Tokoh Perempuan Kalah Eksis di Pilkada Jakarta, Pengamat: Elite Politik Terkotak Pikiran Maskulin

Chandra Iswinarno | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 12 Juli 2024 | 22:26 WIB
Tokoh Perempuan Kalah Eksis di Pilkada Jakarta, Pengamat: Elite Politik Terkotak Pikiran Maskulin
Ilustrasi pilkada. [Ist]

Suara.com - Tokoh perempuan dinilai masih kalah eksis di Pilkada Jakarta, dibandingkan laki-laki. Hal itu terlihat dari bursa bakal calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) yang digaungkan kebanyakan laki-laki.

Nama-nama seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Sohibul Iman, Kaesang Pangarep, hingga kekinian nama Jusuf Hamka masuk dalam bursa tersebut.

Pengamat politik Lely Arrianie mengatakan bahwa kondisi itu tak bisa dilepaskan dari keputusan yang diambil oleh elite politik. Menurutnya, cara berpikir para petinggi partai politik (parpol) tersebut masih terkurung sebatas hanya pilihan pada laki-laki.

"Pikiran elite politik itu sendiri memang terkotak oleh pikiran yang maskulin. Itu yang menyatakan kalau laki-laki lebih kuat, lebih hebat, lebih menonjol, lebih dikenal dari perempuan-perempuan," katanya kepada Suara.com, dihubungi Jumat (12/7/2024).

Fenomena tersebut bisa dilihat ketika sejumlah nama politisi perempuan sempat masuk daftar bursa bakal cagub-cawagub Pilkada DKI. Misalnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauzyah dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Namun, kata Lely, kedua nama politisi perempuan itu tetap hanya menjadi pilihan kedua. Kemudian kalah eksis dengan politisi lelaki.

"Ida Fauzyah sudah digaungkaun oleh PKB, tapi ujung-ujungnya tetap merapat ke Anies," ujarnya.

Selain krisis pemilihan tokoh perempuan dari para elite politik, masyarakat sendiri nampak belum banyak berpihak kepada kandidat perempuan.

Lely mencontohkan pada Pilkada Jakarta 2017 yang saat itu ada satu kandidat perempuan, yakni Sylviana Murni, kala itu menjadi cawagub Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sayangnya, pasangan itu kalah pada putaran pertama pemungutan suara.

"Padahal, Sylviana Murni tidak kalah hebatnya. Dia mantan birokrat yang malang melintang di pemerintahan," kata Lely.

Menurutnya, panggung politik di Indonesia saat ini masih bernuansa maskulin. Sementara para politisi sendiri sebagai komunikator politik tidak mampu memutus fenomena tersebut, termasuk para perempuan sendiri.

"Jadi dinamika ini seperti lingkaran setan yang kita sendiri tidak tahu memutusnya harus di mana supaya perempuan itu yang dipilih oleh elit partai sendiri maupun oleh calon pemilih," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usul Sylviana Murni dan Risma Duet Maut di Pilkada Jakarta, Siti Zuhro: Saatnya Perempuan Turun Gunung!

Usul Sylviana Murni dan Risma Duet Maut di Pilkada Jakarta, Siti Zuhro: Saatnya Perempuan Turun Gunung!

Kotak Suara | Jum'at, 12 Juli 2024 | 19:46 WIB

Panggung Politik Indonesia Dinilai Terlalu Maskulin, Jadi Hambatan untuk Perempuan Bisa Ikut Eksis

Panggung Politik Indonesia Dinilai Terlalu Maskulin, Jadi Hambatan untuk Perempuan Bisa Ikut Eksis

News | Jum'at, 12 Juli 2024 | 17:57 WIB

Sejarah Mencatat Pilkada DKI Didominasi Laki-laki, Parpol Disarankan Rekrut Kader Perempuan

Sejarah Mencatat Pilkada DKI Didominasi Laki-laki, Parpol Disarankan Rekrut Kader Perempuan

Kotak Suara | Jum'at, 12 Juli 2024 | 10:43 WIB

Terkini

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:14 WIB

Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2

Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:11 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:03 WIB

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB