Bongkar Borok La Nyalla Ubah Tatib Sepihak, Pimpinan Pansus DPD: Gaya Otoriter Harus Kita Hentikan!

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 16 Juli 2024 | 15:37 WIB
Bongkar Borok La Nyalla Ubah Tatib Sepihak, Pimpinan Pansus DPD: Gaya Otoriter Harus Kita Hentikan!
Bongkar Borok La Nyalla Ubah Tatib Sepihak, Pimpinan Pansus DPD: Gaya Otoriter Harus Kita Hentikan! (foto: bidik layar video)

Suara.com - Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tata Tertib (Tatib) DPD RI sekaligus Ketua Komite III, Hasan Basri mengkritik gaya kepemimpinan Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti karena dicap otoriter. Hal itu merujuk diubahnya Tatib DPD Ri yang dilakukan secara sepihak oleh La Nyalla. 

"Kita selama dua tahun ini sudah cukup diam dengan kepemimpinan. Yang cukup otoriter dipaksakan hanya untuk kepentingan pribadi pimpinan DPD RI. Puncaknya memang pada Sidang Paripurna. Ada kesewenang-wenangan pimpinan merancang tata tertib yang mereka rancang dan susun sendiri," kata Hasan dalam konferensi persnya di Kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (16/7/2024). 

Ia menyampaikan, jika pengubahan Tatib dilakukan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Terlebih pengubahan juga terkesan dipaksakan untuk mengakomodir kepentingan sendiri. 

Wakil Ketua Pansus Tata Tertib (Tatib) DPD RI sekaligus Ketua Komite III, Hasan Basri. (Suara.com/Bagaskara)
Wakil Ketua Pansus Tata Tertib (Tatib) DPD RI sekaligus Ketua Komite III, Hasan Basri. (Suara.com/Bagaskara)

"Kenapa Omnibus Law kalah di MK, karena ada proses yang tidak dilewati, ini sama. Di DPD RI sengaja ingin mengesahkan tata tertib karena sebelumnya mereka sudah deklarasi calon pimpinan," ungkapnya. 

"Ini melanggar karena yang kita pakai Tata Tertib Nomor 1 tahun 2022 yaitu sub wilayah. Nah mereka mau ubah, dengan membentuk Timja, dan dalam sidang paripurna Timja tidak berhak menyampaikan sesuatu dalam Sidang Paripurna itu sendiri," sambungnya. 

Menurutnya, adanya pengubahan Tatib tersebut justru berbahaya lantaran tak mengakomodir suara para senator yang baru terpilih di Pileg 2024. 

"Perubahan Tatib itu hanya bisa diusulkan BK, minimum alat kelengkapan atau minimum 20 persen anggota. Timja itu cacat prosedur," katanya. 

Ketua DPD RI, La Nyala Mahmud Mattaliti pidato di sidang tahunan MPR. (tangkapan layar/ist)
Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattaliti pidato di sidang tahunan MPR. (tangkapan layar/ist)

Untuk itu, ia menyampaikan, jika proses pengubahan Tatib itu sebenarnya bisa dilakukan dengan cara yang lebih sesuai dengan prosedur. 

"Seharusnya tatib itu dibuat, ada caranya, anda setuju dengan catatan atau tolak dengan catatan, bukan diserahkan kepada pimpinan DPD RI. Ketua DPD RI itu sendiri anggota Pansus Tatib, yang selama rapat rapat pansus tidak pernah hadir. Keotoritarian itu (harus) kita hentikan," tuturnya. 

baca juga

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komite II DPD RI, Yorrys Raweyai, menyampaikan, soal keributan yang terjadi dalam Rapat Paripurna terakhir DPD RI disebabkan oleh kejadian-kejadian sebelumnya yang dianggap janggal. 

"Jadi kejadian kemarin itu bukan serta merta. namun ini dari satu sebab akibat yang berkepanjangan. Kemudian sistem manajemen yang keliru dan dibangun oleh pimpinan dan terkesan otoriter dan terlalu memikirkan kepentingan status quo yang mereka bentuk yang mereka sudah rancang itu. Dan ini mencoba untuk mempertahankan kekuasaan di periode 2004-2008," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yorrys Raweyai Sebut DPD RI Rusak Di Bawah La Nyalla, Singgung Gaya Otoriter Dan Intimidatif

Yorrys Raweyai Sebut DPD RI Rusak Di Bawah La Nyalla, Singgung Gaya Otoriter Dan Intimidatif

News | Senin, 15 Juli 2024 | 20:21 WIB

Klaim akan Bawa DPD Lebih Baik dari Era La Nyalla, Sultan Bachtiar Najamudin Siap Jadi Penantang?

Klaim akan Bawa DPD Lebih Baik dari Era La Nyalla, Sultan Bachtiar Najamudin Siap Jadi Penantang?

News | Jum'at, 12 Juli 2024 | 20:32 WIB

Rapat Paripurna DPD RI Ricuh, Senator Ini Malah Bernyanyi: Hai Seluruh Umat Tuhan Bertaubatlah!

Rapat Paripurna DPD RI Ricuh, Senator Ini Malah Bernyanyi: Hai Seluruh Umat Tuhan Bertaubatlah!

News | Jum'at, 12 Juli 2024 | 16:59 WIB

Rapat DPD RI Panas! La Nyalla Dicap Otoriter Gegara Matikan Mic Senator: Forum Terhormat Jangan Ada Baku Hantam!

Rapat DPD RI Panas! La Nyalla Dicap Otoriter Gegara Matikan Mic Senator: Forum Terhormat Jangan Ada Baku Hantam!

News | Jum'at, 12 Juli 2024 | 16:57 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×