Antisipasi Megathrust, BPBD Jakarta Mulai Susun Rencana Kontigensi

Chandra Iswinarno Suara.Com
Kamis, 02 Januari 2025 | 09:09 WIB
Antisipasi Megathrust, BPBD Jakarta Mulai Susun Rencana Kontigensi
Sejumlah warga berkunjung ke Monas. (Suara.com/Kayla Nathaniel Bilbina)

Suara.com - Munculnya ancaman kemungkinan terjadinya gempa megathrust, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta pada tahun ini menyusun rencana kontigensi bencana.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD Jakarta Mohamd Yohan mengemukakan, kontigensi potensi tsunami akibat gempa megathrust merupakan salah satu yang akan disusun.

"Tahun 2025 ini BPBD DKI Jakarta sedang menyusun rencana kontingensi bencana gempa bumi," katanya, Rabu (1/1/2025).

Tak hanya itu, BPBD juga akan melakukan simulasi bencana di seluruh kantor wali kota serta di fasilitas publik gedung, mulai rumah sakit hingga sekolah.

"BPBD DKI Jakarta secara aktif mengedukasi masyarakat mengenai risiko gempa megathrust dan pentingnya kesiapsiagaan," jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk menyediakan tas darurat yang berisikan kebutuhan dasar seperti pakaian, obat-obatan, dokumen penting.

Hal tersebut sebagai antisipasi apabila suatu saat terjadi situasi darurat usai bencana.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam memantau aktivitas kegempaan dan potensinya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan koordinasi dalam penyebaran informasi dan peringatan dini kepada masyarakat.

Peneliti dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Nuraini Rahma Hanifa menegaskan kemungkinan bencana dalam bentuk gempa megathrust di wilayah selatan Jawa berpotensi dapat memicu tsunami.

Baca Juga: Monas Banjir Pengunjung Jelang Tahun Baru, Keluarga Bahagia Bersama

Gempa Bermagnitudo Besar

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan untuk segmen megathrust di selatan Jawa, termasuk Selat Sunda, menyimpan energi tektonik yang signifikan dan berpotensi melepaskan gempa berkekuatan magnitudo 8,7-9,1.

"Potensi megathrust ini dapat memicu goncangan gempa yang besar dan tsunami, yang menjalar melalui Selat Sunda hingga ke Jakarta dengan waktu tiba sekitar 2,5 jam," katanya mengutip dari laman BRIN.

Menurut simulasi yang telah dilakukan BRIN bersama tim peneliti dari berbagai institusi, jika tsunami terjadi, ketinggian gelombang diperkirakan dapat mencapai 20 meter di pesisir selatan Jawa, 3-15 meter di Selat Sunda, dan sekitar 1,8 meter di pesisir utara Jakarta.

"Energi yang terkunci di zona subduksi selatan Jawa terus bertambah seiring waktu. Jika dilepaskan sekaligus, goncangan akan memicu tsunami tinggi yang bisa berdampak luas, tidak hanya di selatan Jawa tetapi juga di wilayah pesisir lainnya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI