Terungkap! Mayoritas Masyarakat Miskin Ekstrem adalah Lansia Perempuan

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Senin, 26 Agustus 2024 | 20:34 WIB
Terungkap! Mayoritas Masyarakat Miskin Ekstrem adalah Lansia Perempuan
Ilustrasi kemiskinan ekstrem di kawasan perkotaan.

Suara.com - Masyarakat miskin ekstem di Indonesia ternyata didominasi kelompok lanjut usia (lansia) dan perempuan. Staf Khusus Presiden RI bidang Ekonomi Arif Budimanta menyampaikan bahwa ada 206 ribu kepala rumah tangga lansia yang termasuk masyarakat miskin ekstrem.

Jumlah tersebut tersebar di perkotaan sekitar 40 persen dan di pedesaan sekitar 60 persen. Rata-rata usia para lansia itu di atas 70 tahun dan dari mayoritas ialah perempuan.

"Ini tantangan kita karena kalau sudah usia 70 tahun maka, sudah masuk usia pensiun. Tetapi sebagian mereka masuk kategori miskin ekstrem, punya ketergantungan yang besar terhadap rumah tangga yang lain, baik dari anak maupun tetangga sekitar," kata Arif dalam dialog Sosialisasi Capaian Penanganan Kemiskinan Ekstrem di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (26/8/2024).

Bahkan, ia menambahkan, tidak sedikit dari para lansia itu juga tinggal sebatang kara di rumah yang tidak layak.

Beberapa di antaranya ada yang tidak memiliki penghasilan secara mandiri karena keterbatasan fisik, sehingga mengandalkan uluran bantuan dari tetangga sekitar.

Ada pula yang masih mampu bekerja sendiri, akan tetapi dengan upah yang minimum. Arif mencontohkan, salah satu lansia di Pemalang bernama Kasliah yang memiliki keterbatasan fisik tetapi masih memiliki pekerjaan sebagai pengrajin bulu mata.

Namun, dia hanya bisa mendapatkan upah sebanyak Rp5 ribu per orang dan bekerja hingga pukul 10 malam.

"Ibu Kasliyah ini tidak memiliki KTP, sehingga tidak dapat program perlindungan sosial. Jadi perlu diurus untuk mendapatkan identitas dan bantuan pemerintah," imbuhnya.

Karenanya, lanjut Aris, pengentasan kemiskinan ekstrem ini perlu dimulai dari proses pendataan terhadap masyarakat yang telah diketahui mengalami kemiskinan ekstrem.

baca juga

"Penghapusan kemiskinan ekstrem dengan pendekatan 3 intervensi yaitu perlindungan sosial lansia, tinggal sendiri, memiliki keterbatasan. Kemudian peningkatan pendapatan, upaya ketiga yakni perbaikan pemukiman atau kantong wilayah miskin ekstrem," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Targetkan Program Makan Gratis Prabowo-Gibran, Istana Klaim Bisa Entaskan Kemiskinan Ekstrem

Targetkan Program Makan Gratis Prabowo-Gibran, Istana Klaim Bisa Entaskan Kemiskinan Ekstrem

News | Senin, 26 Agustus 2024 | 16:41 WIB

Tekan Angka Kemiskinan Ekstrem Di Sumatra, Kemenko PMK Fokus Wilayah Pesisir Dan Pertanian

Tekan Angka Kemiskinan Ekstrem Di Sumatra, Kemenko PMK Fokus Wilayah Pesisir Dan Pertanian

News | Senin, 05 Agustus 2024 | 15:33 WIB

Muhadjir Effendy Tegaskan Bansos Pemerintah untuk Tekan Angka Kemiskinan Nasional

Muhadjir Effendy Tegaskan Bansos Pemerintah untuk Tekan Angka Kemiskinan Nasional

Kotak Suara | Jum'at, 05 April 2024 | 09:49 WIB

Terkini

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal, Sosok di Balik Sentilan Cari Muka di Hadapan Prabowo

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal, Sosok di Balik Sentilan Cari Muka di Hadapan Prabowo

Video | Selasa, 22 September 2026 | 19:11 WIB

Kronologi Penonaktifan Dosen ISI Yogyakarta Terkait Dugaan Kasus Kekerasan Seksual

Kronologi Penonaktifan Dosen ISI Yogyakarta Terkait Dugaan Kasus Kekerasan Seksual

News | Selasa, 22 September 2026 | 19:10 WIB

Sense and Sensibility: Logika vs Hati, Mana yang Menang saat Hadapi Cinta?

Sense and Sensibility: Logika vs Hati, Mana yang Menang saat Hadapi Cinta?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 19:05 WIB

5 Body Wash Centella Asiatica untuk Jerawat Punggung dan Kulit Sensitif

5 Body Wash Centella Asiatica untuk Jerawat Punggung dan Kulit Sensitif

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 19:00 WIB

Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level Waspada, Zona 2 Km Tetap Terlarang

Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level Waspada, Zona 2 Km Tetap Terlarang

Lampung | Selasa, 22 September 2026 | 18:59 WIB

Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di ISI Yogyakarta Dinonaktifkan

Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di ISI Yogyakarta Dinonaktifkan

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:56 WIB

Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI

Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 18:51 WIB

Berapa Watt Oven Listrik Mini Mito? Cek Daya dan Spesifikasinya

Berapa Watt Oven Listrik Mini Mito? Cek Daya dan Spesifikasinya

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 18:50 WIB

Bela Pernyataan Prabowo, Pigai Tegaskan Pakar Tak Boleh Abaikan Kebaikan Pemerintah

Bela Pernyataan Prabowo, Pigai Tegaskan Pakar Tak Boleh Abaikan Kebaikan Pemerintah

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:47 WIB

Draf RUU Ketenagakerjaan Buntu, 50 Ribu Buruh Bakal Turun Aksi di Bundaran HI 24 September

Draf RUU Ketenagakerjaan Buntu, 50 Ribu Buruh Bakal Turun Aksi di Bundaran HI 24 September

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:45 WIB

×