Kritik Pengadaan Susu Pada Program Makan Bergizi, Dokter Tan Khawatir Terjadi Manipulasi

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Selasa, 27 Agustus 2024 | 18:09 WIB
Kritik Pengadaan Susu Pada Program Makan Bergizi, Dokter Tan Khawatir Terjadi Manipulasi
Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka berbincang dengan siswa saat meninjau uji coba pelaksanaan program makan bergizi gratis di SDN 4 Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Senin (5/8/2024). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc]

Suara.com - Pengadaan susu pada program makan bergizi gratis masih tuai kontroversi. Ahli gizi masyarakat, dokter Tan Shot Yet bahkan menyebutkan bahwa pengadaan susu kemasan itu berisiko menimbulkan praktik manipulasi di lapangan.

Dokter Tan menjelaskan, manipulasi yang dia maksud ialah pemilihan produk susu yang tidak sesuai standar gizi karena menuruti selera masyarakat yang cenderung lebih menyukai minuman dengan perasa. Produk seperti itu dikatan lebih tinggi kandungan gula.

Sebab, kondisi seperti itu pernah dokter Tan alami sendiri ketika kegiatan bagi-bagi susu bersama Menteri Kesehatan periode 2014-2019 Nila F Moeloek.

"Begitu susu sudah mulai masuk tentu akan ada request. Saya pernah jaman saya pergi sama Ibu Nila pergi ke Pekalongan, jaman beliau menjadi Menteri Kesehatan. Saya dengar request-nya, 'bu coba dibagi jangan susu yang putih. Anak-anak sini senangnya yang cokelat'. Kebayang gak, susu coklat, gulanya berapa? Ya, ini nyebelin banget," cerita dokter Tan ditemui saat acara media talk di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Jakarta, Selasa (27/8/2024).

Fenomena seperti itu yang dia sebut sebagai manipulasi rasa. Sebab, susu kemasan dengan perasa tertentu cenderung memiliki kadar gula yang lebih tinggi dibandingkan susu murni.

Selain itu Dokter Tan juga khawatir kalau anak-anak hanya mengincar susu yang dibagikan. Sementara, bekal makan nasi dan lauk pauknya tidak termakan.

"Jadi rentan manipulasi rasa, manipulasi kandungan. Dan akhirnya ini merupakan sabotase. Sebetulnya kita pengen banget anak menjadi lebih baik, tetapi nanti yang dikirim cuma minum susunya doang, makanan yang gak habis dibawa pulang, buat bapaknya, dibagi buat Ibunya," tutur dokter Tan.

Dilihat dari kandungan gizinya, susu juga hanya dianggap sebagai pendamping. Dokter Tan menjelaskan bahwa Indonesia sudah tidak lagi menganut asas 4 Sehat 5 Sempurna, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 41 tahun 2014.

"Kita sudah keluar dari 4 sehat 5 sempurna, karena itu udah lama banget. Tidak ada yang menyebutkan, tidak ada yang memberikan suatu afirmasi bahwa susu menyempurnakan makanan seseorang," tegasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Gizi Tantang Gibran Rakabuming Uji Coba Program Makan Bergizi di Wilayah 3T

Ahli Gizi Tantang Gibran Rakabuming Uji Coba Program Makan Bergizi di Wilayah 3T

News | Selasa, 27 Agustus 2024 | 17:18 WIB

Prabowo Bakal Gandeng Perusahaan Raksasa Dunia untuk Program Susu Gratis, Ini Profilnya

Prabowo Bakal Gandeng Perusahaan Raksasa Dunia untuk Program Susu Gratis, Ini Profilnya

Bisnis | Selasa, 27 Agustus 2024 | 17:12 WIB

Ingat! Susu Program Makan Gratis Prabowo-Gibran Kadar Gulanya Harus di Bawah 25 Gram, jika Lebih Berbahaya buat Anak

Ingat! Susu Program Makan Gratis Prabowo-Gibran Kadar Gulanya Harus di Bawah 25 Gram, jika Lebih Berbahaya buat Anak

News | Selasa, 27 Agustus 2024 | 16:05 WIB

Porsi Makan Siang Bergizi Rp15 Ribu Kurang Bagus, Heru Budi: Pasnya Rp20 Ribu Sampai Rp25 Ribu

Porsi Makan Siang Bergizi Rp15 Ribu Kurang Bagus, Heru Budi: Pasnya Rp20 Ribu Sampai Rp25 Ribu

News | Senin, 26 Agustus 2024 | 13:37 WIB

Susu Formula Baby Lily Anak Angkat Raffi Ahmad Bikin Salfok, Harganya Lebih Mahal dari Sewa Kosan Sebulan

Susu Formula Baby Lily Anak Angkat Raffi Ahmad Bikin Salfok, Harganya Lebih Mahal dari Sewa Kosan Sebulan

Entertainment | Kamis, 22 Agustus 2024 | 17:03 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×