Sebut Kabinet Prabowo Banyak Orang Titipan Jokowi, Syahganda Nainggolan: Setara BMW Mewah tapi Onderdil Tua

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Senin, 23 Desember 2024 | 13:57 WIB
Sebut Kabinet Prabowo Banyak Orang Titipan Jokowi, Syahganda Nainggolan: Setara BMW Mewah tapi Onderdil Tua
Presiden Ke-7 RI Joko Widodo didampingi Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di Lanut Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (20/10/2024). (ANTARA/Andi Firdaus)

Suara.com - Petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan menilai bahwa terdapat kesalahan pemilihan kabinet dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, kesalahan itu karena Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) yang memaksakan beberapa mantan anggota kabinetnya untuk masuk lagi ke dalam kabinet Prabowo.

Syahganda menjelaskan hal ini dapat memperlambat kinerja dari pemerintahan Prabowo. Ia menambahkan, jika Prabowo diibaratkan seperti mobil BMW mewah tetapi onderdilnya tua.

"Sehingga dia cassing-nya bagus, tapi sebenarnya susah bergerak, ini karena salah desain, bagaimana dia (Prabowo) mau kencang kalau kabinetnya adalah kabinet (Jokowi) yang selama ini dia kritik," jelas Syahganda dikutip Suara.com dari kanal Youtube Bambang Widjojanto, Senin (23/12/2024).

Menurutnya, harus sabar dalam melihat pemerintahan Prabowo yang akan melakukan langkah-langkah revolusioner setelah mengonsolidasikan kekuasaan.

Petinggi KAMI, Syahganda Nainggolan. (YouTube realita TV & twitter @syahganda)
Petinggi KAMI, Syahganda Nainggolan. (YouTube realita TV & twitter @syahganda)

"Kalau saya sebagai kritikus, saya mempunyai kesabaran melihat Prabowo karena saya melihat beberapa ide-ide dia berjalan cukup menyejukkan, tapi kami harap awal tahun dia mempercepat gerakannya," ujar Syahganda.

"Gerakan ini tentu untuk membuktikan bahwa mobil BMW onderdilnya juga sama, baru semua gitu lho," tambahnya.

Selain itu, Syahganda menilai cita-cita pertumbuhan ekonomi Prabowo sebesar 8 persen akan sulit karena masih terdapat orang-orang neoliberalisme dalam rezim ekonomi.

"Memang mereka memainkan itu, agar ekonomi stabil dalam orde global, makanya inflasi dikendalikan 2,5 persen, kemudian deflasi (penurunan harga barang), suku bunga kalau ngutang dibuat tinggi, pokoknya tidak ada ide-ide yang strukturalis," jelas Syahganda.

Prabowo dan Jokowi di Istana IKN. [Ist]
Prabowo dan Jokowi di Istana IKN. [Ist]

Syahganda juga menyampaikan bahwa implementasi welfare atau kesejahteraan tidak hanya bergantung pada negara. Menurutnya, Prabowo harus bekerja sama dengan berbagai organisasi atau lembaga untuk mencapai efisiensi.

"Jadi, ada teori mix walfare, mix ini kombinasi antara masyarakat dan negara. Nah, kalau dia masuk di mix itu sebenarnya uang 71 atau Rp100 triliun jika bekerja sama dengan Muhammadiyah, NU, serikat buruh, dan lainnya, itu akan menjadi efisien," ujar Syahganda.

Selain itu, Syahganda memberikan pesan kepada Prabowo untuk segera membenahi kabinetnya dengan memilih orang yang lebih pantas khususnya di bidang teknologi.

"Harusnya dia (Prabowo) langsung rombak ini, enggak ada lagi titip-titipan (kabinet), kami masuk zaman industrialisasi bukan hilirisasi, tinggalkanlah era-era Jokowi, masuk ke babak baru, ini kesempatan Prabowo menurut saya," pungkasnya. (Moh Reynaldi Risahondua).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amnesti Prabowo Bukan Solusi Kurangi Jumlah Napi Narkoba, LBH: Kalau Ganti Presiden Penjara Penuh Lagi

Amnesti Prabowo Bukan Solusi Kurangi Jumlah Napi Narkoba, LBH: Kalau Ganti Presiden Penjara Penuh Lagi

News | Jum'at, 20 Desember 2024 | 15:09 WIB

Prabowo Ingin Maafkan Koruptor, Mantan Penyidik KPK: Patut Dicoba

Prabowo Ingin Maafkan Koruptor, Mantan Penyidik KPK: Patut Dicoba

News | Jum'at, 20 Desember 2024 | 14:54 WIB

Rocky Gerung Sebut Alasan Pemecatan PDIP Bisa Seret Jokowi ke Pengadilan: Artinya Presiden Berbuat Kejahatan, Itu Pidana

Rocky Gerung Sebut Alasan Pemecatan PDIP Bisa Seret Jokowi ke Pengadilan: Artinya Presiden Berbuat Kejahatan, Itu Pidana

News | Rabu, 18 Desember 2024 | 18:20 WIB

Soroti Kekalahan RK-Suswono, Rocky Gerung Ketawa Jokowi K.O di Jakarta: Pengaruhnya Sudah Lenyap

Soroti Kekalahan RK-Suswono, Rocky Gerung Ketawa Jokowi K.O di Jakarta: Pengaruhnya Sudah Lenyap

Kotak Suara | Jum'at, 13 Desember 2024 | 13:10 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB