei 2026 | 18:30 WIB

Tangis Penyesalan Noel di Sidang Korupsi K3: Saya Seharusnya Lebih Hati-hati

Tangis Penyesalan Noel di Sidang Korupsi K3: Saya Seharusnya Lebih Hati-hati

News | Senin, 25 Mei 2026 | 18:21 WIB

Perempuan Menjaga Pangan dan Alam, Mengapa Justru Paling Rentan terhadap Krisis Iklim?

Perempuan Menjaga Pangan dan Alam, Mengapa Justru Paling Rentan terhadap Krisis Iklim?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB

Angka Kecurangan Capai 99 Persen, Ada Apa dengan Fakultas Kedokteran di SNBT 2026?

Angka Kecurangan Capai 99 Persen, Ada Apa dengan Fakultas Kedokteran di SNBT 2026?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 17:59 WIB

Ironi Awak Kapal Perikanan: Banting Tulang di Tengah Laut, Pulang Malah Nombok Utang ke Majikan

Ironi Awak Kapal Perikanan: Banting Tulang di Tengah Laut, Pulang Malah Nombok Utang ke Majikan

News | Senin, 25 Mei 2026 | 17:37 WIB