Fenomena Homeless Media di Indonesia: Awalnya Cuma Iseng hingga Tak Menyangka Bisa Besar di Medsos

Agung Sandy Lesmana, Lilis Varwati

Kamis, 03 Oktober 2024 | 19:54 WIB
Fenomena Homeless Media di Indonesia: Awalnya Cuma Iseng hingga Tak Menyangka Bisa Besar di Medsos
Diskusi 'Embracing New Media Era: Visual and Homeless' di acara Local Media Summit (LMS) 2024 yang digelar Suara.com di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (3/10/2024). (Suara.com/Lilis Varwati)

Suara.com - Industri media massa di Indonesia kian ramai dengan menjamurnya homeless media yang ada di berbagai platform media sosial. Homeless media disebut juga bagian dari praktik jurnalistik, tetapi hanya menunjukan karyanya melalui platform media sosial. 

Temuan dari Remotivi, beberapa homeless media yang kini tenar di media sosial rupanya muncul akibat ketidaksengajaan. Namun kemudian bisa menjadi besar dengan memiliki banyak pengikut di media sosial.

"Para pendiri homeless media yang kami wawancara banyak yang gak menyangka bahwa mereka akan jadi sebesar itu. Jadi kan kalau kita lihat, misalkan kita browsing Depok di Instagram, paling pertama ketemunya adalah ya homeless media Depok. Kita browsing Jakarta juga hal yang sama, kita browsing Jogja hal yang sama," kata peneliti Remotivi Geger Riyanto dalam diskusi 'Embracing New Media Era: Visual and Homeless' di acara Local Media Summit (LMS) 2024 yang digelar Suara.com di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (3/10/2024).

Local Media Summit 2024 di Hotel Sultan, Rabu (2/10/2024).
Local Media Summit 2024 di Hotel Sultan, Rabu (2/10/2024).

Geger menjelaskan bahwa kebanyakan homeless media terbentuk karena berhasil menarik audiens yang tertarik dengan kontennya. Bahkan ada satu akun homeless media yang awalnya hanya bermasuk jadi akun komunitas, namun setelah salah satu postingannya sempat viral, seiring waktu terbentuk jadi konsep berita. 

"Jadi mereka itu awalnya gak berencana bikin media, mereka yang dibentuk oleh platform untuk menjadi media. Bisa dilihat di sini bahwa banyak yang mulai dari hobi dan keisengan," tuturnya.

Walau begitu, memang tidak semua homeless media terbentuk secara alami. Menurut Geger, seiring makin banyak homeless media bermunculan juga ada pula yang sengaja dibuat dengan tujuan komersil. Setelah memiliki banyak pengikut di media sosial, akun homeless media tersebut bisa saja mendapatkan penghasilan dari iklan atau hasil kerjasama. 

Dari sepuluh homeless media yang diteliti olej Remotivi, Geger menyampaikan bahwa telah terlihat ragam dari setiap akun tersebut. 

"Jadi sangat beragam dan bahkan dari yang kami teliti ini masih bisa lebih beragam lagi yang belum terjangkau oleh kami. Kami cuma meneliti, kami cuma mewawancara 10, sangat bisa itu jauh lebih beragam dari ini," ujarnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klinik Pelatihan LMS 2024: Rahasia Membangun Media Kuat dari Nol

Klinik Pelatihan LMS 2024: Rahasia Membangun Media Kuat dari Nol

News | Kamis, 03 Oktober 2024 | 14:58 WIB

Uni Eropa Akan Dukung Terus Local Media Summit, Ini Kata Saiti Gusrini

Uni Eropa Akan Dukung Terus Local Media Summit, Ini Kata Saiti Gusrini

News | Rabu, 02 Oktober 2024 | 23:51 WIB

Media Lokal Harus Bawa Dampak Buat Masyrakat, Kolaborasi Desa Wisata Salah Satunya

Media Lokal Harus Bawa Dampak Buat Masyrakat, Kolaborasi Desa Wisata Salah Satunya

News | Rabu, 02 Oktober 2024 | 23:49 WIB

Local Media Summit 2024: Pinterest Jadi Alternatif Media Lokal dan UMKM Optimasi Konten

Local Media Summit 2024: Pinterest Jadi Alternatif Media Lokal dan UMKM Optimasi Konten

News | Rabu, 02 Oktober 2024 | 23:00 WIB

Terkini

Pegadaian Raih Dua Penghargaan Berkat Inovasi Digital dan Strategi Pemasaran Investasi Emas

Pegadaian Raih Dua Penghargaan Berkat Inovasi Digital dan Strategi Pemasaran Investasi Emas

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:52 WIB

Tuntaskan Masalah Klasik Pesisir, BPGMN Bidik Program Jambanisasi Warga Pantura

Tuntaskan Masalah Klasik Pesisir, BPGMN Bidik Program Jambanisasi Warga Pantura

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 15:51 WIB

Pasca Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, Ini Langkah 'Bersih-bersih' yang Ditempuh Istana

Pasca Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, Ini Langkah 'Bersih-bersih' yang Ditempuh Istana

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:45 WIB

Sinopsis Trinity, Serial tentang Ancaman Nuklir dan Konspirasi Global

Sinopsis Trinity, Serial tentang Ancaman Nuklir dan Konspirasi Global

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 15:45 WIB

Jelang El Clasico Lawan Persija Jakarta, Persebaya Surabaya Diterpa Kabar Buruk

Jelang El Clasico Lawan Persija Jakarta, Persebaya Surabaya Diterpa Kabar Buruk

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 15:43 WIB

Tak Ada Lagi Anak Jateng Gagal Kuliah karena Biaya, Pemprov Gandeng Stikom Sediakan Beasiswa

Tak Ada Lagi Anak Jateng Gagal Kuliah karena Biaya, Pemprov Gandeng Stikom Sediakan Beasiswa

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 15:42 WIB

Investor Masih Tahan Investasi, Rupiah Berakhir Loyo di Level Rp18.089/USD

Investor Masih Tahan Investasi, Rupiah Berakhir Loyo di Level Rp18.089/USD

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:41 WIB

Buntut Penggeledahan Ponpes, Ratusan Massa Geruduk Mabes Polri Tuntut Kapolda Jateng Dicopot

Buntut Penggeledahan Ponpes, Ratusan Massa Geruduk Mabes Polri Tuntut Kapolda Jateng Dicopot

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:36 WIB

Alasan KAI Batal Impor KRL Bekas Jepang, Pilih Utamakan Produksi INKA?

Alasan KAI Batal Impor KRL Bekas Jepang, Pilih Utamakan Produksi INKA?

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:35 WIB

Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja

Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB

×