Trump Teken Perintah Eksekutif Bersihkan Militer dari Transgender

Bella

Selasa, 28 Januari 2025 | 16:21 WIB
Trump Teken Perintah Eksekutif Bersihkan Militer dari Transgender
Tangkapan layar - Presiden Ke-47 Amerika Serikat, Donald Trump, saat mengambil sumpah pelantikannya di Capitol Rotunda, Washington DC pada Selasa dini hari. Trump akan segera mengesahkan aturan terkait penetapan status darurat nasional di perbatasan bagian selatan negara itu. (ANTARA/youtube@foxnews)

Suara.com - Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengumumkan telah menandatangani sejumlah perintah eksekutif yang mengatur kebijakan baru untuk militer AS. Salah satu kebijakan yang menuai perhatian adalah rencana "membersihkan militer dari ideologi transgender," yang Trump sebut sebagai langkah untuk memastikan kekuatan tempur yang lebih mematikan. Keputusan ini dinilai sebagai kemunduran besar bagi hak-hak LGBTQ.

Dalam pengumuman di Air Force One, Trump juga menyerukan pembangunan sistem pertahanan rudal yang disebut sebagai versi AS dari "Iron Dome" milik Israel. Sistem ini diusulkan untuk melindungi negara dari ancaman rudal, meski para ahli mengingatkan bahwa Iron Dome dirancang untuk ancaman jarak pendek dan tidak cocok menghadapi rudal antarbenua.

Selain itu, Trump menandatangani perintah yang mengizinkan pemulangan personel militer yang diberhentikan akibat penolakan vaksin COVID-19 dan memperluas larangan terhadap program keberagaman dalam militer.

“Untuk memastikan kami memiliki militer terkuat, kami akan menyingkirkan radikalisme gender,” ujarnya dalam acara Partai Republik di Miami.

Meskipun perintah ini memicu kontroversi, belum jelas detail langkah-langkah spesifiknya. Seorang pejabat Gedung Putih menyebut langkah ini bertujuan untuk menghapus “radikalisme gender di militer.” Kebijakan ini menandai kembalinya Trump ke Gedung Putih dan didukung oleh Menteri Pertahanan baru Pete Hegseth.

Sejarah Kebijakan Transgender di Militer AS

Selama beberapa tahun terakhir, kebijakan terkait personel transgender di militer AS berubah-ubah. Larangan terhadap pasukan transgender dihapuskan pada 2016 di bawah Presiden Barack Obama, tetapi kemudian dibatalkan oleh Trump pada masa jabatan pertamanya. Kebijakan ini dikembalikan oleh Presiden Joe Biden pada awal masa pemerintahannya pada 2021.

Menteri Pertahanan Lloyd Austin, yang segera meninggalkan jabatannya, mengkritik kebijakan baru Trump dengan menyatakan bahwa menolak patriot yang memenuhi syarat hanya akan melemahkan kekuatan militer.

Fokus pada Iron Dome

Trump juga mengusulkan pembangunan sistem pertahanan Iron Dome yang dibuat di AS, meskipun para ahli menyebut sistem itu tidak relevan untuk menghadapi ancaman rudal jarak jauh.

“Kita perlu segera memulai pembangunan perisai rudal canggih,” tegas Trump di Miami.

Kebijakan Trump yang kontroversial ini diperkirakan akan terus memicu perdebatan, terutama dalam kaitannya dengan hak asasi manusia dan kesiapan militer AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Bersihkan Militer dari "Ideologi Transgender", Picu Kontroversi Hak LGBTQ di AS

Trump Bersihkan Militer dari "Ideologi Transgender", Picu Kontroversi Hak LGBTQ di AS

News | Selasa, 28 Januari 2025 | 12:10 WIB

PBB Tolak Usulan Trump "Bersihkan" Gaza: Picu Kontroversi Pemindahan Warga Palestina

PBB Tolak Usulan Trump "Bersihkan" Gaza: Picu Kontroversi Pemindahan Warga Palestina

News | Selasa, 28 Januari 2025 | 08:07 WIB

Spanyol Tolak Usul Trump Pindahkan Penduduk Gaza: "Mereka Bagian dari Palestina!"

Spanyol Tolak Usul Trump Pindahkan Penduduk Gaza: "Mereka Bagian dari Palestina!"

News | Selasa, 28 Januari 2025 | 06:26 WIB

Donald Trump Usul Warga Gaza Direlokasi ke Indonesia, Menag Nasaruddin Umar: Bercanda?

Donald Trump Usul Warga Gaza Direlokasi ke Indonesia, Menag Nasaruddin Umar: Bercanda?

News | Senin, 27 Januari 2025 | 20:31 WIB

Trump Usul "Bersihkan" Gaza, Abbas dan Hamas Bersatu Menolak Pengusiran Warga Palestina

Trump Usul "Bersihkan" Gaza, Abbas dan Hamas Bersatu Menolak Pengusiran Warga Palestina

News | Senin, 27 Januari 2025 | 11:00 WIB

Kolombia Tolak Migran Dideportasi, Trump Balas Dendam dengan Sanksi Ekonomi

Kolombia Tolak Migran Dideportasi, Trump Balas Dendam dengan Sanksi Ekonomi

News | Senin, 27 Januari 2025 | 08:47 WIB

Yordania Tegas Menentang Pengusiran Warga Palestina dari Gaza Seperi yang Diserukan Trump

Yordania Tegas Menentang Pengusiran Warga Palestina dari Gaza Seperi yang Diserukan Trump

News | Senin, 27 Januari 2025 | 05:37 WIB

Trump Pertimbangkan AS Bergabung Lagi dengan WHO: Sinyal Baru dari Gedung Putih?

Trump Pertimbangkan AS Bergabung Lagi dengan WHO: Sinyal Baru dari Gedung Putih?

News | Senin, 27 Januari 2025 | 03:11 WIB

Tok! Kejaksaan Korsel Resmi Tetapkan Yoon Suk Yeol Jadi Tersangka: Didakwa Lakukan Pemberontakan

Tok! Kejaksaan Korsel Resmi Tetapkan Yoon Suk Yeol Jadi Tersangka: Didakwa Lakukan Pemberontakan

News | Senin, 27 Januari 2025 | 00:35 WIB

Donald Trump: Bom 2.000 Pon Dalam Perjalanan Menuju Israel

Donald Trump: Bom 2.000 Pon Dalam Perjalanan Menuju Israel

News | Minggu, 26 Januari 2025 | 19:26 WIB

Terkini

Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya

Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:53 WIB

Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark Ikut Jadi Perbincangan di Australia

Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark Ikut Jadi Perbincangan di Australia

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:30 WIB

Ungkit UU, Habiburokhman Sebut 1.098 Sapi Kurban Presiden Pakai Dana APBN Sah Secara Syari

Ungkit UU, Habiburokhman Sebut 1.098 Sapi Kurban Presiden Pakai Dana APBN Sah Secara Syari

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:26 WIB

Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI

Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:04 WIB

Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari

Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:56 WIB

Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi

Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:55 WIB

Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?

Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:44 WIB

Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026

Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:42 WIB

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB

Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim

Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:19 WIB