Riwayat Pendidikan Effendi Gazali, Berani Sentil PSSI Federasi 'All' Out Pasca Copot STY Pelatih Timnas

Rifan Aditya | Suara.com

Jum'at, 10 Januari 2025 | 12:40 WIB
Riwayat Pendidikan Effendi Gazali, Berani Sentil PSSI Federasi 'All' Out Pasca Copot STY Pelatih Timnas
Pakar Komunikasi Politik Effendi Gazali tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (25/3/2021). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Suara.com - Banyak yang penasaran dengan riwayat pendidikan Effendi Gazali setelah baru-baru ini memberikan pernyataan yang keras terkait pencopotan Shin Tae Yong (STY) sebagai pelatih Timnas Indonesia oleh PSSI. Lantaran, pemecatan STY dianggap publik terkesan mendadak dan buru-buru. 

Ia mengungkapkan bahwa jika timnas Indonesia gagal memenangkan pertandingan berikutnya dalam ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, PSSI bisa menghadapi krisis yang cukup besar, bahkan berujung pada desakan "all" out. Dimana publik mengartikannya sebagai desakan kepada seluruh jajaran pengurus PSSI untuk copot jabatan jika prestasi Timnas merosot.

Dalam forum diskusi yang ditayangkan di TV nasional itu, Effendi menekankan bahwa kesalahan komunikasi antara berbagai pihak dalam federasi sepak bola Indonesia selama ini menjadi salah satu penyebab utama kebingungan publik mengenai keputusan-keputusan penting dalam dunia sepak bola tanah air.

Riwayat Pendidikan Effendi Gazali

Effendi Gazali lahir pada 5 Desember 1966, dikenal sebagai pengamat komunikasi politik dan sepak bola. Selain memiliki karier yang cemerlang di dunia akademik dan media, Effendi juga terlibat dalam dunia sepak bola Indonesia, memberikan pandangannya yang cukup tajam terkait kinerja PSSI.

Effendi Gazali mengawali pendidikan tinggi di Universitas Indonesia (UI), di mana ia meraih gelar Sarjana Komunikasi pada tahun 1990. Ia kemudian melanjutkan studi pascasarjana di bidang yang sama dan meraih gelar Master dalam bidang Komunikasi pada tahun 1996.

Tak berhenti di situ, Effendi semakin memperdalam pengetahuannya dengan melanjutkan studi ke luar negeri. Ia memperoleh gelar Master dalam bidang International Development, dengan konsentrasi pada International Communication, dari Universitas Cornell di Ithaca, New York, pada tahun 2000.

Setelah menyelesaikan pendidikan magisternya, Effendi kembali melanjutkan studi ke jenjang doktoral. Ia meraih gelar Ph.D. dalam bidang Komunikasi Politik dari Radboud University Nijmegen, Gelderland, Belanda, pada tahun 2004.

Disertasinya yang berjudul Communication of Politics & Politics of Communication in Indonesia: A Study on Media Performance, Responsibility, and Accountability diterbitkan oleh Radboud University Press pada tahun yang sama.

Karier Akademik dan Penghargaan

Effendi Gazali memiliki karier akademik yang gemilang. Ia menjabat sebagai dosen di program pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia dan juga di Sekolah Pascasarjana Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Sebagai akademisi, ia sering kali memberikan pandangan yang tajam dalam berbagai isu politik dan media.

Sebagai penghargaan atas kontribusinya dalam dunia akademik, Effendi Gazali pernah meraih beberapa penghargaan bergengsi. Pada tahun 2003, ia dinobatkan sebagai Peneliti Terbaik UI di bidang Social & Humanity, berkat publikasinya di jurnal internasional.

Ia juga menerima penghargaan dari International Communication Association (ICA) pada tahun 2004, dalam acara ICA Annual Conference di New Orleans. Penghargaan ini diberikan untuk kategori Research, Teaching & Publication oleh ICA Instructional & Developmental Division.

Namun, Effendi Gazali memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai dosen di Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) pada awal tahun 2021.

Keputusan ini diambil setelah ia merasa kecewa dengan pemberitaan yang menimpanya ketika dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi ekspor benur.

Sebagai bagian dari pengunduran dirinya, Effendi juga mengembalikan gelar profesor yang ia raih kepada negara, yang menjadi salah satu bentuk protes terhadap dunia jurnalistik yang ia anggap semakin tidak objektif. Demikianlah informasi terkait riwayat pendidikan Effendi Gazali.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda Gaji Ketum PSSI dan Menteri BUMN: Bayaran Dobel Erick Thohir jadi Pejabat Negara

Beda Gaji Ketum PSSI dan Menteri BUMN: Bayaran Dobel Erick Thohir jadi Pejabat Negara

Lifestyle | Jum'at, 10 Januari 2025 | 12:20 WIB

Tanpa STY di Sisi Lapangan, Akankah SUGBK Bakal Penuh di Bulan Maret Nanti?

Tanpa STY di Sisi Lapangan, Akankah SUGBK Bakal Penuh di Bulan Maret Nanti?

Your Say | Jum'at, 10 Januari 2025 | 11:37 WIB

Kualifikasi Piala Dunia, Timnas Indonesia dan Laga Lawan Bahrain yang Tak Lagi Spesial

Kualifikasi Piala Dunia, Timnas Indonesia dan Laga Lawan Bahrain yang Tak Lagi Spesial

Your Say | Jum'at, 10 Januari 2025 | 11:14 WIB

Alex Pastoor dan Denny Landzaat Jadi Staff Kepelatihan, Apa Rencana PSSI?

Alex Pastoor dan Denny Landzaat Jadi Staff Kepelatihan, Apa Rencana PSSI?

Your Say | Jum'at, 10 Januari 2025 | 12:05 WIB

Kontroversi STY Out! PSSI Klaim Sudah Beri Segalanya untuk Pelatih Korsel

Kontroversi STY Out! PSSI Klaim Sudah Beri Segalanya untuk Pelatih Korsel

Video | Jum'at, 10 Januari 2025 | 12:05 WIB

Terkini

Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya

Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:10 WIB

Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan

Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:00 WIB

Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!

Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:51 WIB

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:50 WIB

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:47 WIB

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:42 WIB

Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha

Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:39 WIB

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:37 WIB

KPK Akan Periksa Muhadjir Effendy soal Mekanisme Pembagian Kuota Haji 2023-2024

KPK Akan Periksa Muhadjir Effendy soal Mekanisme Pembagian Kuota Haji 2023-2024

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:34 WIB

Babak Baru Kasus Jeffrey Epstein: 10 Korban Baru di Prancis dan Keterlibatan Agensi Model

Babak Baru Kasus Jeffrey Epstein: 10 Korban Baru di Prancis dan Keterlibatan Agensi Model

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:31 WIB