Sejarah Erupsi Gunung Lewotobi dari Masa ke Masa, Terbaru Telan 10 Nyawa

Riki Chandra

Senin, 04 November 2024 | 17:49 WIB
Sejarah Erupsi Gunung Lewotobi dari Masa ke Masa, Terbaru Telan 10 Nyawa
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. [Dok. ANTARA FOTO/Mega Tokan]

Suara.com - Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terjadi pada Senin (4/11/2024) dini hari menewaskan 10 warga Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Korban meninggal dunia sebagian besar akibat tertimpa material batu besar yang meluncur dari puncak gunung. Atap dan bangunan tempat mereka berlindung hancur.

"Jumlah korban meninggal yang berhasil dievakuasi mencapai 10 orang. Para korban ini ditemukan di puing-puing bangunan yang runtuh akibat dampak letusan Gunung Lewotobi," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Fredy Moat Aeng.

Lantas, sesering apakah Gunung Lewotobi erupsi?

Gunung Lewotobi berada Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunung merapi aktif ini dikenal juga sebagai gunung kembar yang menyimpan sejarah panjang letusan.

Gunung ini terdiri dari dua puncak yang disebut Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Gunung Lewotobi Perempuan. Gunung ini juga dikenal sebagai "pasangan suami istri".

Dikutip dari berbagai sumber, Gunung Lewotobi berjarak sekitar 2 kilometer satu sama lain. Kedua gunung ini menjadi perhatian karena aktivitas vulkaniknya yang berulang sejak abad ke-19.

Dengan ketinggian mencapai 1.548 meter, Gunung Lewotobi Laki-Laki memiliki kawah berdiameter sekitar 400 meter. Gunung ini sering kali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan.

Berbeda dengan Gunung Lewotobi Perempuan yang lebih tinggi dengan ketinggian 1.703 meter dan kawah berdiameter 700 meter. Namun, hanya pernah meletus dua kali sepanjang sejarahnya.

Sejak pertama kali tercatat pada tahun 1932, letusan di Gunung Lewotobi kerap menimbulkan letusan gas dan abu yang mengganggu lingkungan sekitar. Berikut ini adalah rangkaian sejarah letusan Gunung Lewotobi yang terdokumentasi:

- Tahun 1932: Terjadi letusan gas yang pertama kali tercatat.
- Tahun 1933: Pada 17 Desember, letusan abu yang cukup besar tercatat.
- Tahun 1939: Letusan pada 17 Desember, enam tahun setelah letusan sebelumnya.
- Tahun 1991: Letusan di puncak kawah tercatat pada bulan Mei dan Juni.
- Tahun 1999: Aktivitas vulkanik meningkat dengan gemuruh dan abu yang keluar pada 31 Maret, diikuti letusan besar pada 1 Juli. Lava pijar menyembur hingga radius 500 meter, menyebabkan kebakaran hutan lebih dari 2,5 kilometer, dan abu terbang mencapai radius 8 kilometer.
- Tahun 2002: Letusan terjadi pada 12 Oktober.
- Tahun 2003: Pada 30 Mei, terjadi letusan yang menyemburkan abu hingga lebih dari 200 meter dari puncak. Aktivitas seismik terus berlangsung hingga September.

Demikianlah sedikit ulasan sejarah erupsi Gunung Lewotobi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Krakatau dan Lewotobi Erupsi, Pemerintah Australia Ungkap Bahaya Lain yang Mengintai Turis

Anak Krakatau dan Lewotobi Erupsi, Pemerintah Australia Ungkap Bahaya Lain yang Mengintai Turis

News | Senin, 07 September 2026 | 14:23 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi! Radius 5 KM Wajib Steril

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi! Radius 5 KM Wajib Steril

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:27 WIB

BPPTKG: Gunung Merapi Masih Aman Dikunjungi Saat Libur Nataru

BPPTKG: Gunung Merapi Masih Aman Dikunjungi Saat Libur Nataru

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 16:39 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi

Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi

Foto | Senin, 18 Agustus 2025 | 17:17 WIB

Erupsi Eksplosif, ESDM Minta Warga Sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki Waspada

Erupsi Eksplosif, ESDM Minta Warga Sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki Waspada

Bisnis | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 19:37 WIB

Fenomena Petir Vulkanik pada Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Fenomena Petir Vulkanik pada Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

News | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 12:48 WIB

Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Dahsyat, PVMBG Imbau Warga Waspadai Banjir Lahar

Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Dahsyat, PVMBG Imbau Warga Waspadai Banjir Lahar

News | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 10:39 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Dua Kali, Intensitas Gempa Meningkat

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Dua Kali, Intensitas Gempa Meningkat

News | Minggu, 13 Juli 2025 | 06:43 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi, Begini Keadaan Terkininya

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi, Begini Keadaan Terkininya

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 18:11 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi: Warga Flores Timur Diminta Jauhi Radius 6 KM

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi: Warga Flores Timur Diminta Jauhi Radius 6 KM

Video | Senin, 07 Juli 2025 | 18:05 WIB

Terkini

Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap

Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:48 WIB

Babak Baru Kasus TPPU: Tepis Aset Rp846 Miliar, Febrie Adriansyah Siap 'Tarung' di Pengadilan

Babak Baru Kasus TPPU: Tepis Aset Rp846 Miliar, Febrie Adriansyah Siap 'Tarung' di Pengadilan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:48 WIB

Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum

Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum

Bekaci | Rabu, 16 September 2026 | 09:47 WIB

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:43 WIB

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:41 WIB

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:38 WIB

Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung

Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 09:35 WIB

Budi Karya Absen Sidang Banding DJKA karena Sakit, Sidang Tetap Jalan

Budi Karya Absen Sidang Banding DJKA karena Sakit, Sidang Tetap Jalan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:33 WIB

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:32 WIB

Hari ke-9 Cari 5 Jurnalis, Tim SAR Ubah Strategi Sisir 8 Sektor Selat Sunda hingga Dekat Pesisir

Hari ke-9 Cari 5 Jurnalis, Tim SAR Ubah Strategi Sisir 8 Sektor Selat Sunda hingga Dekat Pesisir

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:30 WIB

×