Menko PMK: Polisi Kantongi Bukti Bullying Di Kasus Dokter PPDS Undip Aulia Risma

Senin, 02 September 2024 | 15:07 WIB
Menko PMK: Polisi Kantongi Bukti Bullying Di Kasus Dokter PPDS Undip Aulia Risma
Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy. (Suara.com/Lilis)

Suara.com - Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa polisi telah menemukan barang bukti mengenai kasus dugaan perundungan atau bullying terhadap mendiang dokter Aulia Risma, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Untuk itu, Muhadjir meminta masyarakat menunggu hasilnya dan percayakan proses hukumnya kepada polisi.

"Berdasarkan penjelasan dari Pak Menkes, persoalannya sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Dan pihak kepolisian akan bertindak, akan melakukan pemeriksaan karena sudah diketemukan bukti-bukti awal. Kita tunggu saja nanti hasilnya," kata Muhadjir ditemui di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (2/9/2024).

Muhadjir juga mengingatkan, publik jangan sampai terpengaruh isu liar yang beredar di media sosial.

"Mana yang salah dan mana yang tidak salah, nanti biar diperiksa lebih saksama dan lebih cermat," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mengungkap bahwa ada dugaan 'pemalakan' pada kasus perundungan dokter Undip tersebut. Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengungkap ada permintaan uang di luar biaya pendidikan resmi.

Tindakan itu dilakukan oleh oknum-oknum dalam program PPDS dengan meminta uang berkisar antara Rp 20 juta hingga Rp 40 juta per bulan.

"Berdasarkan kesaksian, permintaan ini berlangsung sejak almarhumah (dokter Aulia Risma) masih di semester 1 pendidikan atau di sekitar Juli (2022) hingga November 2022," kata Syahril dalam keterangan resmi, Minggu (1/9).

Dari hasil investigasi, Kemenkes juga menemukan kalau dokter Aulia Risma ditunjuk sebagai bendahara angkatan yang bertugas menerima pungutan dari teman seangkatannya.

Baca Juga: Menkes Geram Bullying Kedokteran Undip Ditutup-tutupi: Sudah Saatnya Dihentikan!

Kemudian, mendiang ditugaskan menyalurkan uang tersebut untuk kebutuhan non-akademik, seperti membiayai penulis lepas untuk naskah akademik senior, menggaji OB, dan berbagai kebutuhan senior lain.

Syahril menegaskan pungutan yang dilakukan para senior itu memberatkan almarhumah dan keluarga. Kemenkes menduga kalau hal itu yang turut jadi pemicu awal Aulia Risma tertekan dalam urusan akademik karena tak menduga pungutan biaya dengan nominal besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI