Jangan Salah Pilih! Ini Bahaya Kesehatan di Balik Makanan Kesukaan Keluarga Anda

Chandra Iswinarno | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 27 Agustus 2024 | 20:02 WIB
Jangan Salah Pilih! Ini Bahaya Kesehatan di Balik Makanan Kesukaan Keluarga Anda
Ilustrasi Makanan Manis (pexels.com/cottonbro studio)

Suara.com - Pola makan masyarakat Indonesia ternyata hampir seluruhnya gemar konsumsi makanan berisiko. Tercatat, 96 persen warga mengaku mengutamakan rasa dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Angka tersebut ditemukan dalam hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Di dalam laporan SKI juga dijelaskan mengenai makanan berisiko adalah makanan dengan rasa manis, minuman manis, makanan asin, berlemak kolesterol, serta makanan yang dibakar, makanan yang diolah dengan pengawet, bumbu penyedap, soft drink atau minuman berkarbonasi, minuman berenergi, mie instan, serta makanan instan lainnya.

Ahli Gizi Masyarakat Dokter Tan Shot Yet menyayangkan temuan tersebut. Karena survei tersebut menunjukan bahwa masyarakat Indonesia belum paham dalam menentukan pola makan yang bergizi dan baik bagi kesehatan. Hal tersebut juga tercermin dalam temuan SKI Kemenkes tersebut.

"Anda bisa bayangkan bahwa ternyata mereka makan asal yang mereka doyan. Nah, yang lebih ngeri adalah kenapa kamu makan begituan? Tidak tahu bahaya dan risikonya, 43 persen," ungkapnya saat ditemui dalam acara media talk di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Jakarta, Selasa (27/8/2024).

Menurutnya, tak hanya kurang edukasi tentang gizi makanan, masyarakat juga mengaku tidak tahu bahaya dari sering konsumsi makanan berisiko juga karena tidak langsung merasakan dampak dari pola makan tersebut.

Dokter Tan menjelaskan bahwa masalah kesehatan memang baru akan muncul beberapa waktu kemudian akibat akumulasi pola makan yang buruk terus menerus.

"Ini yang menjadi problem, kalau kita makan makanan yang berisiko, kita nggak mati besoknya," tuturnya.

Kemenkes RI juga menyatakan bahwa pola makan yang buruk, ditambah bila tidak disertai dengan gaya hidup aktif, maka berisiko menyebabkan bernagai penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, gangguan jantung, stroke, hingga gagal ginjal.

Dokter Tan juga menyampaikan bahwa berbagai penyakit tersebut kebanyakan disebabkan kebiasaan konsumsi tinggi gula, garam, lemak. Masing-masing kandungan tersebut bisa menyebabkan masalah kesehatan tertentu, sebagai berikut:

Akibat Konsumsi Gula Berlebih:

  1. Ketagihan. Meningkatnya kebutuhan rasa manis berlebih.
  2. Kegemukan dan kerapuhan tulang.
  3. Kelebihan gula darah dengan risiko diabetes hingga stroke.
  4. Kolesterol jahat meningkat dan berisiko sebabkan penyakit jantung.
  5. Kemungkinan kanker meningkat akibat konsumsi gula yang biasanya dikaitkan dengan produk ultra proses dan kondisi kegemukan.

Akibat Konsumsi Garam Berlebih:

  1. Kalium (potasium) jadi rendah. Akibatnya tekanan darah naik dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
  2. Kerusakan pembuluh darah, dengan risiko pikun, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan stroke, penyakit ginjal kronik.
  3. Kegemukan.
  4. Kerapuhan tulang.
  5. Risiko kanker lambung meningkat.

Akibat Konsumsi Lemak Berlebih:

  1. Kegemukan.
  2. Kerusakan dinding pembuluh darah dengan segala akibatnya, seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung.
  3. Kandung empedu bermasalah, seperti terbentuk batu, penebalan dinding empedu.
  4. Kolesterol tinggi.
  5. Kemungkinan kanker meningkat, terutama kanker payudara dan usus besar. Penyebabnya akibat konsumsi berlebih lemak jenuh yang terdapat dalam produk proses seperti, sosis, daging kalengan, burger, dan sebagainya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Pengadaan Susu Pada Program Makan Bergizi, Dokter Tan Khawatir Terjadi Manipulasi

Kritik Pengadaan Susu Pada Program Makan Bergizi, Dokter Tan Khawatir Terjadi Manipulasi

News | Selasa, 27 Agustus 2024 | 18:09 WIB

Ahli Gizi Tantang Gibran Rakabuming Uji Coba Program Makan Bergizi di Wilayah 3T

Ahli Gizi Tantang Gibran Rakabuming Uji Coba Program Makan Bergizi di Wilayah 3T

News | Selasa, 27 Agustus 2024 | 17:18 WIB

Sudah Diet Ketat Badan Tidak Kunjung Turun, Ini Penyebabnya

Sudah Diet Ketat Badan Tidak Kunjung Turun, Ini Penyebabnya

Lifestyle | Selasa, 27 Agustus 2024 | 10:57 WIB

Terkini

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB