Israel Langgar Gencatan Senjata, Hamas Hentikan Pembebasan Sandera

Bella | Suara.com

Selasa, 11 Februari 2025 | 08:38 WIB
Israel Langgar Gencatan Senjata, Hamas Hentikan Pembebasan Sandera
Ilustrasi Hamas di Palestina

Suara.com - Hamas pada Senin mengumumkan penghentian pembebasan sandera Israel hingga pemberitahuan lebih lanjut, dengan alasan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata oleh Israel. Keputusan ini meningkatkan ketegangan di tengah situasi gencatan senjata yang semakin rapuh dan desakan dari keluarga sandera agar pemerintah Israel tetap berpegang pada kesepakatan.

Tudingan Pelanggaran dan Ketegangan Meningkat

Menurut juru bicara sayap militer Hamas, Abu Ubaida, Israel telah melanggar kesepakatan dengan menunda kepulangan warga Palestina ke Gaza utara, melancarkan serangan terhadap warga Palestina, serta membatasi masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.

Gencatan senjata yang dimulai sejak 19 Januari sebagian besar tetap berlaku, meskipun terdapat beberapa insiden yang menyebabkan warga Palestina tewas akibat serangan pasukan Israel. Sementara itu, bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza mengalami peningkatan.

Namun, Abu Ubaida menegaskan bahwa pembebasan sandera berikutnya yang seharusnya dilakukan pada Sabtu akan ditunda hingga Israel mematuhi perjanjian dan memberikan kompensasi atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran selama beberapa minggu terakhir.

Israel Siaga, Perundingan Terhambat

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengecam keputusan Hamas, menuduhnya melanggar kesepakatan gencatan senjata. Ia telah menginstruksikan militer Israel untuk meningkatkan kesiapan di Gaza guna mempertahankan keamanan nasional.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar konsultasi keamanan darurat terkait perkembangan ini. Kabinet keamanan yang terdiri dari menteri-menteri kunci akan bertemu pada Selasa pagi untuk merespons situasi.

Di sisi lain, para mediator dari Mesir dan Qatar menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap kemungkinan gagalnya kesepakatan gencatan senjata.

Kelompok yang mewakili keluarga sandera mendesak para mediator untuk memastikan kesepakatan tetap berjalan, sementara kelompok lain yang terdiri dari veteran militer Israel menuduh pemerintah sengaja menyabotase perjanjian.

Pembebasan Sandera dan Dinamika Kesepakatan

Sejauh ini, dari 33 sandera yang dijadwalkan dibebaskan dalam tahap pertama kesepakatan 42 hari, 16 telah dipulangkan. Selain itu, lima sandera asal Thailand telah dibebaskan dalam pembebasan yang tidak terjadwal.

Sebagai imbalannya, Israel telah membebaskan ratusan tahanan Palestina, termasuk mereka yang menjalani hukuman seumur hidup atas serangan mematikan serta tahanan yang ditahan tanpa dakwaan.

Hamas menuduh Israel menunda masuknya bantuan ke Gaza, yang merupakan salah satu syarat utama perjanjian gencatan senjata. Tuduhan ini dibantah oleh Israel, yang justru menuding Hamas tidak mematuhi proses pembebasan sandera dan menciptakan ketegangan selama serah terima kepada Palang Merah.

Dinamika Global: Trump dan Masa Depan Gaza

Di tengah ketegangan ini, pernyataan Presiden AS Donald Trump menambah dimensi baru dalam konflik. Trump mengusulkan pemindahan warga Palestina dari Gaza dan pengembangan wilayah tersebut sebagai proyek real estat di bawah kendali AS. Pernyataan ini memicu reaksi keras, terutama setelah ia menyatakan bahwa warga Palestina tidak akan memiliki hak untuk kembali ke Gaza.

Netanyahu mendukung usulan Trump sepulangnya dari Washington, yang menyebabkan ketegangan dengan Mesir. Sumber keamanan Mesir menuduh Israel menghambat kemajuan kesepakatan, termasuk penundaan penarikan pasukan serta pengawasan udara yang terus berlanjut.

Sementara itu, perundingan untuk tahap kedua kesepakatan gencatan senjata, yang mencakup pembebasan sandera yang tersisa dan penarikan penuh pasukan Israel, masih terhambat. Seorang pejabat Palestina menyebut kurangnya kepercayaan antara kedua belah pihak sebagai faktor utama mandeknya proses tersebut.

Ketegangan semakin diperburuk dengan kondisi sandera yang dibebaskan, seperti Ohad Ben Ami, Eli Sharabi, dan Or Levy, yang dalam keadaan kurus kering saat kembali ke Israel. Kondisi mereka memicu kemarahan publik Israel dan semakin memperumit negosiasi.

Dengan situasi yang terus berkembang, nasib gencatan senjata kini berada dalam ketidakpastian. Israel dan Hamas saling menuduh melanggar perjanjian, sementara upaya diplomasi menghadapi tantangan besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kontroversi Rencana Donald Trump: Usulkan Pemindahan Warga Palestina dari Gaza Secara Permanen

Kontroversi Rencana Donald Trump: Usulkan Pemindahan Warga Palestina dari Gaza Secara Permanen

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 07:44 WIB

Israel Lancarkan Serangan Brutal di Kamp Pengungsi Nur Shams

Israel Lancarkan Serangan Brutal di Kamp Pengungsi Nur Shams

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 06:14 WIB

Erdogan Tagih Netanyahu Rp1,6 Kuadriliun untuk Ganti Rugi Gaza!

Erdogan Tagih Netanyahu Rp1,6 Kuadriliun untuk Ganti Rugi Gaza!

News | Senin, 10 Februari 2025 | 22:55 WIB

Trump Ingin Kuasai Gaza, Rencana Apa Dibalik Pernyataan Kontroversial Ini?

Trump Ingin Kuasai Gaza, Rencana Apa Dibalik Pernyataan Kontroversial Ini?

News | Senin, 10 Februari 2025 | 20:53 WIB

Israel Gempur Suriah Lagi, Targetkan Posisi Rezim Assad di Quneitra

Israel Gempur Suriah Lagi, Targetkan Posisi Rezim Assad di Quneitra

News | Senin, 10 Februari 2025 | 20:46 WIB

Mantan Menteri Rezim Zionis Serukan Pengusiran Warga Gaza, Sebut Israel Bahan Tertawaan di Timur Tengah

Mantan Menteri Rezim Zionis Serukan Pengusiran Warga Gaza, Sebut Israel Bahan Tertawaan di Timur Tengah

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 04:55 WIB

Donald Trump Ingin Beli Gaza? Ini Alasan di Baliknya

Donald Trump Ingin Beli Gaza? Ini Alasan di Baliknya

News | Senin, 10 Februari 2025 | 19:50 WIB

Trump Klaim Ingin Beli dan Miliki Gaza: Tempat Itu Akan Menjadi Indah

Trump Klaim Ingin Beli dan Miliki Gaza: Tempat Itu Akan Menjadi Indah

News | Senin, 10 Februari 2025 | 17:07 WIB

Heboh! Trump Ingin Beli Gaza, Hamas dan Dunia Arab Murka

Heboh! Trump Ingin Beli Gaza, Hamas dan Dunia Arab Murka

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 08:32 WIB

Erdogan: Tidak Ada yang Bisa Mengusir Warga Gaza dari Tanahnya!

Erdogan: Tidak Ada yang Bisa Mengusir Warga Gaza dari Tanahnya!

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 04:05 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB