PPDB Disebut Banyak Kecurangan, Jumlah Anak Tak Sekolah Diprediksi Bertambah

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Selasa, 23 Juli 2024 | 20:28 WIB
PPDB Disebut Banyak Kecurangan, Jumlah Anak Tak Sekolah Diprediksi Bertambah
Ilustrasi anak sekolah (Unsplash/Bayu Syaits)

Suara.com - Jumlah anak tidak sekolah pada tahun ajaran 2024/2025 diperkirakan bertambah imbas dari sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang tidak berkeadilan. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia atau JPPI mengkritisi bahwa sistem PPDB tahun ini diwarnai dengan banyak kecurangan.

Koodinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji menyebut kalau sekolah masih menjadi barang mewah di Indonesia.

"Seharusnya sekolah menjadi barang publik yang mestinya bisa dinikmati oleh semua anak, tanpa terkecuali,” kata Ubaid dalam keterangannya kepada Suara.com, Selasa (23/7/2024).

Akibat sistem PPDB yang belum berkeadilan, JPPI menyoroti adanya rebutan bangku sekolah yang memicu kecurangan. Kejadian itu bahkan disebut merata di semua daerah.

Berdasarkan data tersebut, Ubaid memperkirakan angka anak tidak sekolah pada tahun ajaran 2024/2025. Anak-anak yang tidak sekolah akibat gagal PPDB disebutkan ada dua model. Pertama, anak yang tidak lanjut ke jenjang lebih tinggi, atau lulus tidak melanjutkan.

Misalnya lulus SD, tapi kemudian tidak lanjut ke jenjang SMP. Data Pusdatin Kemendikbud tahun ajaran 2023/2024 menunjukkan jumlahnya mencapai 1.267.630 anak.

Kemudian model kedua, ialah lanjut ke jenjang yang lebih tinggi, tapi kemudian putus sekolah tidak sampai lulus atau drop out. Jumlahnya mencapai 1.153.668 anak.

Ubaid berharap pemerintah lebih serius dalam memperhatikan dan menjamin pemenuhan hak pendidkan bagi semua anak Indonesia, tanpa terkecuali.

"Kecurangan PPDB, anak putus sekolah akibat gagal PPDB, ini adalah kesalahan yang terus diulang tiap tahun. Ke depan saya berharap, fakta-fakta ini dilihat sebagai evident based oleh pemerintah untuk membuat kebijakan dan juga sistem yang dapat melindungi hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan," terangnya.

baca juga

Setidaknya ada tiga faktor yang disebut bisa jadi penyebab angka anak tidak sekolah bertambah, yakni:

1. Jumlah kasus kecurangan PPDB yang meningkat secara jumlah dan juga sebaran lokasi pelanggaran. Akibatnya, semakin banyak korban, potensi putus sekolah kian terbuka lebar.

2. Banyaknya calon peserta didik yang didiskualifikasi saat proses PPDB, tanpa ada pendampingan untuk mendapatkan sekolah. Mereka dibiarkan dan tidak dicarikan sekolah oleh pemerintah. Sehingga, nasibnya tidak jelas.

3. Tidak adanya jaminan sekolah dari pemerintah soal nasib anak-anak pemegang KIP (Kartu Indonesia Pintar) yang gagal PPDB. Akibat kuota yang minim, tidak sebanding dengan jumlah penerima KIP. Sehingga, banyak penerima KIP hingga kini tidak dapat jatah bangku di sekolah negeri. Sedangkan bila dipaksa masuk sekolah swasta, kemungkinan besar gagal bayar sejumlah tagihan, lalu putus sekolah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Contoh Naskah Amanat Pembina Upacara 17 Agustus di Sekolah

Contoh Naskah Amanat Pembina Upacara 17 Agustus di Sekolah

Lifestyle | Selasa, 23 Juli 2024 | 20:06 WIB

Adu Harga Tas Sekolah Rafathar vs Xabiru yang Sama-Sama Jadi Murid SD Elit, Siapa Lebih Mahal?

Adu Harga Tas Sekolah Rafathar vs Xabiru yang Sama-Sama Jadi Murid SD Elit, Siapa Lebih Mahal?

Lifestyle | Selasa, 23 Juli 2024 | 18:47 WIB

Segini Mahalnya Biaya SPP Kellen Lemos, Ikuti Jejak Amora Masuk SMP Elit Favorit Anak Artis

Segini Mahalnya Biaya SPP Kellen Lemos, Ikuti Jejak Amora Masuk SMP Elit Favorit Anak Artis

Lifestyle | Selasa, 23 Juli 2024 | 16:07 WIB

Hari Pertama Kembali ke Sekolah Elite, Harga Tas Ameena Anak Aurel Hermansyah Bikin Syok

Hari Pertama Kembali ke Sekolah Elite, Harga Tas Ameena Anak Aurel Hermansyah Bikin Syok

Lifestyle | Selasa, 23 Juli 2024 | 12:55 WIB

Pantas Pakai Tas Seharga Dua Kali UMR Jakarta, Biaya Sekolah Xabiru Tembus 3 Digit

Pantas Pakai Tas Seharga Dua Kali UMR Jakarta, Biaya Sekolah Xabiru Tembus 3 Digit

Lifestyle | Selasa, 23 Juli 2024 | 07:50 WIB

PR dari Sekolah Picu Orang Tua Stres Berlebihan, Masuk Rumah Sakit Gara-gara Serangan Jantung

PR dari Sekolah Picu Orang Tua Stres Berlebihan, Masuk Rumah Sakit Gara-gara Serangan Jantung

News | Selasa, 23 Juli 2024 | 02:15 WIB

Jawaban Resmi! Alasan Legenda Timnas Indonesia Cristian Gonzales Mau Jual Rumah di Surabaya

Jawaban Resmi! Alasan Legenda Timnas Indonesia Cristian Gonzales Mau Jual Rumah di Surabaya

Bola | Senin, 22 Juli 2024 | 07:26 WIB

Terkini

Dituding Lakukan Pelecehan, Betrand Peto Beberkan Versinya: Saya Tanya Kenapa Dia Nangis

Dituding Lakukan Pelecehan, Betrand Peto Beberkan Versinya: Saya Tanya Kenapa Dia Nangis

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 12:38 WIB

7 Perbedaan Campuran Homogen dan Heterogen yang Mudah Dipahami

7 Perbedaan Campuran Homogen dan Heterogen yang Mudah Dipahami

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 12:35 WIB

Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?

Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:34 WIB

Di Era AI dan Digital, Mengapa Belajar Filsafat Justru Semakin Penting?

Di Era AI dan Digital, Mengapa Belajar Filsafat Justru Semakin Penting?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:32 WIB

Menggila di MV Lagu Checkmate! ENHYPEN Unjuk Semangat Pantang Menyerah

Menggila di MV Lagu Checkmate! ENHYPEN Unjuk Semangat Pantang Menyerah

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:29 WIB

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

News | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:20 WIB

×