Ketua RT/RW di Cinere Divonis Bayar Rp 40 Miliar Buntut Tolak Pembangunan Jembatan, Warga Demo

Bangun Santoso, Faqih Fathurrahman

Minggu, 02 Februari 2025 | 13:54 WIB
Ketua RT/RW di Cinere Divonis Bayar Rp 40 Miliar Buntut Tolak Pembangunan Jembatan, Warga Demo
Warga Perumahan Cinere Estate demo buntut ketua RT/RW divonis bayar Rp 40 miliar karena tolak pembangunan jembatan oleh pengembang. (Suara.com/Faqih)

Suara.com - Warga perumahan Cinere Estate, Depok, Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa. Aksi itu sebagai bentuk protes terhadap putusan Pengadilan Tinggi Bandung.

Dalam putusan Pengadilan Tinggi Bandung, para Ketua RT dan RW perumahan Cinere Estate diharuskan membayar uang ganti rugi senilai Rp 40 miliar, akibat menolak pembangunan jembatan yang menghubungkan perumahan Cinere Estate dengan Perumahan CGR, yang terletak di Pangkalan Jati, Cinere, Depok.

Total ada delapan Ketua RT dan dua Ketua RW yang diminta untuk membayar hasil putusan perkara ini dengan nominal Rp 40 miliar. Rinciannya, Rp 20 miliar untuk kerugian materil, dan Rp 20 milar untuk kerugian imateril.

Ketua RW 06 Cinere Estate, Heru Kasidi mengatakan, secara struktural Ketua RT dan RW hanya pelayan bagi warga. Sehingga, jika tuntutan itu ditujukan kepada Ketua RT dan RW, bagi Heru hal tersebut tidak tepat. Pasalnya ketua RT dan RW tidak bisa mewakili warga dalam aspek hukum.

“Kami menuntut bahwa gugatan pada warga itu yang ditujukkan kepada para Ketua RT dan Ketua RW ini bisa mendapatkan keadilan. Ketua RT dan Ketua RW itu adalah pelayan warga, jadi kita tidak punya wewenang untuk mewakili aspek hukum dari warga,” kata Heru di Depok, Minggu (2/2/2025).

Sebelum diputuskan oleh Pengadilan Tinggi Bandung, gugatan yang dilakukan PT Megapolitan Development tbk, selaku pengembang dari perumahan CGR juga pernah ditolak di Pengadilan Negeri setempat.

“Gugatan ini kan pernah ditolak oleh Pengadilan Negeri. Jadi pada waktu di Pengadilan Tinggi dia dikabulkan,” katanya.

Atas putusan tersebut, rencananya Heru bakal melakukan kasasi ke Mahkamah Agung dalam perkara ini. Heru juga menyebut, jika putusan Pengadilan Tinggi Bandung ini telah dilaporkan kepada Komisi Yudisial.

Tak hanya itu, warga juga bakal menyurati Komnas HAM dan DPR RI, lantaran putusan ini dianggap tidak adil terhadap warga terutama bagi Ketua RT yang saat ini menjabat mewakili aspirasi warga.

Alasan Penolakan

baca juga

Alasan warga menolak pembangunan jembatan sebagai akses pengubung perumahan mereka dengan perumahan lainnya lantaran khawatir soal aspek keamanan.

Sebelumnya, akses jalan yang berada di blok A, Cinere Estate sangat banyak. Namun saat itu, tingkat keamanan warga menurun.

Sehingga, warga menutup semua akses jalan tembus ke perumahan mereka. Warga hanya menyisakan satu akses yang bisa dilewati, hal itu memangkas angka kriminal di komplek tersebut.

Dikhawatirkan, dengan dibangunnya jembatan penghubung antar perumahan, angka kriminal kembali tinggi. Tak mau hal itu terulang warga kompak menolak pembangunan jembatan penghubung.

“Kalau itu disambung berarti kan ini akan membuat beban dari perumahan ini jadi besar dan bisa membuka akses kembali yang sudah pernah kita jaga bertahun-tahun supaya tempat ini menjadi tempat yang aman dan nyaman,” jelas Heru.

“Sebelum ada akses yang dijaga, di sini banyak kejahatan, banyak pencurian, banyak perampokan dan dengan ditutupnya akses sedemikian rupa sehingga kita sekarang menjadi lebih aman,” tambahnya.

Di sisi lain, akses perumahan CGR telah memiliki akses jalan sendiri, yang berada di Pangkalan Jati.

“Sementara itu lahan yang di wilayah lain, di Panggalan Jati itu sebetulnya punya jalan akses dan nggak ada masalah. Mereka juga sudah masukkan alat berat ke tanah itu kalau dibilang itu nggak cukup. Jadi sebetulnya sangat tidak adil kalau kita harus menanggung seluruh beban perumahan itu ke sini,” tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Drama Tanah Mat Solar dan Tol Serpong-Cinere: Disuruh Cabut Gugatan, Ganti Rugi Rp3,3 Miliar Melayang?

Drama Tanah Mat Solar dan Tol Serpong-Cinere: Disuruh Cabut Gugatan, Ganti Rugi Rp3,3 Miliar Melayang?

Video | Selasa, 07 Januari 2025 | 23:05 WIB

Sengketa Tanah Mat Solar vs Idris: Hakim Minta Gugatan Dicabut, Ada Apa?

Sengketa Tanah Mat Solar vs Idris: Hakim Minta Gugatan Dicabut, Ada Apa?

Video | Selasa, 07 Januari 2025 | 18:35 WIB

Pesan Kematian di HP Ibu dan Anak yang Tewas Bunuh Diri Sambil Bakar Dupa di Depok: Saya Sudah Depresi Dua Tahun

Pesan Kematian di HP Ibu dan Anak yang Tewas Bunuh Diri Sambil Bakar Dupa di Depok: Saya Sudah Depresi Dua Tahun

News | Jum'at, 06 Oktober 2023 | 20:05 WIB

Update Kasus Kematian Ibu dan Anak di Depok, Polisi: Tinggal dari Patologi Anatomi yang Kami Tunggu

Update Kasus Kematian Ibu dan Anak di Depok, Polisi: Tinggal dari Patologi Anatomi yang Kami Tunggu

Video | Jum'at, 06 Oktober 2023 | 19:20 WIB

Ibu dan Anak Tewas Usai Mengurung Diri di Kamar Mandi Sambil Bakar Dupa, Polisi Sebut Mirip Kasus di Jepang

Ibu dan Anak Tewas Usai Mengurung Diri di Kamar Mandi Sambil Bakar Dupa, Polisi Sebut Mirip Kasus di Jepang

News | Jum'at, 06 Oktober 2023 | 18:38 WIB

Ungkap Misteri Kematian Ibu-Anak di Depok Sore Ini, Polisi: Kasusnya Cukup Rumit

Ungkap Misteri Kematian Ibu-Anak di Depok Sore Ini, Polisi: Kasusnya Cukup Rumit

News | Jum'at, 06 Oktober 2023 | 10:45 WIB

Kasus Kematian Ibu dan Anak di Depok, Polisi Tunggu Hasil Patologi Anatomi

Kasus Kematian Ibu dan Anak di Depok, Polisi Tunggu Hasil Patologi Anatomi

News | Jum'at, 29 September 2023 | 15:55 WIB

Terkini

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:04 WIB

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

×