Sejarah Kabinet Djuanda, Contoh Zaken Kabinet yang Pernah Diterapkan di Indonesia

Eviera Paramita Sandi | Suara.com

Rabu, 11 September 2024 | 16:33 WIB
Sejarah Kabinet Djuanda, Contoh Zaken Kabinet yang Pernah Diterapkan di Indonesia
Menhan Prabowo Subianto menyambangi istana untuk melaporkan hasil kunjungan ke sejumlah negara di Eropa beberapa waktu lalu. [Suara.com/Novian]

Suara.com - Konsep zaken kabinet yang ditawarkan Prabowo Subianto sebagai visi pemerintahan mendatang mengundang banyak reaksi.

Zaken kabinet sendiri adalah kabinet berbasis keahlian, diharapkan mampu membawa pemerintahan yang lebih profesional dengan memastikan setiap posisi strategis diisi oleh sosok yang ahli di bidangnya.

Indonesia pernah menerapkan zaken kabinet ini di masa lalu. Yakni di masa demokrasi liberal pada tahun 1957 yang tidak lain adalah kabinet Djuanda.

Pada masa Demokrasi Liberal, Indonesia mengalami berbagai permasalahan kompleks, seperti:

  • Ketidakstabilan politik yang terjadi saat pergantian kabinet. Hal ini sering terjadi menyebabkan kebijakan pemerintah tidak konsisten dan sulit dilaksanakan.
  • Perpecahan partai, dimana persaingan antar partai politik yang terlalu tajam menghambat upaya untuk mencapai konsensus nasional.
  • Krisis ekonomi yang menyebabkan inflasi yang tinggi, devaluasi mata uang, dan ketidakpastian ekonomi lainnya semakin memperparah kondisi negara.

Dalam situasi yang demikian, banyak pihak yang berpendapat bahwa diperlukan suatu pemerintahan yang kuat dan stabil, yang dapat mengambil keputusan-keputusan tegas dan cepat untuk mengatasi berbagai masalah yang ada.

Kabinet zaken dianggap sebagai solusi yang tepat karena para menterinya diharapkan dapat bekerja sama secara efektif dan efisien dalam menyelesaikan masalah-masalah negara.

Keberhasilan Kabinet Zaken Djuanda

Salah satu contoh kabinet zaken yang paling terkenal di Indonesia adalah Kabinet Djuanda. Kabinet ini dibentuk pada tahun 1957 di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaja.

Beberapa keberhasilan yang dicapai oleh Kabinet Djuanda antara lain:

  • Pembentukan Dewan Nasional: Lembaga ini dibentuk untuk memberikan pertimbangan kepada pemerintah dalam menyusun kebijakan-kebijakan nasional.
  • Perjuangan Irian Barat: Kabinet Djuanda secara aktif memperjuangkan kembalinya Irian Barat ke pangkuan NKRI.
  • Percepatan pembangunan: Kabinet Djuanda berupaya untuk meningkatkan pembangunan di berbagai bidang, seperti infrastruktur, pertanian, dan industri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zaken Kabinet Ala Prabowo: Seperti Apa Contoh Penerapannya di Indonesia?

Zaken Kabinet Ala Prabowo: Seperti Apa Contoh Penerapannya di Indonesia?

News | Rabu, 11 September 2024 | 16:19 WIB

Prabowo Lantik 500 Komcad Di Banjarbaru Kalsel: Untuk Bantu Jaga IKN

Prabowo Lantik 500 Komcad Di Banjarbaru Kalsel: Untuk Bantu Jaga IKN

News | Rabu, 11 September 2024 | 15:50 WIB

Cek Fakta: Prabowo Usut Utang Negara Ilegal

Cek Fakta: Prabowo Usut Utang Negara Ilegal

News | Rabu, 11 September 2024 | 15:13 WIB

Terkini

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:29 WIB

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:25 WIB

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:24 WIB

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:14 WIB

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:02 WIB

Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah

Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:55 WIB

Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026

Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:51 WIB

DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan

DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:49 WIB