Jakarta Menuju Kota Global, Pengamat Sarankan Transportasi Rel Jadi Prioritas Utama

BellaLilis Varwati Suara.Com
Jum'at, 03 Januari 2025 | 17:48 WIB
Jakarta Menuju Kota Global, Pengamat Sarankan Transportasi Rel Jadi Prioritas Utama
Ilustrasi - Kereta rel listrik (KRL) Commuterline Jabodetabek melintas menuju area Stasiun Manggarai, Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/Spt/am.)

Suara.com - Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna, menyampaikan bahwa Pemprov Jakarta sebaiknya prioritaskan penyediaan layanan transportasi berbasis rel sebagai upaya menjadi kota global. Sistem transportasi rel dianggap lebih efisien, ramah lingkungan, dan mampu melayani koridor utama kota dengan optimal.

Selain itu, transportasi umum berbasis rel juga banyak digunakan di kota-kita dunia yang memang telah lebih dulu maju. 

"Sebetulnya kalau Jakarta mau menjadi kota global, utamanya itu adalah angkutan rel penumpang. Singapura itu angkutan utamanya itu adalah berbasis rel. Kenapa begitu standarnya? Karena memang dia bebas polusi. Distrik dia lebih cepat, dia lebih tepat, pelayan di seluruh koridor utama," kata Yayat kepada suara.com, dihubungi Jumat (3/1/2025).

Penumpang bersiap menaiki kereta rel listrik commuterline di Stasiun Manggarai, Jakarta,Rabu (18/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Penumpang bersiap menaiki kereta rel listrik commuterline di Stasiun Manggarai, Jakarta,Rabu (18/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Moda transportasi umum, seperti MRT, LRT, KRL, dan Transjakarta juga bisa dibuat saling teehubung atau terintegrasi. 

"Misalnya Utara-Selatan itu dilayani oleh MRT, lainnya dilayani oleh KRL, dan KRL juga melayani pada wilayah pinggiran Jabodetabek, ditambah lagi dengan LRT Jakarta yang di dalam kota pada wujudnya. Sebetulnya tinggal nanti di backup dengan koridor-koridor itu," tuturnya.

Meski transportasi rel menjadi prioritas, keberadaan Transjakarta tetap penting untuk melengkapi layanan transportasi massal Jakarta.

Dengan 14 koridor yang saat ini menjadi tulang punggung, Transjakarta dapat menjangkau wilayah yang tidak terlayani oleh transportasi rel.

"Jadi 14 koridor yang ada sekarang di Transjakarta itu tulang punggung membentuk struktur layanan utama," imbuhnya.

Menurut Yayat, kota-kota maju telah membuktikan bahwa transportasi berbasis rel menjadi kunci keberlanjutan dan efisiensi. Jakarta harus belajar dari mereka dan mengapresiasi sistem MRT, LRT, serta KRL yang saat ini sudah berjalan.

Baca Juga: Kaca Besar Jatuh Timpa Pekerja di Cengkareng Jakbar, Kondisi Korban Terkini Bikin Lega

"Kalau merujuk kepada negara-negara yang sudah maju memang, kita harusnya apresiasilah pada sistem layanan MRT, LRT, dan KRL yang menjadi tulang punggung dan jumlahnya lebih banyak dibandingkan kalau mengacu kepada Transjakarta," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI