Ular Piton Diternakkan di Thailand, Dagingnya Jadi Sumber Protein Alternatif

Aprilo Ade Wismoyo

Kamis, 18 Juli 2024 | 00:00 WIB
Ular Piton Diternakkan di Thailand, Dagingnya Jadi Sumber Protein Alternatif
Ilustrasi ular piton. [Shutterstock]

Suara.com - Di sebuah gudang di daerah pertanian subur Thailand tengah, ribuan ular piton dikembangbiakkan dalam wadah-wadah khusus. Ular-ular ini dipelihara untuk kulit mereka yang bermotif berlian dan kuat, yang dijual ke rumah-rumah mode Eropa untuk dijadikan ikat pinggang, tas, dan dompet mewah. Namun, beberapa ilmuwan dan pelaku industri percaya bahwa nilai sejati ular ini mungkin terletak pada dagingnya.

Permintaan daging secara global terus meningkat meskipun jejak karbon yang ditinggalkan oleh peternakan tradisional. Sementara diet berbasis tanaman sering dipromosikan sebagai alternatif terbaik, beberapa pihak merasa bahwa reptil seperti ular piton belum mendapatkan perhatian yang layak.

Ular piton mampu bertahan pada suhu tinggi dan kekeringan, bereproduksi cepat, dan tumbuh lebih cepat daripada sumber protein hewani tradisional sambil mengonsumsi lebih sedikit makanan. Para peneliti memperkirakan bahwa China dan Vietnam saja memiliki setidaknya 4.000 peternakan piton, yang memproduksi jutaan ular, sebagian besar untuk industri mode.

Ilustrasi ular piton. [Shutterstock]
Ilustrasi ular piton. [Shutterstock]

Penelitian yang dipublikasikan awal tahun ini di jurnal *Nature* menyimpulkan bahwa peternakan piton bisa menjadi solusi efisien untuk mengatasi ketidakamanan pangan global. Peneliti mempelajari hampir 5.000 piton Burma di dua peternakan komersial di Vietnam dan Thailand selama setahun. Mereka menemukan bahwa piton dapat bertahan berbulan-bulan tanpa makanan dan air tanpa kehilangan kondisi tubuhnya.

Ular piton diberi makan limbah ayam dan tikus liar, menghasilkan rasio pakan-daging yang lebih efisien dibandingkan unggas, sapi, bahkan jangkrik. Selain itu, ular piton betina dapat bertelur antara 50 hingga 100 butir setiap tahunnya, yang merupakan kabar baik bagi Emilio Malucchi, pemilik peternakan piton di Uttaradit, Thailand.

Malucchi, yang pindah ke Thailand dari Italia lebih dari empat dekade lalu, mengalami kesulitan meyakinkan orang untuk mengonsumsi daging ular. Sebagian besar daging yang diproduksi dibuang atau digunakan untuk memberi makan ikan. Malucchi mengatakan bahwa daging piton, yang memiliki tekstur mirip ayam dan rendah lemak jenuh, belum menarik minat luas meskipun sudah lama dikonsumsi di Asia Tenggara.

Dampak iklim dari produksi daging telah didokumentasikan secara luas, dengan hewan ternak dianggap sebagai penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca dan perubahan penggunaan lahan. Sementara PBB dan aktivis iklim menganjurkan diet berbasis tanaman, permintaan daging diperkirakan akan meningkat 14% pada tahun 2032, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan Asia.

Ilustrasi ular piton. (Pixabay/sipa)
Ilustrasi ular piton. (Pixabay/sipa)

Di tengah peningkatan cuaca ekstrem yang menyulitkan pertanian tradisional, protein alternatif seperti daging ular mungkin bisa menjadi solusi. Namun, uptake alternatif-alternatif ini belum signifikan dan peternak ular piton komersial menghadapi standar pemrosesan yang ketat.

Meskipun ada tantangan, Patrick Aust, Direktur African Institute of Applied Herpetology, percaya bahwa peternakan piton memiliki potensi besar dan memuji keanekaragaman cara memasaknya.

baca juga

Namun, organisasi kesejahteraan hewan seperti PETA mengecam praktik peternakan ular, menuduh kekejaman dalam proses pembunuhannya. Malucchi mengklaim bahwa industri ini tidak berbeda dengan peternakan ternak lainnya dan menekankan pentingnya pembunuhan yang "manusiawi."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri di Phuket, 6 Turis Tewas di Hotel Mewah, Termasuk 2 WNA Amerika!

Misteri di Phuket, 6 Turis Tewas di Hotel Mewah, Termasuk 2 WNA Amerika!

News | Rabu, 17 Juli 2024 | 12:34 WIB

Masato Sugiharto Bukan Satu-Satunya, 2 Pemain Indonesia Lebih Dulu Direbut Timnas Qatar

Masato Sugiharto Bukan Satu-Satunya, 2 Pemain Indonesia Lebih Dulu Direbut Timnas Qatar

Bola | Selasa, 16 Juli 2024 | 18:16 WIB

Masato Sugiharto Akui Punya Darah Indonesia, Tulis Ini di Bio Instagram

Masato Sugiharto Akui Punya Darah Indonesia, Tulis Ini di Bio Instagram

Bola | Selasa, 16 Juli 2024 | 17:04 WIB

3 Drama Thailand Dibintangi Amanda Obdam Tayang 2024, Ada Surviving Beauty

3 Drama Thailand Dibintangi Amanda Obdam Tayang 2024, Ada Surviving Beauty

Your Say | Selasa, 16 Juli 2024 | 13:45 WIB

Termasuk  Twist of Fate, Ini 3 Drama Romantis Thailand yang Dibintangi Thisa Varitthisa

Termasuk Twist of Fate, Ini 3 Drama Romantis Thailand yang Dibintangi Thisa Varitthisa

Your Say | Senin, 15 Juli 2024 | 09:43 WIB

Jejak Indonesia Masato Sugiharto: Striker Jebolan Klub Jay Idzes Kini Main di Liga Thailand

Jejak Indonesia Masato Sugiharto: Striker Jebolan Klub Jay Idzes Kini Main di Liga Thailand

Bola | Minggu, 14 Juli 2024 | 21:50 WIB

Terkini

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:52 WIB

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya

Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya

Entertainment | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:46 WIB

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

Kaltim | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:30 WIB

×