PBB: Lebih dari 1 Miliar Orang Hidup dalam Kemiskinan Ekstrem

Bella

Kamis, 17 Oktober 2024 | 16:26 WIB
PBB: Lebih dari 1 Miliar Orang Hidup dalam Kemiskinan Ekstrem
Ilustrasi kemiskinan (Pixabay/Amaia pascual)

Suara.com - Laporan terbaru dari Program Pembangunan PBB (UNDP) yang dirilis Kamis mengungkapkan bahwa lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia hidup dalam kemiskinan ekstrem. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya adalah anak-anak, menyoroti dampak signifikan kemiskinan pada generasi muda.

Berdasarkan hasil kolaborasi dengan Inisiatif Kemiskinan Oxford (OPHI), laporan ini menggarisbawahi bahwa tingkat kemiskinan tiga kali lebih tinggi di negara-negara yang tengah dilanda konflik. Tahun 2023 mencatat jumlah konflik tertinggi sejak Perang Dunia II, yang semakin memperburuk kondisi hidup di banyak wilayah.

Sejak 2010, UNDP dan OPHI secara rutin menerbitkan Indeks Kemiskinan Multidimensi (MPI), yang mengumpulkan data dari 112 negara dengan populasi gabungan mencapai 6,3 miliar orang. Indikator MPI mencakup berbagai aspek kemiskinan, seperti kurangnya akses terhadap perumahan layak, sanitasi, listrik, bahan bakar masak, nutrisi, dan pendidikan.

Dalam laporan terbarunya, MPI 2024 menyajikan gambaran yang mengkhawatirkan: sebanyak 1,1 miliar orang mengalami kemiskinan multidimensi, termasuk 455 juta di antaranya yang tinggal di wilayah konflik. "Bagi masyarakat miskin di negara-negara yang terdampak konflik, perjuangan untuk memenuhi kebutuhan dasar adalah pertarungan yang jauh lebih keras dan putus asa," kata Yanchun Zhang, kepala statistik UNDP, dalam keterangannya kepada AFP.

Dampak Besar pada Anak-Anak

Anak-anak menjadi kelompok yang paling terdampak oleh kemiskinan ekstrem ini, dengan sekitar 584 juta anak di bawah usia 18 tahun terjebak dalam kemiskinan. Angka ini mencakup 27,9 persen dari seluruh populasi anak di dunia, lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan 13,5 persen orang dewasa yang mengalami kemiskinan ekstrem.

Sub-Sahara Afrika dan Asia Selatan menjadi kawasan dengan konsentrasi tertinggi kemiskinan di dunia, di mana 83,2 persen dari penduduk miskin global tinggal di kedua wilayah tersebut.

Konflik Menghambat Pengentasan Kemiskinan

Sabina Alkire, direktur OPHI, menyatakan bahwa konflik merupakan hambatan utama dalam upaya pengentasan kemiskinan.

"Pada tingkat tertentu, temuan ini mungkin sudah dapat dipahami. Namun, yang mengejutkan kami adalah besarnya jumlah orang yang berjuang untuk hidup layak sambil juga merasa takut akan keselamatan mereka – 455 juta orang," ujarnya.

Alkire menegaskan bahwa komunitas internasional harus segera menyoroti pengurangan kemiskinan sekaligus memupuk perdamaian.

baca juga

"Jika perdamaian tercipta, maka perdamaian itu harus bertahan lama," tambahnya.

Lima Negara dengan Populasi Termiskin Terbesar

India menjadi negara dengan jumlah penduduk miskin terbesar, dengan 234 juta orang hidup dalam kemiskinan ekstrem dari total populasi 1,4 miliar. Pakistan, Ethiopia, Nigeria, dan Republik Demokratik Kongo menyusul di belakangnya. Kelima negara ini menyumbang hampir separuh dari total 1,1 miliar orang miskin di dunia.

Laporan ini memberikan gambaran yang mendalam tentang tantangan global dalam mengentaskan kemiskinan, terutama di wilayah-wilayah yang dilanda konflik dan ketidakstabilan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kantor Wali Kota Hancur, Lebanon Kecam kebrutalan Israel, PBB Investigasi!

Kantor Wali Kota Hancur, Lebanon Kecam kebrutalan Israel, PBB Investigasi!

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 14:21 WIB

Tegang! Serangan Israel ke UNIFIL Picu Kemarahan Eropa, PM Italia Bersiap ke Beirut

Tegang! Serangan Israel ke UNIFIL Picu Kemarahan Eropa, PM Italia Bersiap ke Beirut

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 14:13 WIB

Wujudkan Layanan Keuangan untuk Semua, Bank Mandiri Manfaatkan Digitalisasi

Wujudkan Layanan Keuangan untuk Semua, Bank Mandiri Manfaatkan Digitalisasi

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 12:59 WIB

Peringatan Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional, Sudah Sejauh Mana Upaya Indonesia?

Peringatan Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional, Sudah Sejauh Mana Upaya Indonesia?

Your Say | Kamis, 17 Oktober 2024 | 12:12 WIB

Uni Eropa Bersatu Tekan Israel Usai Serangan Terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon

Uni Eropa Bersatu Tekan Israel Usai Serangan Terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 12:00 WIB

Lebanon Serukan DK PBB Hentikan Agresi Israel dan Tarik Pasukan

Lebanon Serukan DK PBB Hentikan Agresi Israel dan Tarik Pasukan

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 05:53 WIB

PBB Kecam Israel: Serangan Terhadap Petani Palestina Ancam Kedaulatan Pangan dan Hak Asasi

PBB Kecam Israel: Serangan Terhadap Petani Palestina Ancam Kedaulatan Pangan dan Hak Asasi

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 05:18 WIB

Tanggapi Pernyataan Emmanuel Macron, Netanyahu 'Kami Ada Lewat Perang Kemerdekaan'

Tanggapi Pernyataan Emmanuel Macron, Netanyahu 'Kami Ada Lewat Perang Kemerdekaan'

News | Rabu, 16 Oktober 2024 | 12:33 WIB

Sindiran Keras dari Presiden Prancis Emmanuel Macron Untuk Israel 'Negara Itu Ada Karena Putusan PBB'

Sindiran Keras dari Presiden Prancis Emmanuel Macron Untuk Israel 'Negara Itu Ada Karena Putusan PBB'

News | Rabu, 16 Oktober 2024 | 12:26 WIB

BPNT: Senjata Jokowi Lawan Kemiskinan, Akankah Berlanjut di Era Prabowo?

BPNT: Senjata Jokowi Lawan Kemiskinan, Akankah Berlanjut di Era Prabowo?

Your Say | Rabu, 16 Oktober 2024 | 12:06 WIB

Terkini

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

×